Taklimat Prabowo di Rakornas Pusat-Daerah Diharap Jadi Momen Instrospeksi
- Anggota Komisi II DPR RI Azis Subekti meminta agar para pejabat pemerintahan baik pusat dan daerah, menjadikan taklimat Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 menjadi momen untuk introspeksi.
Azis menegaskan jangan sampai taklimat dari Presiden RI hanya menjadi rangkuman acara semata.
"Layak dibaca sebagai ajakan untuk berhenti sejenak dan bercermin. Apakah jabatan dijalankan sebagai amanah atau sekadar status. Apakah kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat atau hanya memenuhi prosedur. Dari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itulah kualitas pemerintahan diuji," ucap Azis, kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Politikus Partai Gerindra ini menegaskan, masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh seberapa besar rencana yang diumumkan, tetapi oleh seberapa jujur dan adil rencana itu dijalankan.
Baca juga: Kasus TBC di Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia, Prabowo Panggil Wamenkes yang Ahli Paru
"Jika taklimat Presiden hari ini benar-benar diserap dan diterjemahkan ke dalam kerja nyata, Rakornas ini dapat menjadi penanda pergeseran penting: dari negara yang sibuk membangun, menuju negara yang sungguh-sungguh dipercaya," imbuh dia.
Azis mengatakan, harapan bangsa tidak bertumpu pada figur semata, melainkan pada kesediaan seluruh aparatur negara untuk mengembalikan kekuasaan ke tujuan asalnya yakni menghadirkan Indonesia yang adil, layak, dan bermartabat bagi semua.
Menurut dia, taklimat Presiden Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah hari ini tidak datang dengan gegap gempita, melainkan Kepala Negara menyampaikannya dengan nada tenang dan sederhana.
"Justru dalam kesederhanaan itulah pesannya menjadi relevan, rakyat mendambakan pemimpin yang jujur dan adil. Sebuah pernyataan yang terdengar elementer, tetapi terasa mendesak dalam situasi kebangsaan hari ini," ucap dia.
Ia menilai, taklimat Presiden RI dibaca sebagai pengakuan atas kenyataan bahwa tantangan terbesar pemerintahan saat ini bukan kekurangan gagasan, melainkan krisis keteladanan.
"Bukan ketiadaan aturan, tetapi lemahnya konsistensi dalam menjalankan aturan. Seruan tentang kejujuran dan keadilan menjadi penting karena ia menyentuh inti persoalan, bukan gejalanya," kata dia.
Baca juga: Prabowo Bertemu Dirut Garuda dan CEO Embraer di Istana, Bahas Apa?
Selain itu, rakornas yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah ini dinilai harus menjadi ruang penyelarasan arah.
Azis mengatakan, penyelarasan arah itu tidak cukup berhenti pada target dan angka tetapi harus dimaknai sebagai pembagian tanggung jawab antara pusat dan daerah.
"Bagaimana negara hadir secara setara bagi warganya, tanpa memandang wilayah, posisi, atau kedekatan kekuasaan. Otonomi daerah, dalam pengertian ini, adalah amanah pelayanan, bukan sekadar kewenangan administratif," lanjut dia.
Selain itu, ia menyoroti penegasan Presiden Prabowo tentang persatuan dalam keberagaman.
Di tengah meningkatnya polarisasi sosial dan mudahnya identitas dipolitisasi, kata dia, persatuan tidak bisa dibangun hanya dengan seruan.
Menurut dia, perlu juga ada kehadiran negara yang adil dan konsisten.
"Warga merasa bersatu bukan karena slogan, tetapi karena pengalaman konkret diperlakukan setara oleh negara. Sikap politik luar negeri yang tetap bebas dan aktif, tidak terikat pada kepentingan blok mana pun, memberi pesan penting yang seharusnya bergema ke dalam negeri. Kedaulatan di luar tidak akan utuh tanpa kedaulatan moral di dalam," tambah dia.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin pagi.
Rakornas ini dihadiri oleh sekitar 4.487 peserta.
Baca juga: Arahan Prabowo ke BGN soal MBG, Kejar Target dan Tingkatkan Kualitas
Mereka terdiri atas unsur pimpinan kementerian/lembaga, gubernur, bupati, dan wali kota, pimpinan DPRD, serta unsur Forkopimda dari seluruh Indonesia.
Salah satu arahan Prabowo adalah agar para kepala daerah seluruh Indonesia tidak menjadi pemimpin yang lugu.
"Kita juga harus menjadi pemimpin yang tidak lugu, kita harus menjadi pemimpin yang waspada, kita harus jadi pemimpin yang mengerti, yang tahu situasi," tegas Prabowo.
Prabowo menegaskan, masyarakat Indonesia tidak menyukai pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan pribadinya.
Masyarakat Indonesia, kata Prabowo, berharap memiliki pemimpin yang baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan warganya.
"Mereka (masyarakat Indonesia) tidak suka pemimpin yang hanya memajukan kepentingan pribadinya saja," tegas Prabowo saat menyampaikan taklimatnya, Senin.
Tag: #taklimat #prabowo #rakornas #pusat #daerah #diharap #jadi #momen #instrospeksi