Ironi Jalan ''Glowing'' Malaysia, Sempat Viral dan Dipuji, Kini Kandas Terbentur Biaya
Proyek jalan bercahaya di Malaysia(BERNAMA via FUTURA SCIENCES)
20:06
2 Februari 2026

Ironi Jalan ''Glowing'' Malaysia, Sempat Viral dan Dipuji, Kini Kandas Terbentur Biaya

– Ambisi Malaysia untuk memodernisasi infrastruktur pedesaan melalui teknologi jalan bercahaya dalam gelap (glow in the dark) akhirnya pupus. 

Proyek yang sempat mencuri perhatian publik karena nuansa futuristiknya ini dihentikan diam-diam setelah hanya bertahan satu tahun.

Padahal, teknologi ini awalnya digadang-gadang sebagai solusi inovatif untuk menekan angka kecelakaan di kawasan yang minim penerangan jalan.

Baca juga: Anwar Ibrahim Muncul di File Epstein, Malaysia Disebut Tambang Emas bagi Bank AS

Biaya selangit, 20 kali lipat marka normal

Dikutip dari Futura Sciences, penyebab utama penghentian proyek ambisius ini adalah masalah anggaran. 

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Malaysia mengonfirmasi bahwa program tersebut tidak akan diperluas ke wilayah lain.

Berdasarkan data Departemen Pekerjaan Umum, biaya pengadaan cat khusus tersebut mencapai 749 ringgit atau sekitar Rp 809.833 per meter persegi. 

Angka ini hampir dua puluh kali lipat lebih mahal dibandingkan harga marka jalan standar.

Awalnya, uji coba ini ditargetkan menyasar 15 lokasi di Selangor dan 31 lokasi di Johor. 

Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah hasil evaluasi menunjukkan proyek ini tidak menguntungkan secara finansial.

Baca juga: Geger, Pengurus FAM Malaysia Mundur Massal Usai Skandal Pemain Naturalisasi

Terkendala iklim tropis

Selain persoalan biaya, faktor alam menjadi tantangan berat bagi ketahanan cat fotoluminescent tersebut. 

Para ahli sempat memperingatkan bahwa iklim lembap Malaysia yang khas negara tropis dapat memperpendek usia pakai cat secara drastis.

Berdasarkan studi dalam International Journal of Pavement Research and Technology, lapisan fotoluminescent berisiko mengalami degradasi cepat.

Kondisi ini sering kali hanya dalam waktu 18 bulan akibat kondisi lingkungan yang ekstrem.

Baca juga: Ambisi Jalan Bercahaya Malaysia Kandas, Proyek Futuristik Hanya Bertahan Setahun

Sempat menjadi harapan warga

Ilustrasi jalan raya.SHUTTERSTOCK/THE MOLOSTOCK Ilustrasi jalan raya.

Padahal, saat segmen uji sepanjang 245 meter diluncurkan di daerah pedesaan dekat Semenyih, antusiasme masyarakat sangat tinggi. 

Para pengemudi memuji garis jalan yang tetap terlihat jelas meskipun dalam kondisi hujan lebat dan kabut.

Teknologi ini menggunakan cat strontium aluminat, serupa dengan yang diuji di Belanda dan Jepang yang mampu menyerap sinar matahari di siang hari dan memancarkan cahaya hingga sepuluh jam saat malam tanpa memerlukan listrik.

Gagasan ini awalnya dianggap tepat sasaran untuk menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas. 

Tercatat, lebih dari 6.000 jiwa setiap tahunnya di Malaysia, di mana mayoritas terjadi di jalan raya pedesaan yang gelap.

Baca juga: Malaysia Sulit Dukung Board of Peace Tanpa Jaminan Jelas Nasib Warga Palestina

Lebih pilih perbaiki jalan yang ada

Setelah melakukan evaluasi mendalam, pemerintah Malaysia menyimpulkan bahwa proyek ini tidak berkelanjutan. 

Alih-alih mengejar teknologi visual yang mahal, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan dana tersebut ke sektor yang lebih mendasar.

Pemerintah berpendapat, anggaran besar tersebut akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk memperbaiki lubang-lubang di jalan.

Peningkatan kualitas fondasi jalan yang sudah ada demi keamanan pengguna jalan, juga dianggap tak kalah pentingnya.

Tag:  #ironi #jalan #glowing #malaysia #sempat #viral #dipuji #kini #kandas #terbentur #biaya

KOMENTAR