Psikologi Ungkap: 7 Alasan Orang Dewasa Emosional Memilih Meninggalkan Pertemanan Palsu, Harga Diri Salah Satunya
– Pada dasarnya menjalin persahabatan bisa menjadi urusan yang rumit terutama ketika persahabatan itu tampak kurang tulus.
Kedewasaan emosional melainkan peran kunci dalam memahami kapan sebuah persahabatan menjadi lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.
Seiring bertambahnya kedewasaan emosional,sebagian orang justru belajar satu hal penting yaitu melepaskan hubungan yang tidak sehat tanpa rasa bersalah.
Dalam psikologi modern, kemampuan meninggalkan pertemanan palsu dipandang sebagai tanda kematangan emosional bukan sikap egois. Lantas mengapa orang matang secara emosional mampu meninggalkan pertemanan palsu tanpa penyesalan?
Dilansir dari laman Global English Editing, Minggu (1/2) berikut ulasan lengkapnya :
- Keaslian itu penting
Kedewasaan emosional membawa kita lebih dekat dengan jati diri kita yang sebenarnya. Dan kesadaran diri yang meningkat ini membuat kita lebih selektif dalam memilih kepada siapa kita menginvestasikan waktu dan energi kita.
Orang yang matang secara emosional menempatkan keaslian sebagai fondasi hubungan. Mereka tidak lagi ingin berpura-pura demi diterima atau menyesuaikan diri secara berlebihan hanya agar terlihat cocok.
Penelitian dalam Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan hidup selaras dengan diri autentik berkorelasi kuat dengan kebahagiaan dan kesehatan mental.
Jadi ketika pertemanan menuntut kepalsuan maka individu dewasa emosional memilih mundur demi menjaga integritas diri. Dan mereka melakukannya tanpa penyesalan karena mereka memahami nilai diri mereka dan nilai waktu mereka. Ini bukan tentang bersikap jahat atau tidak toleran namun tentang menjaga perdamaian dan membina hubungan yang bermakna.
- Harga diri mendatangkan rasa hormat
Meninggalkan pertemanan palsu sering kali berangkat dari harga diri yang sehat bukan kesombongan. Orang dengan harga diri stabil tidak membutuhkan validasi dari hubungan yang merendahkan atau manipulatif.
Studi Self and Identity (2021) menemukan bahwa individu dengan self-esteem sehat cenderung menetapkan batasan sosial yang jelas. Intinya mereka memahami bahwa rasa hormat dari orang lain berawal dari cara mereka menghargai diri sendiri.
Oleh sebab itu, mereka mengutamakan harga diri mereka, mereka tahu nilai kedamaian mereka dan tidak membiarkannya diganggu oleh siapa pun dengan dalih persahabatan.
- Interaksi yang menguras emosi
Terlibat secara terus-menerus dalam interaksi yang menguras emosi dapat memicu respons stres dalam tubuh. Reaksi ini, jika berulang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan stres kronis yang telah dikaitkan dengan berbagai komplikasi kesehatan termasuk penyakit jantung hingga penyakit mental.
Individu yang matang secara emosional memahami hubungan yang rumit antara kesejahteraan emosional dan kesehatan fisik.
Mereka memahami bahwa keterlibatan terus-menerus dalam persahabatan yang melelahkan akan menghabiskan sejumlah energi emosional dan dapat merusak kesehatan secara keseluruhan.
Itulah mengapa setelah menyadari racun dari persahabatan palsu mereka dengan cepat memutuskan hubungan. Pilihan untuk mundur bukan hanya soal kesehatan emosional tetapi pada akhirnya juga menjaga kesehatan fisik mereka.
- Pertumbuhan dipertaruhkan
Pertumbuhan adalah aspek penting dari perjalanan hidup kita baik itu pertumbuhan emosional, pertumbuhan profesional ataupun pertumbuhan pribadi.
Individu yang matang secara emosional memahami pentingnya pertumbuhan di semua bidang kehidupan. Mereka tahu bahwa perjalanan hidup mereka penuh dengan pelajaran yang dipetik, kesalahan yang dibuat,pengalaman yang dicari dan masih banyak lagi aspek lainnya.
- Setia pada nilai-nilai Anda
Seiring bertambahnya kedewasaan emosional, nilai hidup menjadi kompas utama dalam memilih relasi. Orang yang matang secara emosional tidak ingin berkompromi pada nilai demi menjaga hubungan palsu.
Intinya mereka tetap mempertahankan integritas mereka dan melepaskan persahabatan yang meminta mereka untuk melakukan sebaliknya tanpa sedikit pun penyesalan.
- Pertumbuhan dan aspirasi bersama
Salah satu aspek terindah dari persahabatan sejati adalah pertumbuhan dan inspirasi timbal balik yang ditimbulkannya. Teman tidak hanya menikmati kebersamaan satu sama lain tetapi juga saling menginspirasi untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.
Mereka belajar satu sama lain, saling mendorong untuk menjadi lebih baik dan menciptakan lingkungan yang mendorong pertumbuhan dan hal-hal positif.
Sebaliknya, persahabatan palsu hampir tidak memberi ruang bagi pengaruh positif seperti itu. Orang yang matang secara emosional memahami hal ini dan sering kali menilai persahabatan mereka berdasarkan nilai yang ditambahkan dalam hidup mereka.
- Mengejar kebahagiaan yang lebih sehat
Terakhir, meninggalkan pertemanan palsu bukan berarti antisosial melainkan selektif demi kebahagiaan jangka panjang. Orang yang matang emosional tidak lagi mengejar kuantitas hubungan tetapi soal kualitas. ***
Tag: #psikologi #ungkap #alasan #orang #dewasa #emosional #memilih #meninggalkan #pertemanan #palsu #harga #diri #salah #satunya