Di Tengah Gejolak Dunia, China Punya Rencana Besar dengan Rusia
Menteri Luar Negeri China Wang Yi (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kiri) di sela-sela KTT Menteri Luar Negeri ASEAN di Vientiane, Laos, 25 Juli 2024.(AFP/TANG CHHIN SOTHY)
21:24
2 Februari 2026

Di Tengah Gejolak Dunia, China Punya Rencana Besar dengan Rusia

- Pemerintah China menyatakan bahwa hubungan bilateral dengan Rusia memiliki potensi untuk mencapai terobosan baru pada 2026.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuan dengan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu di Beijing, Minggu (1/2/2026), dalam rangkaian komunikasi strategis kedua negara.

"China bersedia bekerja sama dengan Rusia untuk memperdalam koordinasi strategis, dan mendorong hubungan China-Rusia untuk membuka terobosan baru di tahun yang baru," kata Wang, sebagaimana dilaporkan AFP.

Baca juga: Jejak Teknologi Rusia di Balik Kebangkitan Angkatan Laut China

Dalam pertemuan tersebut, Wang menekankan pentingnya kolaborasi erat antara kedua negara dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian.

Ia juga menegaskan perlunya kerja sama antara China dan Rusia dalam menjunjung multilateralisme serta mendorong dunia multipolar yang setara dan teratur.

Hubungan China dan Rusia tercatat semakin solid dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak invasi Moskwa ke Ukraina pada awal 2022.

Kerja sama ekonomi dan kontak diplomatik antara kedua negara pun terus ditingkatkan sebagai bagian dari kemitraan strategis.

Baca juga: Apa yang Akan Dilakukan China jika Iran Benar-benar Diserang AS?

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Sergei Shoigu saat masih menjabat Menteri Pertahanan, ketika menemui tentara Rusia yang sedang berlatih di Distrik Militer Barat bagi pasukan cadangan, luar kota Ryazan, 20 Oktober 2022.SPUTNIK/MIKHAIL KLIMENTYEV via AFP Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Sergei Shoigu saat masih menjabat Menteri Pertahanan, ketika menemui tentara Rusia yang sedang berlatih di Distrik Militer Barat bagi pasukan cadangan, luar kota Ryazan, 20 Oktober 2022.Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung di tengah klaim Amerika Serikat (AS) yang menyebut kesepakatan perdamaian antara Rusia dan Ukraina semakin mendekati titik temu.

Bersamaan dengan itu, sejumlah laporan menyebutkan bahwa utusan ekonomi utama Rusia tengah melakukan pembicaraan mendadak dengan pejabat AS di Florida terkait konflik tersebut.

Di sisi lain, China tetap memosisikan diri sebagai pihak netral dalam perang di Ukraina.

Beijing menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan bantuan senjata mematikan kepada pihak mana pun, tidak seperti yang dilakukan oleh Amerika dan negara-negara Barat.

Meski demikian, China tetap menjadi sekutu utama Rusia, baik secara politik maupun ekonomi.

Posisi tersebut menuai kritik dari negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang menilai China turut mendorong eskalasi perang karena tidak pernah secara terbuka mengecam agresi Rusia ke Ukraina.

Baca juga: Sejarah Kenapa China Disebut Tiongkok di Indonesia

Sumber: Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru

Tag:  #tengah #gejolak #dunia #china #punya #rencana #besar #dengan #rusia

KOMENTAR