Singapura Latih Warga Hadapi Scam, Gelar Simulasi Massal Senegara
Ilustrasi penipuan.(DOK. Shutterstock/panuwat phimpha)
20:48
2 Februari 2026

Singapura Latih Warga Hadapi Scam, Gelar Simulasi Massal Senegara

- Pemerintah Singapura meluncurkan simulasi penipuan berskala nasional sebagai upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap kejahatan siber, terutama online scam.

Melalui program bertajuk National Simulated Scams Exercise, warga akan merasakan secara langsung bagaimana taktik penipuan dijalankan dalam kehidupan nyata.

Latihan ini merupakan bagian dari rangkaian Exercise SG Ready 2026 yang diumumkan pada Kamis (29/1/2026) oleh Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo.

Baca juga: Bukan Sekadar Korban, Pakar Ungkap 3 Tipe WNI di Industri Scam Kamboja

“Latihan ini diharapkan dapat membantu Anda membangun kemampuan baru untuk melawan penipu dan melindungi diri dengan lebih baik,” kata Teo, dikutip dari Mothership.

Program ini terbuka untuk umum dan pendaftarannya dimulai pada 1 Februari 2026.

Adapun masa latihan berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak 1 Maret hingga 31 Agustus 2026.

Selama periode tersebut, peserta akan menerima panggilan otomatis yang meniru taktik penipu, termasuk menyamar sebagai pejabat pemerintah.

Panggilan ini bisa terjadi kapan saja, dengan tujuan memberikan pemahaman nyata kepada peserta mengenai pola umum penipuan dan cara menghadapinya.

Untuk memperluas jangkauan, Otoritas Keamanan Siber Singapura (CSA) juga akan bekerja sama dengan sejumlah lembaga layanan publik guna menyertakan pegawai dan anggota institusi dalam latihan ini.

Baca juga: Jaga-jaga Diserobot AS, China Kini Gencar Tangkap Bos Scam Kamboja dan Myanmar

Bagian dari kesiapsiagaan nasional SG Ready 2026

Ilustrasi Singapura.SHUTTERSTOCK/RICHIE CHAN Ilustrasi Singapura.Peluncuran Exercise SG Ready ditandai dengan siaran Sistem Peringatan Publik yang berbunyi serentak di seluruh Singapura pada pukul 15.00 waktu setempat.

Menteri Koordinator Keamanan Nasional K Shanmugam turut menyampaikan pesan Total Defence yang disiarkan melalui semua stasiun radio lokal dan saluran televisi gratis.

Dalam pesannya, Shanmugam mengingatkan bahwa infrastruktur penting Singapura sempat menjadi target serangan siber pada 2025.

Ia juga menyinggung adanya upaya pihak asing yang berusaha memecah belah masyarakat dan menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Shanmugam pun menegaskan pentingnya partisipasi aktif seluruh warga dalam upaya pertahanan nasional.

“Kita harus mempersiapkan diri menghadapi berbagai gangguan dari ancaman yang terus berkembang,” ujarnya.

Baca juga: Chen Zhi, Buron Paling Dicari di Asia Ditangkap di Kamboja, Diduga Dalang Jaringan Scam Dunia

Ilustrasi penipuan.DOK. Shutterstock/Rawpixel.com. Ilustrasi penipuan.Selama 1-15 Februari, lebih dari 1.000 organisasi, sekolah, dan unit dari sektor pendidikan, bisnis, komunitas, hingga pemerintahan turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Exercise SG Ready.

Pada hari pertama, sejumlah instansi melakukan simulasi gangguan layanan digital dengan menempatkan aplikasi non-darurat ke dalam mode pemeliharaan selama satu jam mulai pukul 15.00.

Beberapa organisasi juga menampilkan pesan di laman situs web mereka untuk mengingatkan pengguna soal pentingnya kesiapan menghadapi gangguan digital.

Sebanyak 35 gedung termasuk National University of Singapore, National Gallery Singapore, dan Marina Square mematikan lampu fasad mereka untuk menyimulasikan pemadaman listrik berkepanjangan.

Selain itu, dua blok perumahan HDB dijadikan lokasi uji coba mobilisasi komunitas dalam skenario pemadaman listrik dan gangguan konektivitas digital.

Dalam kegiatan ini, para Total Defence Champions dan Tim Tanggap Darurat Komunitas dari People's Association (PA) dikerahkan untuk menjangkau warga yang membutuhkan.

Mereka memberikan informasi langsung ke rumah tangga dan mengedukasi warga tentang langkah-langkah yang harus dilakukan dalam situasi darurat.

“Ketangguhan nasional adalah tanggung jawab bersama,” ujar Josephine Teo.

“Bersama SAF dan Home Team yang melindungi dari ancaman eksternal, setiap orang punya peran penting dalam Total Defence untuk menjadikan Singapura lebih aman dan tangguh,” imbuhnya.

Baca juga: Pelaku Scam di Singapura Dihukum Cambuk 24 Kali

Sumber: Kompas.com/Inas Rifqia Lainufar

Tag:  #singapura #latih #warga #hadapi #scam #gelar #simulasi #massal #senegara

KOMENTAR