Rusia dan China Kompak Mengecam Rencana AS Terkait Golden Dome
- Rusia dan China mengatakan bahwa rencana perisai pertahanan rudal Golden Dome yang digagas Presiden AS Donald Trump mengancam stabilitas strategis.
Menurut keduanya, Washington juga telah bertindak tidak bertanggung jawab karena tidak berupaya mencari pengganti perjanjian nuklir penting.
Kecaman itu disampaikan dalam pernyataan bersama Pemimpin China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat keduanya bertemu di Beijing, Rabu (20/5/2026), dilansir Reuters.
Baca juga: Trump Sudah Ancang-ancang Lawan China, Bidik dengan Golden Dome
Golden Dome bertentangan dengan stabilitas strategis
Program Golden Dome berencana untuk memperluas sistem pertahanan darat, seperti rudal pencegat, sensor, serta sistem komando dan kendali.
Sambil menambahkan elemen berbasis ruang angkasa yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan berpotensi menembak jatuh ancaman yang datang dari orbit.
Kemampuan tersebut mencakup jaringan satelit canggih dan senjata yang mengorbit.
Baca juga: Saingi AS, China Bikin Sistem Pertahanan Rudal Mirip Golden Dome Amerika
"Para pihak meyakini proyek Golden Dome AS, yang bertujuan untuk membangun sistem pertahanan rudal global, berlapis-lapis, dan tak terbatas untuk menghancurkan semua jenis rudal, di semua tahap penerbangannya dan sebelum diluncurkan, menimbulkan ancaman nyata terhadap stabilitas strategis," kata mereka.
"Rencana-rencana ini sepenuhnya bertentangan dengan prinsip utama menjaga stabilitas strategis, yang mensyaratkan keterkaitan antara senjata ofensif strategis dan senjata defensif strategis," lanjut pernyataan itu.
Baca juga: Jika Kanada Mau Jadi Negara Bagian AS, Trump Janjikan Akses Gratis ke Golden Dome
AS dianggap tak bertanggung jawab soal perjanjian nuklir
Barack Obama dan Dmitry Medvedev setelah menandatangani perjanjian New START di Praha.
China dan Rusia juga menyatakan penyesalan mereka atas "kebijakan tidak bertanggung jawab" AS yang membiarkan perjanjian pengendalian senjata New START.
New START (New Strategic Arms Reduction Treaty) adalah perjanjian bilateral antara AS dan Rusia mengenai pembatasan dan pengurangan senjata nuklir strategis yang ditandatangani pada 2010 dan pada 5 Februari 2026.
Rusia mengatakan pihaknya mendukung posisi China yang tidak ingin berpartisipasi dalam potensi pembicaraan pengendalian senjata nuklir AS-Rusia.
Baca juga: Trump Mau Bikin Pertahanan Rudal Golden Dome di Luar Angkasa, Begini Respons Kremlin
Kritikus AS yang menentang perpanjangan Perjanjian New Start menyebut Washington perlu membebaskan diri dari kontrol tersebut untuk memperhitungkan peningkatan pesat kemampuan nuklir China.
Moskwa dan Beijing menduga beberapa kekuatan nuklir memiliki rencana mengerahkan rudal jarak menengah dan pendek berbasis darat yang bisa mengancam negara lain.
Upaya beberapa negara untuk memposisikan "serangan rudal pendahuluan atau preventif dengan tujuan melumpuhkan dan melucuti senjata musuh, sangat mengganggu stabilitas dan menimbulkan ancaman strategis,” ujar mereka.
Baca juga: Sama-sama Sistem Pertahanan Rudal, Ini Perbedaan Golden Dome AS dan Iron Dome Israel
Pada Rabu (20/5/2026), Rusia menunjukkan apa yang mereka sebut sebagai rekaman pasukan yang mengirimkan hulu ledak nuklir ke sistem peluncur rudal Iskander-M bergerak, memuatnya, dan memindahkannya ke lokasi peluncuran sebagai bagian dari latihan nuklir besar-besaran di seluruh Rusia dan Belarus.
Rusia memperlihatkan apa yang diklaimnya sebagai rekaman pasukan yang mengantarkan hulu ledak nuklir ke sistem peluncur rudal Iskander-M yang dapat dipindahkan.
Itu dipindahkan ke lokasi peluncuran sebagai bagian dari latihan nuklir berskala besar yang digelar di seluruh wilayah Rusia dan Belarus.
Tag: #rusia #china #kompak #mengecam #rencana #terkait #golden #dome