Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza Saat Gencatan Senjata Berlaku
Asap membubung dari bangunan yang diserang Israel di kamp pengungsian Bureij di tengah Jalur Gaza, Palestina, Minggu (19/10/2025). Serangan terjadi ketika gencatan senjata Gaza berlaku.(AFP/EYAD BABA)
23:12
1 Februari 2026

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza Saat Gencatan Senjata Berlaku

Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras gelombang serangan berulang Israel di Jalur Gaza, Palestina, pada Sabtu (31/1/2026).

Kemlu mengatakan, serangan tersebut adalah pelanggaran dari kesepakatan gencatan senjata.

“Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru pada 31 Januari 2026, yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku,” demikian keterangan tertulis melalui akun resmi X @Kemlu_RI, Minggu (1/2/2026).

Kemlu juga meminta Israel memenuhi kewajibannya dan menghormati kesepakatan tersebut.

Baca juga: Israel Serang Gaza Saat Gencatan Senjata Masih Berlaku, 32 Warga Palestina Tewas

“Pelanggaran sepihak tidak hanya memperburuk penderitaan warga sipil Gaza, tetapi juga merusak kepercayaan dan secara langsung menghambat upaya mewujudkan stabilitas dan penyelesaian politik yang berkelanjutan,” demikian keterangan Kemlu.

32 warga Palestina tewas 

Sebanyak 32 warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1/2026).

Informasi tersebut disampaikan oleh otoritas setempat di Gaza di tengah masih berlakunya gencatan senjata.

Badan pertahanan sipil Gaza yang dikelola Hamas menyebutkan bahwa perempuan dan anak-anak termasuk di antara korban jiwa.

Sementara itu, serangan udara dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Jalur Gaza, termasuk di Khan Younis, Gaza bagian selatan.

Warga Palestina menggambarkan serangan tersebut paling intens sejak fase kedua gencatan senjata mulai berlaku awal bulan ini, yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Oktober lalu.

Militer Israel membenarkan telah melancarkan serangan udara tersebut dan menyatakan bahwa langkah itu diambil sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas.

Sejak gencatan senjata diberlakukan tahun lalu, Israel dan Hamas saling menuding telah melanggar kesepakatan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa delapan pasukan teridentifikasi keluar dari infrastruktur teror bawah tanah di Rafah timur, wilayah Gaza tempat pasukan Israel dikerahkan.

IDF menyebutkan bersama Badan Keamanan Israel (ISA) mengaku telah menyerang gudang senjata, lokasi pembuatan senjata, serta dua lokasi peluncuran milik Hamas di Jalur Gaza bagian tengah.

Di sisi lain, Hamas mengecam keras serangan tersebut dan mendesak Amerika Serikat untuk segera mengambil tindakan.

Hamas menilai bahwa pelanggaran terus berulang tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah Israel terus melanjutkan perang genosida yang brutal terhadap Jalur Gaza.

Tag:  #indonesia #kecam #serangan #israel #gaza #saat #gencatan #senjata #berlaku

KOMENTAR