Prabowo: 99,99 Persen MBG Harus Dinyatakan Berhasil
- Presiden Prabowo Subianto menilai, tingkat keberhasilan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 99,99 persen.
Pernyataan itu Prabowo sampaikan saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Prabowo menyebut, rasio jumlah permasalahan dalam pelaksanaan program MBG jika dibandingkan miliaran porsi makanan yang telah disalurkan hanya sekitar 0,0008 persen.
“Artinya apa? Artinya 99,99 persen usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” kata Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Lebih Prioritas Mana: MBG atau Penciptaan Lapangan Kerja?
Presiden mengaku telah mendapatkan laporan dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana selaku penanggungjawab pelaksanaan MBG.
Menurut Dadan, per Januari 2026 MBG telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dalam waktu 1 tahun lebih 4 bulan sejak program itu dijalankan.
“Tidak ada yang menduga kita mampu, tidak ada yang menduga, banyak orang-orang hebat meramalkan pasti gagal, sekian ribu keracunan,” ujar Prabowo. “Kita makan di restoran paling mahal di Jakarta saja ada yang keracunan,” tambahnya.
Dengan perasaan bangga, Prabowo lalu menceritakan momen saat dirinya menerima rombongan dari Rockefeller Institute, kampus swasta di New York.
Mereka menyebut MBG merupakan investasi terbaik yang bisa dilakukan suatu negara.
“1 dollar atau 1 rupiah yang kita keluarkan untuk makan bergizi akan menimbulkan lipat ganda minimal 5 kali dan dalam jangka panjang akan 35 kali investasi,” ucap Prabowo.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan Secretary of Health dari Amerika Serikat ingin menemuinya.
Pejabat strategis dari negeri Paman Sam itu hendak menggali sepak terjang MBG dari Prabowo.
“MBG kita ini sudah sampai 60 juta sampai hari ini, kita akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026, paling lambat,” tuturnya.
Selain jangkauan penerima manfaat, Prabowo juga merasa bangga dengan serapan tenaga kerja dari program MBG.
Saat ini, sudah terdapat 22.275 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mempekerjakan sekitar 1 juta orang.
Tidak hanya itu, 22.275 dapur MBG itu juga membutuhkan pasokan tomat, wortel, sayur, telur, ikan, ayam, daging, dan bahan pangan lain di setiap desa.
“Tiap dapur menimbulkan pemasok bisa sampai 10 bisa sampai 20 orang, itu nanti di ujungnya kalau kita sampai 82 juta, kita akan menciptakan 3 sampai 5 juta lapangan kerja,” kata Prabowo.
Baca juga: Banyak Dapur MBG Sudah Pakai Beras Premium Bulog