Vespa Klasik Harga Semakin Mahal Cocok untuk Ivestasi, Ketahui Alasannya
Vespa Klasik. (Indra Eka Setiawan/JawaPos.com)
23:08
1 Februari 2026

Vespa Klasik Harga Semakin Mahal Cocok untuk Ivestasi, Ketahui Alasannya

- Vespa Piaggio, motor asal Italia yang legendaris. Piaggio, dengan sejarah hampir satu setengah abad, dikenal luas melalui varian Vespa klasiknya yang kini menjadi buruan para kolektor di berbagai belahan dunia. Ketertarikan kolektor terhadap Vespa klasik ini tentu memiliki alasan kuat.

Selama hampir delapan dekade, kehadirannya terus memikat penggemar otomotif dengan pesonanya yang khas. Desain Vespa klasik yang elegan, konsisten, serta sentuhan retro yang abadi seperti pada model-model legendaris VBB, Sprint, atau Rally menjadikannya barang incaran bernilai tinggi.

Keunikan dan kelangkaannya pun semakin menarik minat kolektor dari seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Diluncurkan oleh Piaggio pada 1946 di Italia, Vespa telah menjadi lebih dari sekadar alat transportasi. Desain ikoniknya yang menyerupai tawon (vespa dalam bahasa Italia) dan tampil di film klasik seperti Roman Holiday (1953) menjadikannya simbol gaya.

Selain fungsional, Vespa klasik menawarkan pengalaman berkendara penuh nostalgia. Namun, harga tinggi seperti Vespa Super 150 (1970-an) seharga Rp 50–150 juta atau Vespa 150 GS (1955) mencapai Rp 500 juta di lelang internasional sering menimbulkan pertanyaan. Apa yang membuatnya begitu mahal? Berikut alasan utamanya.

Mengapa harga vespa klasik harganya selangit, simak alasannya:

1. Nilai Sejarah dan Koleksi

Vespa klasik memiliki nilai sejarah yang menjadikannya artefak budaya ikonis. Model keluaran tahun 1950–1980, seperti Vespa VBB, VBA, atau 150 GS, dianggap layak dikoleksi berkat jumlahnya yang terbatas. Selain itu, banyak Vespa membawa cerita menarik dari masa produksinya. Komunitas Vespa Indonesia menganggap model langka seperti Vespa Douglas atau Super Sprint sebagai barang incaran utama bagi para kolektor, apalagi jika komponen orisinalnya masih terjaga.

Kelangkaan ini berperan besar dalam meningkatkan nilai Vespa klasik, layaknya koin atau perangko antik. Suku cadang asli yang sulit ditemukan, seperti karburator Dell’Orto atau lampu Siemens, turut menambah tingkat eksklusifnya dan menjadikannya aset investasi unik yang banyak diminati.

2. Desain Ikonik dan Kualitas Material

Vespa klasik menawarkan desain elegan yang timeless dengan sasis monokok berbahan plat baja, menjamin kekuatan serta daya tahan lebih unggul dibandingkan produksi masa kini. Proses produksi di pabrik Piaggio Italia menerapkan standar tinggi, termasuk pada detail finishing yang estetis


Sasis monokok tak hanya memberikan stabilitas lebih baik, tetapi juga menambah biaya produksi, berpengaruh langsung pada harga jual. Vespa klasik yang masih terawat atau telah direstorasi menggunakan komponen asli tetap memancarkan daya tarik abadi, menjadikannya pilihan investasi yang juga mencerminkan gaya hidup bernilai tinggi.

3. Merek dan Eksklusivitas

Vespa telah menjadi simbol status dan gaya sejak pertama kali muncul. Popularitasnya di kalangan selebriti, kehadirannya dalam film Hollywood, serta perannya di budaya pop global mempertegas citra eksklusifnya. Sebagian Vespa klasik merupakan barang impor langsung (CBU) dari Italia. Biaya logistik dan pajak impor turut menambah nilai produk ini di pasaran.

Strategi Piaggio menjaga produksi dalam jumlah terbatas memberikan Vespa posisi yang berbeda dari skuter biasa, membuatnya memiliki status premium yang kian menaikkan harga jualnya.

4. Biaya Restorasi dan Suku Cadang Langka

Banyak Vespa klasik yang tersedia saat ini merupakan hasil restorasi, dimana prosesnya membutuhkan biaya besar untuk mengembalikan kondisi seperti orisinal. Suku cadang autentik seperti ban Pirelli asli, karburator Dell’Orto, atau speedometer klasik memiliki harga tinggi karena sudah tidak lagi diproduksi secara massal.

Komunitas Vespa menyebut bahwa restorasi yang dilakukan bengkel spesialis dapat menelan biaya puluhan juta rupiah per unit, tergantung tingkat orisinalitas dan kondisi awal. Biaya ini pun berpengaruh signifikan pada harga akhir Vespa klasik, terutama jika mendekati kondisi asli pabrik.

5. Permintaan Tinggi

Harga Vespa klasik turut dipengaruhi oleh tingginya permintaan pasar. Para kolektor dan penggemar Vespa retro menjadi pendorong utama tingginya nilai jual model ini. Di Indonesia, komunitas seperti Vespa Club Indonesia serta event internasional seperti Vespa World Days menunjukkan antusias besar terhadap kendaraan legendaris ini.

Berdasarkan laporan pasar, permintaan untuk model seperti Vespa PX atau Sprint terus meningkat, terutama yang memiliki dokumen legal lengkap (BPKB/STNK). Tingginya permintaan ditambah stok terbatas di pasar bekas serta popularitas gaya hidup vintage membuat harga sering kali terus merangkak naik dari ekspektasi awal.

6. Investasi

Vespa klasik tak sekadar berfungsi sebagai kendaraan, tetapi juga dapat menjadi bentuk investasi yang menjanjikan. Model langka seperti Vespa 98 (1946) atau 150 GS menunjukkan kenaikan harga signifikan di pasar lelang internasional seiring waktu.

Data dari situs lelang otomotif menunjukkan bahwa Vespa klasik yang dirawat dengan baik mampu menghasilkan keuntungan besar dengan potensi kenaikan hingga 10–20% per tahun. Bagi para kolektor, memiliki Vespa klasik adalah cara menikmati pengalaman berkendara sekaligus menyimpan nilai investasi jangka panjang yang menarik.

7. Keunikan dan Otentisitas

Setiap unit Vespa klasik memiliki ciri khas tersendiri, baik dari desain hingga nomor serinya yang menceritakan asal-usul kendaraan tersebut. Contohnya, Vespa Rally 180 terkenal dengan emblem ikonik dan suara mesin 2-tak khas yang berbeda dari skuter modern. Keunikan ini ditambah cerita historis penggunaannya di era tertentu menambah daya tarik.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #vespa #klasik #harga #semakin #mahal #cocok #untuk #ivestasi #ketahui #alasannya

KOMENTAR