Penjualan Mobil Baru Lesu, Industri Ban Putar Arah Cari Pertumbuhan Baru
Ilustrasi pabrik Hankook di Indonesia. (Istimewa)
21:20
2 Februari 2026

Penjualan Mobil Baru Lesu, Industri Ban Putar Arah Cari Pertumbuhan Baru

Perlambatan industri otomotif nasional sepanjang 2024–2025 ikut menekan rantai industri turunannya. Mulai dari komponen kendaraan penunjang TKDN hingga sektor ban, ikut terdampak.

Penjualan mobil baru yang belum sepenuhnya pulih membuat banyak pelaku industri harus mengubah strategi, mencari ceruk pasar baru agar tetap bertahan di tengah daya beli yang tertahan dan ketidakpastian ekonomi global.

Di tengah situasi tersebut, PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) mengklaim mencatat pertumbuhan penjualan signifikan sepanjang 2025. Perusahaan mengklaim penjualannya meningkat hingga 130 persen di pasar domestik.

Capaian ini menjadi catatan menarik di tengah kondisi pasar otomotif yang cenderung stagnan dan menunjukkan bahwa industri komponen masih memiliki ruang tumbuh, meski dengan strategi yang lebih selektif.

Pertumbuhan tersebut disebut didorong oleh pergeseran permintaan konsumen ke ban berukuran besar (di atas 18 inci) serta ban untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Tren ini diyakini sejalan dengan perubahan pola konsumsi otomotif nasional, di mana segmen SUV dan kendaraan elektrifikasi relatif lebih tahan dibandingkan pasar mobil konvensional entry level yang mengalami tekanan cukup dalam.

Memasuki 2026, Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia, Bartek (Byunghak) Choi, menegaskan bahwa strategi perusahaan diarahkan pada segmen berpertumbuhan tinggi dan produk bernilai tambah.

“Kami tetap optimis terhadap prospek industri ban di Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Pertumbuhan signifikan permintan ban kendaraan listrik hingga akhir 2025 menjadi fondasi kuat, dengan produk premim seperti Hankook iON untuk EV dan Dynapro di segmen SUV diproyeksikan sebagai pendorong utama pertumbuhan," ujar dia melalui keterangannya.

Hankook melihat tren ini sebagai salah satu penopang utama kinerja 2025 dan prospek menuju 2026. Segmen replacement disebut mencatat kinerja yang sangat positif dan berperan penting dalam menjaga arus pendapatan di tengah perlambatan pasar kendaraan baru.

Selain itu, segmen kendaraan niaga, khususnya ban truk dan bus (Truck and Bus Radial/TBR), juga menjadi kontributor strategis. Di tengah kebutuhan logistik dan transportasi publik yang tetap berjalan, permintaan ban kendaraan niaga relatif lebih stabil dibandingkan pasar mobil penumpang.

Sementara dari sisi produksi, PT Hankook Tire Indonesia (HTI) memegang peran penting sebagai basis manufaktur ban radial mobil penumpang di kawasan Asia Tenggara. Pabrik Hankook di Cikarang menjadi salah satu tulang punggung produksi global, meski industri manufaktur nasional juga menghadapi tantangan biaya energi, logistik, dan fluktuasi permintaan ekspor.

Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, menekankan pentingnya konsistensi kualitas dan efisiensi proses produksi.

“HTI terus memperkuat kapabilitas manufaktur melalui penerapan standar kualitas global, keselamatan kerja, serta perbaikan berkelanjutan. Upaya ini memastikan produk buatan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional sekaligus mendukung rantai pasok global Hankook,” katanya dalam kesempatan yang sama.

 

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #penjualan #mobil #baru #lesu #industri #putar #arah #cari #pertumbuhan #baru

KOMENTAR