MRT Kembangan–Balaraja Disebut Bakal Dongkrak Konektivitas dan Tumbuhkan Ekonomi Baru di Tangerang Raya
Pengembangan jalur MRT lintas timur–barat yang akan menghubungkan Kembangan hingga Balaraja di Tangerang dinilai bukan hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan barat Jakarta dan Banten.
Proyek ini digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas lintas provinsi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Presiden Direktur Paramount Land, M Nawawi, mengatakan bahwa MRT rute Kembangan–Balaraja berpotensi menjadi model transportasi berkelanjutan bagi kota-kota lain di Indonesia.
Baca juga: 7 Rekomendasi Wisata dan Kuliner di Sekitar Stasiun MRT, Apa Saja?
“Kami menilai MRT Kembangan–Balaraja ini meningkatkan kualitas hidup serta bisa jadi model pengembangan transportasi berkelanjutan di kota lain,” ujarnya di Tangerang, Kamis.
Terhubung ke Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), rute MRT baru ini juga akan terkoneksi dengan dua proyek utama Paramount Land, yakni Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.
Keberadaan MRT, kata Nawawi, akan memberi nilai tambah signifikan bagi kawasan sekitar, terutama untuk proyek-proyek di Kabupaten Tangerang.
Baca juga: Mau Kulineran ke Blok M? Ini Cara Termudah ke Sana Naik KRL, MRT, TransJakarta
Paramount Land menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah dan PT MRT Jakarta dalam proses perencanaan serta pengembangan infrastruktur sesuai visi pembangunan jangka panjang perusahaan.
Mereka juga terlibat dalam tiga fokus kajian: kelembagaan, keuangan, serta teknis yang meliputi trase dan aspek pendukung lainnya.
30 km jalur layang, 14 stasiun, dan depo di Balaraja
Proyek MRT Kembangan–Balaraja direncanakan memiliki panjang lintasan sekitar 30 kilometer dengan 14 stasiun dan satu depo utama yang berlokasi di Balaraja.
Seluruh konstruksi dirancang menggunakan jalur melayang (elevated) agar lebih efisien dan minim hambatan terhadap lalu lintas eksisting.
Ilustrasi MRT Jakarta.
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam membangun kota yang terkoneksi dengan sistem transportasi massal yang efisien, nyaman, dan berkelanjutan,” kata Nawawi.
Ia menambahkan bahwa pembangunan MRT ini akan mendorong pemerataan dan pertumbuhan wilayah, khususnya di Tangerang Raya dan Banten.
Diperkuat kerja sama Pemerintah DKI Jakarta dan Banten
Penandatanganan nota kesepahaman antara PT MRT Jakarta dan sejumlah pengembang dilakukan di Balai Kota DKI Jakarta, dengan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menegaskan bahwa penjajakan kerja sama tersebut merupakan wujud komitmen untuk mempercepat interkoneksi MRT dengan moda transportasi publik lainnya.
“Ini bentuk nyata dari mandat yang diberikan kepada kami untuk membangun dan mengembangkan sistem perkeretaapian perkotaan modern yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sinergi lintas pemerintahan untuk tingkatkan daya saing wilayah
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai kerja sama ini sebagai bagian penting dari sejarah pengembangan MRT lintas provinsi. Ia meyakini proyek ini akan memberikan manfaat besar bagi aspek pembiayaan maupun perencanaan.
“Proyek ini mampu memperkuat ekosistem ekonomi kawasan serta menegaskan peran Jakarta sebagai kota global,” kata Pramono.
Baca juga: Bayar MRT Jakarta Bisa Pakai Gantungan Kunci Allride, Ini Caranya
Senada dengan itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan pengembangan kawasan sekitar rute MRT, terutama di Tangerang Raya.
Ia berharap proyek ini dapat menjadi momentum peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal.
“Transportasi terintegrasi seperti MRT adalah fondasi peningkatan daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Tag: #kembanganbalaraja #disebut #bakal #dongkrak #konektivitas #tumbuhkan #ekonomi #baru #tangerang #raya