Balita Kejang di Pesawat Citilink, IDAI Ingatkan Orangtua Soal Kesiapan Darurat Anak
Tangkapan layar video seorang penumpang bayi kejang di dalam pesawat Citilink. Aksi cepat dokter spesialis anak menyelamatkan balita kejang di pesawat Citilink menuai apresiasi IDAI dan menjadi pengingat penting bagi orangtua.(X)
19:48
2 Februari 2026

Balita Kejang di Pesawat Citilink, IDAI Ingatkan Orangtua Soal Kesiapan Darurat Anak

Sebuah video yang memperlihatkan balita mengalami kejang di dalam pesawat Citilink rute Jakarta–Bengkulu kembali viral di media sosial dan menyedot perhatian publik.

Peristiwa tersebut menyoroti risiko kondisi darurat medis pada anak yang dapat terjadi kapan saja, termasuk saat bepergian menggunakan pesawat.

Dalam rekaman video, seorang dokter spesialis anak terlihat bertindak cepat memberikan pertolongan pertama kepada balita berusia 22 bulan yang mengalami kejang akibat demam.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai kejadian ini sebagai pengingat penting bagi orangtua agar lebih siap menghadapi kondisi darurat pada anak saat bepergian.

Baca juga: Waspadai Demam Mendadak dan Cara Penularan Virus Nipah, Ini Kata Ahli Epidemiologi

Kronologi kejadian di dalam pesawat

Diberitakan Kompas.com pada Minggu (1/2/2026), berdasarkan keterangan PT Citilink Indonesia, insiden tersebut terjadi pada 4 Mei 2025 dalam penerbangan Citilink QG 990 rute Jakarta–Bengkulu.

Head of Corporate Secretary & CSR Division Citilink Indonesia, Tashia Scholz, menjelaskan bahwa balita berusia 22 bulan itu mulai mengalami kejang saat pesawat masih berada di darat dan proses boarding belum selesai.

“Kejadian ini terjadi ketika penumpang masih naik ke pesawat, dan seorang penumpang yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak segera memberikan pertolongan pertama dengan dukungan kru kabin,” ujar Tashia.

Dalam video yang beredar, terdengar ibu balita meminta tolong sambil mengaku tidak membawa obat, sementara kru pesawat tampak sigap memberikan tabung oksigen dan membantu penanganan darurat di kabin.

Baca juga: Anak Demam Setelah Imunisasi? Tak Perlu Panik, Ini Tips Dokter

Kondisi balita stabil, penerbangan tetap dilanjutkan

Setelah mendapat penanganan cepat, kondisi balita dilaporkan berangsur stabil.

Dokter yang menangani menyatakan bahwa anak tersebut layak melanjutkan penerbangan, dan orangtua balita juga menyampaikan keinginan untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju Bengkulu.

Citilink memastikan seluruh prosedur keselamatan dan pemeriksaan penumpang telah dilakukan sesuai ketentuan sebelum pesawat lepas landas.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan selalu menjadi prioritas utama kami,” kata Tashia.

Pesawat kemudian berangkat dari Jakarta pada pukul 10.45 WIB dan mendarat dengan selamat di Bengkulu pukul 11.50 WIB.

Baca juga: 10 Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang Menurut Dokter

IDAI apresiasi tindakan dokter spesialis anak

Menanggapi peristiwa tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan apresiasi tinggi atas tindakan cepat dan profesional dokter spesialis anak yang terlibat.

Ketua Umum IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, menyebut tindakan dr. Erly Meichory Viorika sebagai cerminan nyata komitmen profesi dokter anak dalam situasi darurat.

“Tindakan spontan, heroik, dan profesional ini menunjukkan bahwa dokter anak siap memberikan pertolongan kapan pun dan di mana pun, meski berada di luar fasilitas medis formal,” ujar Piprim dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa (2/2/2026).

Ia menegaskan bahwa kejang pada anak, terutama akibat demam, merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan respons cepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Baca juga: Ketahui Penyebab Kejang Demam pada Anak dan Penanganannya

Imbauan IDAI bagi orangtua

Menurut IDAI, insiden ini menjadi pengingat penting bagi orangtua yang bepergian bersama bayi atau anak.

“Kondisi darurat medis pada anak dapat terjadi tanpa direncanakan, sehingga orangtua perlu melakukan persiapan sebelum perjalanan,” kata Piprim.

IDAI mengimbau orangtua untuk:

  • Memeriksakan kondisi kesehatan anak sebelum bepergian jauh
  • Membawa obat-obatan pribadi yang diperlukan, terutama bagi anak dengan riwayat kejang atau demam
  • Mengetahui prosedur meminta bantuan darurat di moda transportasi yang digunakan

Peristiwa balita kejang di pesawat Citilink ini menjadi pengingat bahwa perjalanan bersama anak memerlukan persiapan ekstra, karena kondisi darurat dapat terjadi di waktu dan tempat yang tidak terduga.

Baca juga: Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Anak Kejang Demam?

Tag:  #balita #kejang #pesawat #citilink #idai #ingatkan #orangtua #soal #kesiapan #darurat #anak

KOMENTAR