8 Gejala Premenopause yang Sering Tak Disadari Perempuan
Ilustrasi haid(freepik.com)
21:36
2 Februari 2026

8 Gejala Premenopause yang Sering Tak Disadari Perempuan

- Premenopause atau perimenopause adalah fase transisi sebelum menopause, ketika kadar hormon estrogen mulai menurun dan berfluktuasi. 

Kondisi ini bisa terjadi empat hingga sepuluh tahun sebelum menstruasi terakhir, dan kerap tidak disadari karena gejalanya sering terasa “tidak khas” sebagai perubahan hormon. 

Padahal, menurut para ahli, dampaknya bisa memengaruhi hampir seluruh tubuh perempuan.

Baca juga: Perimenopause: Gejala, Beda dengan Menopause, dan Cara Mengatasinya

“Perimenopause tidak memiliki definisi setegas menopause, sehingga biasanya didiagnosis berdasarkan gejala,” ujar Karen Adams, MD, profesor obstetri dan ginekologi di Stanford Medicine, dilansir SELF Magazine, Senin (2/2/2026).

Berikut 8 gejala premenopause yang paling sering dialami perempuan, namun kerap luput dikenali.

Kenali 8 gejala premenopause 

1. Brain fog atau sulit berkonsentrasi

Salah satu keluhan paling umum adalah brain fog, kondisi ketika seseorang mudah lupa, sulit fokus, atau merasa pikirannya berkabut. 

Adams menyebut banyak pasiennya khawatir mengalami gangguan serius, padahal perubahan ini berkaitan erat dengan fluktuasi estrogen. 

Penelitian menunjukkan hingga 60 persen perempuan mengalami perubahan kognitif selama perimenopause karena estrogen berperan dalam memengaruhi memori, suasana hati, dan kualitas tidur.

2. Gangguan tidur

Sekitar setengah perempuan premenopause mengalami masalah tidur, mulai dari sulit terlelap hingga sering terbangun di malam hari. 

Psikiater reproduksi dari Baylor College of Medicine, Karen Horst, MD menjelaskan, penurunan hormon melatonin dan meningkatnya stres dapat memperburuk kualitas tidur. 

Fluktuasi estrogen juga memengaruhi pengaturan suhu tubuh, sehingga memicu keringat malam dan hot flashes.

3. Kecemasan dan perubahan suasana hati

Perasaan yang lebih sensitif, mudah cemas, atau emosi yang naik turun kerap muncul pada fase ini. Menurut Horst, perubahan hormon dapat berkontribusi pada gangguan suasana hati. 

Namun, banyak perempuan tidak langsung mengaitkannya dengan premenopause karena faktor stres kehidupan di usia 40-an juga meningkat, seperti pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab finansial.

4. Nyeri sendi dan otot

Lebih dari 70 persen perempuan perimenopause mengalami nyeri otot atau sendi. Adams menjelaskan, reseptor estrogen terdapat pada kolagen di kulit dan sendi. 

Saat kadarnya menurun, pelumasan sendi berkurang dan peradangan lebih mudah terjadi, menyebabkan rasa kaku dan nyeri, terutama di pagi hari.

5. Rambut, kulit, dan mata terasa kering

Penurunan estrogen menyebabkan berkurangnya kolagen dan kadar air dalam tubuh. Akibatnya, kulit menjadi lebih kering, rambut menipis, dan mata terasa perih. 

“Hampir semuanya menjadi kering, kulit, rambut, mata, hingga vagina, dan itu sangat dipengaruhi oleh estrogen,” ungkap Adams. 

Studi juga menunjukkan risiko mata kering pada perempuan usia di atas 50 tahun hampir dua kali lipat dibanding laki-laki.

6. Telinga terasa gatal

Gejala ini sering mengejutkan banyak perempuan. Mindy Goldman, MD, doker ob-gyn di San Francisco menjelaskan, saluran telinga yang kering akibat penurunan estrogen bisa memicu rasa gatal. 

Ia menyarankan untuk tidak mengorek telinga dengan cotton bud karena dapat memperparah iritasi, serta berkonsultasi ke dokter bila keluhan menetap.

7. Jantung berdebar

Estrogen membantu mengatur detak jantung dan kadar kolesterol. Saat hormon ini berfluktuasi, sebagian perempuan merasakan palpitasi atau jantung berdebar. 

“Banyak yang mengira itu serangan panik atau serangan jantung,” tutur Adams. 

Meski sering kali tidak berbahaya, keluhan ini tetap perlu diperiksa untuk menyingkirkan gangguan jantung lain.

8. Nyeri saat berhubungan intim

Nyeri saat berhubungan seksual merupakan gejala yang cukup umum, disebabkan oleh kekeringan dan penurunan elastisitas vagina. 

Baca juga: Ciri-ciri Menopause Dini pada Wanita dan Cara Mengatasinya

“Vagina sangat sensitif terhadap estrogen,” jelas Adams. 

Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Terapi estrogen topikal sering direkomendasikan untuk membantu mengurangi keluhan.

Premenopause adalah proses alami dan bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu perempuan memahami pilihan penanganan yang tepat, termasuk terapi hormon dan perubahan gaya hidup

Tag:  #gejala #premenopause #yang #sering #disadari #perempuan

KOMENTAR