AI dan Kendaraan Listrik Dorong Konsumsi Listrik Tiongkok ke Rekor Dunia, Perlebar Kesenjangan Energi dengan AS
Pekerja tampak sedang melakukan perawatan pada jaringan transmisi listrik di Provinsi Anhui, Tiongkok timur (SCMP)
20:27
21 Januari 2026

AI dan Kendaraan Listrik Dorong Konsumsi Listrik Tiongkok ke Rekor Dunia, Perlebar Kesenjangan Energi dengan AS

Tiongkok mencatat tonggak penting dalam energi global pada 2025 ketika permintaan listrik nasional mencapai rekor 10,4 triliun kilowatt-jam (kWh), angka tertinggi yang pernah dicapai oleh satu negara dalam sejarah modern. Capaian ini mencerminkan perubahan struktural yang didorong percepatan transformasi teknologi serta meluasnya adopsi kendaraan listrik, yang secara signifikan memengaruhi pola konsumsi energi dunia.

Menurut Administrasi Energi Nasional Tiongkok (National Energy Administration/NEA), tingkat konsumsi listrik tersebut tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempatkan Tiongkok jauh di atas Amerika Serikat (AS), dengan angka konsumsi lebih dari dua kali lipat dibandingkan negara adidaya itu. Pertumbuhan ini juga mengungguli gabungan konsumsi energi listrik Uni Eropa, Rusia, India, dan Jepang. 

Dilansir dari South China Morning Post, Rabu (21/1/2026), media berbasis di Hong Kong itu menjelaskan bahwa lonjakan permintaan listrik di Tiongkok "didorong oleh sektor tersier, termasuk layanan komputasi awan kecerdasan buatan, serta konsumsi listrik rumah tangga." Selain itu, aktivitas bernilai tambah tinggi seperti pusat data kecerdasan buatan disebut menjadi kontributor signifikan terhadap peningkatan konsumsi energi nasional.

Data NEA memperinci bahwa konsumsi listrik di sektor tersier meningkat sekitar 8,2 persen, mencapai 1,99 triliun kWh, didorong oleh aktivitas pengisian dan pertukaran baterai kendaraan listrik yang melonjak 48,8 persen, serta penggunaan layanan teknologi informasi yang tumbuh 17 persen. Tren ini mencerminkan pergeseran besar dari konsumsi energi tradisional ke pola yang lebih berorientasi pada teknologi canggih. 

Yang Kun, Wakil Ketua Dewan Listrik Tiongkok (China Electricity Council), menegaskan bahwa "konsumsi listrik total, yang secara luas dianggap sebagai 'barometer' kinerja ekonomi, kini lebih dari dua kali lipat konsumsi Amerika Serikat," menandakan pergeseran struktural dalam ekonomi global yang semakin mengedepankan digitalisasi dan elektrifikasi transportasi. 

Konsumsi di sektor rumah tangga juga ikut berkontribusi signifikan terhadap rekor ini, dengan total mencapai 1,59 triliun kWh, atau meningkat 6,3 persen dari tahun sebelumnya, terutama akibat penggunaan pendingin ruangan yang tinggi saat gelombang panas melanda berbagai provinsi besar. Kenaikan ini menunjukkan bahwa elektrifikasi gaya hidup sehari-hari turut memperkuat permintaan energi nasional. 

Pertumbuhan permintaan listrik tidak hanya mencerminkan aktivitas teknologi dan rumah tangga, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya konektivitas infrastruktur baru seperti jaringan pengisian EV dan pusat layanan data canggih.

Menurut bne IntelliNews, "infrastruktur baru termasuk jaringan pengisian EV dan stasiun baterai telah mendorong peningkatan lebih dari 30 persen dalam penggunaan listrik di sektor internet dan layanan terkait."

Dalam konteks pasokan energi, Tiongkok juga mempercepat pembangunan kapasitas energi terbarukan, menambahkan sekitar 370 gigawatt kapasitas angin dan surya pada 2025, dengan total pembangkit energi bersih menyumbang sebagian besar dari pasokan listrik tahunan. Kepala NEA, Wang Hongzhi, mengatakan bahwa "Tiongkok akan membuat kemajuan nyata dalam transisi energi hijau dan rendah karbon pada 2026," menggarisbawahi komitmen untuk memperluas energi bersih dalam bauran energi nasional. 

Meski demikian, tantangan tetap ada. Ketergantungan pada pembangkit fosil seperti batu bara masih signifikan meskipun mulai menurun secara bertahap, sebuah dinamika yang mencerminkan kompleksitas proses transisi energi nasional. Menurut laporan Reuters, produksi batu bara turun sementara pembangkit hidro dan nuklir menunjukkan pertumbuhan, menandakan perubahan arah strategi energi Tiongkok. 

Secara global, lonjakan konsumsi listrik ini bukan sekadar angka statistik; hal ini mencerminkan strategi Tiongkok untuk menjadi pusat teknologi dan energi masa depan, memperkuat posisinya jauh di atas Amerika Serikat dalam hal permintaan energi. Perubahan ini menandakan pergeseran besar dalam keseimbangan kekuatan energi dunia, sekaligus membuka tantangan baru bagi kebijakan energi global dan persaingan teknologi internasional. 

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #kendaraan #listrik #dorong #konsumsi #listrik #tiongkok #rekor #dunia #perlebar #kesenjangan #energi #dengan

KOMENTAR