Tanggapan Santai PM Malaysia Usai Dicatut di File Epstein, Apa Katanya?
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat menghadiri KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, 27 Oktober 2025.(AFP/MOHD RASFAN)
22:18
2 Februari 2026

Tanggapan Santai PM Malaysia Usai Dicatut di File Epstein, Apa Katanya?

- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan tanggapan santai usai namanya disebut dalam dokumen kasus Jeffrey Epstein, yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (US DOJ) pada Jumat (30/1/2026).

Nama Anwar muncul dalam sejumlah e-mail tertanggal 2012 antara Epstein dan seseorang yang identitasnya disamarkan.

Isi percakapan itu ramai diperbincangkan di Malaysia karena memuat pembahasan terkait politik dan kemungkinan pertemuan dengan Anwar.

Baca juga: Trump Murka Diejek soal Epstein di Panggung Grammy, Ancam Gugat Trevor Noah

Melalui unggahan di media sosial, Anwar menyatakan bahwa dirinya baru mengetahui keberadaan e-mail tersebut pada hari yang sama saat dokumen itu dirilis ke publik.

“Saya baru tahu hari ini bahwa pihak asing ingin bertemu dengan saya dan bahkan ‘mencatut’ nama saya dalam e-mail yang melibatkan kasus Epstein,” tulis Anwar, dikutip dari Straits Times.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan apa pun dengan individu yang terlibat dalam komunikasi tersebut, termasuk Jeffrey Epstein.

Alhamdulillah, setelah beberapa tahun, seperti yang disebut dalam e-mail itu, saya tidak punya hubungan dengan pihak mana pun dalam rangkaian e-mail tersebut, khususnya Epstein. Oke, saya mau lanjut jalan-jalan di Johor Bahru. #DoneExplain,” imbuhnya.

Baca juga: Di Mana Pulau Pribadi Jeffrey Epstein dan Apa yang Terjadi di Sana?

Bukan bahas kasus seksual

Foto Jeffrey Epstein (kanan) dan Donald Trump (kiri).GETTY IMAGES NORTH AMERICA/STEPHANIE KEITH via AFP Foto Jeffrey Epstein (kanan) dan Donald Trump (kiri).Dokumen yang dirilis US DOJ menyebutkan bahwa e-mail tertanggal 22 Februari 2012 itu tidak berkaitan dengan dugaan pelanggaran seksual ataupun kunjungan Anwar ke pulau pribadi Epstein.

Sebaliknya, isi e-mail membahas urusan politik serta kemungkinan pengaturan pertemuan pribadi antara Anwar dan seseorang yang disebut “Jes”.

Media lokal menduga bahwa “Jes” mengacu pada Jes Staley, mantan bankir JPMorgan yang mundur dari jabatannya setelah diketahui memiliki hubungan dengan Epstein.

Dalam e-mail bertanggal 21 Februari 2012, pengirim yang identitasnya disamarkan mengeklaim memiliki kedekatan dengan Anwar.

Ia menulis bahwa Malaysia akan menjadi peluang besar bagi JPMorgan jika Anwar menjabat sebagai perdana menteri.

“Jika dia menjadi Perdana Menteri Malaysia, dia akan membereskan keadaan, dan itu bisa menjadi tambang emas bagi JP Morgan. Saya mengenal Anwar dengan baik, selalu dekat dengannya selama bertahun-tahun, meskipun semua orang bilang dia sudah selesai dan tidak akan kembali. Sekarang kelihatannya berbeda,” tulis pengirim tersebut.

Baca juga: Anwar Ibrahim Muncul di File Epstein, Malaysia Disebut Tambang Emas bagi Bank AS

Epstein kemudian membalas e-mail tersebut dengan menanyakan apakah Anwar akan berada di Eropa pada Maret atau April 2012.

Ia juga menyebut kemungkinan mengatur pertemuan di Malaysia pada Mei 2012, tergantung pada jadwal pemilu Malaysia kala itu.

Dalam e-mail lanjutan tertanggal 22 Februari 2012, Epstein menambahkan informasi yang menyebut nama sutradara film terkenal, Woody Allen.

“Kamu bisa bilang padanya (Anwar) bahwa Woody Allen bersama saya di Paris, dan banyak negara menawarkan uang kepadanya untuk membuat film di negara mereka. Midnight in Paris, (Vicky) Cristina Barcelona, Bop Decameron, Rome, dll,” tulis Epstein.

Baca juga: Siapa Saja Tokoh Terkenal yang Namanya Ada Dalam Berkas Epstein?

Sumber: Kompas.com/Inas Rifqia Lainufar

Tag:  #tanggapan #santai #malaysia #usai #dicatut #file #epstein #katanya

KOMENTAR