Gates Foundation Kekeuh Tingkatkan Bantuan Kesehatan Luar Negeri meski Pemerintah AS Tarik Dukungan secara Masif
Bill Gates berbicara dalam Konferensi Penggalangan Dana Ketujuh Global Fund di New York (The Guardian)
22:39
5 Februari 2026

Gates Foundation Kekeuh Tingkatkan Bantuan Kesehatan Luar Negeri meski Pemerintah AS Tarik Dukungan secara Masif

- Gates Foundation, salah satu lembaga filantropi kesehatan global terbesar di dunia, mempertegas komitmennya terhadap pendanaan bantuan kesehatan luar negeri di tengah pemangkasan besar‑besaran bantuan asing oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) dan donor utama lainnya. 

Langkah strategis ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam dinamika bantuan pembangunan internasional global dan menimbulkan respons berantai di komunitas kesehatan dunia.

Dilansir dari Fortune, Kamis (5/2/2026), kepala eksekutif Gates Foundation Mark Suzman menyatakan lembaganya tidak akan mengubah arah meskipun terjadi pengurangan tajam dalam pendanaan bantuan luar negeri. Yayasan itu kini akan memfokuskan setidaknya 70 persen dari total pendanaannya selama dua dekade ke depan untuk mengakhiri kematian ibu dan anak yang dapat dicegah serta mengendalikan penyakit menular utama. 

Dalam surat tahunan yang memuat pembaruan strategi yayasan, Suzman menegaskan bahwa Gates Foundation tidak akan mengadopsi prioritas baru, melainkan tetap fokus pada tiga tujuan inti yang telah ditetapkan.

"Kami tidak hanya menolak mengambil prioritas baru, tetapi secara aktif mempersempit fokus kami pada tiga tujuan inti," ujarnya kepada The Associated Press, menekankan strategi yayasan untuk tetap konsisten di tengah pengurangan besar‑besaran bantuan luar negeri.

Suzman juga mengakui bahwa pemotongan dana bantuan luar negeri oleh banyak negara donor, termasuk Amerika Serikat, akan menimbulkan tantangan serius bagi kesehatan dan pembangunan global. Namun, dia tetap optimistis akan perubahan ke depan.

"Kondisi ini akan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan dan pembangunan global untuk beberapa tahun ke depan, tetapi prioritas bisa bergeser. Utang bisa direstrukturisasi. Kedermawanan bisa kembali."

Tak hanya itu, Suzman secara spesifik menyatakan, "Kami jelas belum kehilangan harapan bahwa AS akan tetap terlibat dalam jangka menengah dan panjang sebagai pemimpin dalam kesehatan global," ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan keyakinan yayasan bahwa dukungan AS, meskipun berkurang, masih bisa dimobilisasi kembali. 

Pemotongan dana pemerintah AS terhadap program bantuan luar negeri dan kesehatan global tahun ini menciptakan ketidakpastian. Misalnya, keputusan AS untuk tidak mendanai kembali Gavi, aliansi vaksin dunia, menunjukkan perubahan strategi besar dalam pendanaan bantuan luar negeri. 

Namun, AS tetap berkomitmen pada Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria, lembaga internasional yang secara historis menjadi pendukung terbesar dalam upaya memerangi HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria.

Strategi baru Gates Foundation juga mencakup penghentian beberapa program yang tidak lagi dianggap strategis dalam konteks kebutuhan global saat ini. Yayasan akan menghentikan program yang memperluas akses layanan keuangan digital di Afrika sub‑Sahara dan Asia Selatan karena diyakini targetnya akan tercapai pada 2030, serta program mobilitas ekonomi di Amerika Serikat yang dimulai dengan komitmen USD 460 juta (sekitar Rp 7,76 triliun dengan kurs Rp 16.810 per dolar AS). 

Namun, ada upaya berkelanjutan dalam bentuk kolaborasi teknologi dan kesehatan. Yayasan menginisiasi kerja sama dengan entitas teknologi untuk mengembangkan perangkat kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan memperluas jangkauan tenaga kesehatan di negara berkembang, terutama di Rwanda. Suzman menyatakan bahwa yayasan mencari solusi teknologi yang dapat bekerja secara terpadu dan terbuka, sehingga akses dapat lebih luas tanpa tergantung pada satu penyedia saja.

Dari perspektif global, langkah Gates Foundation muncul ketika banyak pemimpin kesehatan memperingatkan bahwa penurunan bantuan pembangunan internasional resmi (official development assistance/ODA) bisa menyebabkan konsekuensi kemanusiaan serius. Studi terbaru memperkirakan bahwa pemotongan bantuan kesehatan global oleh negara donor besar dapat menimbulkan jutaan kematian tambahan pada anak-anak dan orang dewasa di negara berpenghasilan rendah.

Langkah yayasan ini bukan sekadar respons atas perubahan kebijakan pemerintah AS, tetapi juga panggilan terhadap komunitas internasional untuk mempertahankan fokus pada kesehatan global sebagai agenda kemanusiaan utama. Ini mencerminkan tantangan dan peluang dalam menghadapi kebutuhan kesehatan dunia yang terus meningkat. 

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #gates #foundation #kekeuh #tingkatkan #bantuan #kesehatan #luar #negeri #meski #pemerintah #tarik #dukungan #secara #masif

KOMENTAR