Baju yang Cocok untuk Mendaki Gunung, Bukan Hanya untuk Gaya-gayaan!
Seorang Pendaki di Puncak Merah Putih Gunung Giyanti via Malanggaten, Magelang, Jawa Tengah (8/10/2025).(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)
15:07
24 Januari 2026

Baju yang Cocok untuk Mendaki Gunung, Bukan Hanya untuk Gaya-gayaan!

Mendaki gunung bukan hanya soal stamina dan peralatan teknis. Salah satu faktor penting yang sering diabaikan adalah pemilihan pakaian yang tepat.

Selain berpengaruh pada kenyamanan, pakaian juga berkaitan langsung dengan keamanan, terutama saat terjadi kondisi darurat.

Ramli Prasetio, Humas Basarnas Jakarta, menekankan bahwa pendaki sangat disarankan menghindari pakaian berwarna gelap dan memilih pakaian yang mendukung visibilitas serta keselamatan.

Baju yang pas untuk pendakian

Berikut ini adalah baju yang pas untuk pendakian gunung:

1. Prioritaskan warna terang untuk mempermudah proses SAR

Basarnas menegaskan bahwa warna pakaian sangat menentukan keberhasilan pencarian search and rescue (SAR) ketika terjadi insiden.

Warna terang seperti oranye, merah, kuning, atau biru cerah lebih mudah terlihat dari kejauhan, baik oleh tim SAR darat maupun udara.

Sebaliknya, warna gelap cenderung menyatu dengan lanskap alam seperti pepohonan, tanah, atau bebatuan, sehingga menyulitkan proses pencarian.

2. Pakaian yang mendukung visibilitas dalam kondisi darurat

Kabut, hujan, dan cahaya yang meredup dapat membuat pendaki sulit terlihat. Pakaian warna terang meningkatkan kontras terhadap alam sekitar, membantu tim SAR menemukan posisi pendaki lebih cepat saat tersesat, cedera, atau menghadapi cuaca ekstrem.

3. Pilih material yang tepat: Cepat kering dan bernapas

Selain warna, bahan pakaian juga menjadi faktor penting.

Ilustrasi Pendakian Gunung. Pentingnya menghindari pakaian berwarna gelap.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Ilustrasi Pendakian Gunung. Pentingnya menghindari pakaian berwarna gelap.

Pendaki dianjurkan memilih:

  • Bahan quick-dry (cepat kering)
  • Lapisan bernapas (breathable layer)
  • Lengan panjang untuk perlindungan dari angin, sinar matahari, dan tumbuhan tajam

Pakaian gelap sering menyerap panas lebih banyak, membuat tubuh cepat berkeringat dan kehilangan cairan.

Kondisi ini dapat memicu dehidrasi hingga kelelahan panas. Lebih jauh, tubuh yang basah dan tiba-tiba terkena udara dingin dapat meningkatkan risiko hipotermia.

4. Gunakan warna dan desain yang tidak menarik serangga

Beberapa serangga seperti nyamuk, lebah, dan tawon cenderung tertarik pada warna gelap. Menggunakan pakaian terang dapat membantu mengurangi risiko gigitan atau serangan serangga, terutama di jalur yang melewati hutan lebat atau kawasan lembap.

5. Mudah terlihat kamera drone dan peralatan optik saat pencarian

Dalam operasi penyelamatan modern, tim SAR sering mengandalkan drone dan kamera optik. Pakaian berwarna kontras dengan alam akan lebih mudah terdeteksi dalam rekaman udara.

Ini membuat proses pencarian lebih cepat dan mengurangi risiko fatalitas bagi pendaki yang mengalami insiden.

Rekomendasi pakaian mendaki menurut Basarnas

Ramli Prasetio menyampaikan bahwa pakaian ideal untuk pendaki gunung adalah:

  • Berwarna terang atau netral
  • Berbahan cepat kering (quick-dry)
  • Berbahan breathable
  • Lengan panjang
  • Dilengkapi pelindung serangga (insect repellent)
  • Dapat digunakan sebagai layering (lapisan) sesuai kondisi cuaca

Kesimpulan

Pemilihan pakaian bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal keselamatan. Warna dan jenis bahan yang dipilih dapat menentukan seberapa cepat pendaki ditemukan ketika terjadi kondisi darurat.

Dengan pakaian yang tepat (berwarna terang, cepat kering, dan aman) pendakian tidak hanya lebih nyaman, tetapi juga jauh lebih aman.

Tag:  #baju #yang #cocok #untuk #mendaki #gunung #bukan #hanya #untuk #gaya #gayaan

KOMENTAR