Wamenkes Sebut Virus Nipah Belum Sampai Indonesia: Di India Sangat Mematikan
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus saat ditemui di Istana, Jakarta, Senin (2/2/2026) malam. (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
21:34
2 Februari 2026

Wamenkes Sebut Virus Nipah Belum Sampai Indonesia: Di India Sangat Mematikan

- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan virus nipah sangatlah infeksius dan mematikan.

Benjamin pun bersyukur virus nipah belum sampai ke Indonesia.

"Nipah kan itu terjadi di India dari bulan September tahun lalu. Ada dua kasus di India, tapi India tahu bahwa itu sangat infeksius dan mematikan. Tapi, virus nipah itu langsung mereka melakukan lockdown kencang supaya jangan sampai lepas," kata Benjamin, di Istana, Jakarta, Senin (2/2/2026) malam.

Benjamin menyampaikan, Thailand telah menerapkan aturan sangat ketat, membatasi sejak di bandara.

Baca juga: Waspada Virus Nipah, Warga Diminta Tak Konsumsi Buah yang Terbuka

"Tapi, India pun sudah langsung mem-block karena mereka kasusnya belum sampai 1.000 sih sejak tahun 1998. Jadi, dia tidak seperti Covid, tapi kalau tertular sangat infeksius," ujar dia.

"Tapi, kita bersyukur sampai hari ini belum sampai Indonesia, moga-moga jangan sampailah, kalau tidak sudah bisa sangat mengganggu," sambung Benjamin.

Meski begitu, Benjamin menekankan Kemenkes tetap waspada terhadap virus nipah.

Dia menyebut, pengendalian ketat terhadap virus nipah sangat penting untuk dilakukan.

"Maka karantina kesehatan kita harus kita perkuat. Maka saya setiap ke bandara di mana pun di Indonesia, saya selalu ke kita punya Balai Karantina Kesehatan. Saya mau cek di Cengkareng itu, di bandara Cengkareng Soetta itu di setiap terminal ada, baik kedatangan maupun keberangkatan. Jadi bagus saya perhatikan," papar dia.

Baca juga: Diminta Prabowo Awasi MBG, Wamenkes: Makanan Sudah Bagus, Bagaimana Stunting-nya?

Sementara itu, terkait gejala awal dari virus nipah, Benjamin membeberkan, orang yang tertular akan mengalami demam.

Hanya saja, virus nipah langsung menimbulkan infeksi berat ke paru.

"Menyebabkan pneumonia dan angka mortalitasnya tinggi, angka kematiannya tinggi. Jadi sangat membahayakan. Tapi, seluruh India baru dua orang itu dari 1,5 miliar penduduknya, jadi ya kita waspada lah," imbuh dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap tujuh temuan penting terkait infeksi virus nipah di Bengala Barat, India, yang melibatkan dua tenaga kesehatan muda.

Kedua kasus tersebut kini menjadi perhatian karena sumber penularannya belum diketahui secara pasti, meski WHO menilai risiko global masih rendah.

Informasi itu disampaikan melalui publikasi Disease Outbreak News (DONs) WHO yang dirilis pada 30 Januari 2026 dan dijelaskan oleh Adjunct Profesor Universitas Griffith Australia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, di Jakarta.

Prof. Tjandra menyampaikan bahwa dua kasus virus nipah yang banyak diperbincangkan melibatkan seorang pria dan seorang wanita berusia 20–30 tahun.

Baca juga: Kasus TBC di Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia, Prabowo Panggil Wamenkes yang Ahli Paru

Keduanya bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta di wilayah Barasat, Bengala Barat.

"Dua kasus ini tercatat dalam laporan resmi WHO dan perlu dicermati karena terjadi pada tenaga kesehatan,” ujar Prof. Tjandra, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, seperti dikutip dari Antara, Senin (2/2/2026).

Menurut laporan WHO, kedua perawat tersebut mulai menunjukkan gejala sakit berat pada akhir Desember 2025.

Mereka kemudian dirawat di rumah sakit pada awal Januari 2026.

Pada 13 Januari 2026, keduanya dinyatakan positif terinfeksi virus nipah setelah menjalani pemeriksaan di India National Institute of Virology (NIV) di Pune.

Baca juga: Kepada Prabowo, Abraham Samad Minta Kembalikan UU KPK Lama yang Direvisi Jokowi

Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode RT-PCR dan ELISA.

“Reputasi India National Institute of Virology memang sangat baik dan diakui secara internasional,” kata Prof. Tjandra.

Ia menambahkan bahwa Indonesia juga perlu memiliki institusi serupa dengan kapasitas diagnostik yang kuat.

Tag:  #wamenkes #sebut #virus #nipah #belum #sampai #indonesia #india #sangat #mematikan

KOMENTAR