Mantan Pangeran Inggris Andrew Tinggalkan Royal Lodge Windsor di Tengah Gelombang Baru Kontroversi Epstein
Halaman depan surat kabar Inggris The Sun dan The Sunday Telegraph menampilkan foto Andrew Mountbatten‑Windsor, mantan Pangeran Inggris, di tengah sorotan global terkait dokumen baru Epstein files. (Foto: CBS News)
20:21
5 Februari 2026

Mantan Pangeran Inggris Andrew Tinggalkan Royal Lodge Windsor di Tengah Gelombang Baru Kontroversi Epstein

 

— Mantan anggota keluarga kerajaan Inggris, Andrew Mountbatten‑Windsor, sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew secara resmi telah meninggalkan kediamannya di Royal Lodge, Windsor. 

Keputusan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan publik dan hukum menyusul dirilisnya dokumen baru yang mengaitkan namanya dengan jaringan predator seksual Jeffrey Epstein. Hal ini menandai salah satu titik penting terbaru dalam skandal global yang telah lama mencoreng reputasi monarki Inggris.

Andrew, yang kini berusia 65 tahun dan merupakan adik Raja Charles III, diketahui meninggalkan Royal Lodge pada Senin (2/2) malam waktu setempat, lebih cepat dari jadwal yang diumumkan sebelumnya. 

Langkah ini dilakukan setelah keluarnya jutaan halaman dokumen dan foto yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), yang memperlihatkan detail hubungan dan komunikasi yang sebelumnya tidak dipublikasikan antara Andrew dan Epstein. Dokumen dan foto‑foto itu kembali menghidupkan sorotan internasional terhadap perannya dalam jaringan yang dipimpin Epstein.  

Menurut laporan berbagai media internasional, Andrew saat ini sedang tinggal sementara di Wood Farm Cottage, sebuah rumah di Sandringham Estate milik pribadi Raja Charles di Norfolk, Inggris timur, sambil menunggu renovasi tempat tinggal permanennya selesai. Sandringham merupakan properti pribadi Raja, berbeda dengan Royal Lodge yang merupakan properti mahkota yang dikelola oleh Crown Estate.  

Dilansir dari CBS News, Kamis (5/2/2026), perpindahan Andrew terjadi hanya beberapa hari setelah DOJ merilis dokumen baru yang mencakup surat tahun 2011 dari seorang pengacara. Surat itu mewakili seorang exotic dancer dan menyebutkan bahwa pada sebuah pesta di kediaman Epstein, “Mr. Epstein dan Pangeran Andrew kemudian memberitahu klien saya bahwa mereka ingin melakukan threesome.”

Surat tersebut juga menyebut bahwa setelah urusan itu, keduanya mengundang perempuan itu untuk ikut dalam perjalanan ke Virgin Islands, namun ia menolak dan kemudian diantarkan kembali ke klub tempat ia bekerja. 

 

Selain itu, dokumen itu juga memuat percakapan yang diduga terjadi antara Andrew dan Epstein pada 2010, di mana Andrew mengundang Epstein untuk makan malam di Istana Buckingham, dan Epstein dalam balasannya mengatakan bahwa ia sedang bersama beberapa perempuan dan “akan membawa mereka semua agar suasana lebih hidup.” Percakapan ini semakin memperdalam kontroversi atas hubungan keduanya.  

Investigasi Polisi Inggris dan Tuduhan Baru

Di Inggris, Thames Valley Police, kepolisian yang bertugas di wilayah Thames Valley, mengonfirmasi bahwa mereka sedang menilai laporan terbaru yang menyatakan bahwa Epstein pernah mengirim seorang perempuan ke Inggris pada 2010 untuk melakukan dugaan hubungan seksual dengan Andrew di Royal Lodge. 

Jika tuduhan ini terbukti, peristiwa tersebut akan menjadi kasus pertama yang melibatkan dugaan aktivitas seksual di salah satu kediaman resmi kerajaan Inggris.

Menanggapi update kasus ini, pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka “sangat serius dalam menangani laporan kejahatan seksual” dan mendorong siapa pun yang memiliki informasi untuk segera melapor. Meski demikian, hingga kini bukti formal dari pengacara atau korban terkait tuduhan tersebut belum diserahkan secara langsung kepada polisi.  

Tekanan Politik dan Permintaan Kesaksian

Krisis ini juga mendapatkan respons dari lingkungan politik. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyerukan agar Andrew bekerja sama dengan penyelidik dan bersedia memberikan kesaksian bila diminta, dengan alasan bahwa hal itu diperlukan demi keadilan bagi para korban. 

Sementara itu, seorang penyintas dari jaringan Epstein, Lisa Phillips, menyatakan kepada BBC bahwa jika Andrew bersedia bersaksi, itu akan menjadi hal yang sangat berarti bagi para korban yang menunggu keadilan dan kejelasan atas peristiwa yang terjadi dua dekade lalu.  

Sejarah Tuduhan Kasus dan Dampaknya terhadap Monarki Inggris

Andrew diketahui telah lama membantah semua tuduhan keterlibatannya dengan Epstein. Meski demikian, tuduhan awal oleh Virginia Giuffre yang menyatakan bahwa ia diperdagangkan untuk melakukan hubungan seksual dengan Andrew ketika masih di bawah umur membawa Andrew ke mediasi dan penyelesaian hukum pada 2022, di mana ia membayar sekitar 16 juta dolar AS, atau sekitar ± Rp 268,9 miliar (dengan kurs Rp 16.810 per dolar AS). Giuffre kemudian meninggal dunia pada 2025.  

Menanggapi konflik dan tekanan publik yang terus memuncak, pada Oktober 2025, Raja Charles III resmi mencabut gelar kerajaan Andrew, termasuk hak‑hak dan tugas kerajaan yang melekat pada nama serta gelarnya. Ini merupakan bagian dari upaya monarki untuk menjauhkan institusi dari skandal yang berkepanjangan dan terus menjadi konsumsi publik internasional.  

Realitas Baru bagi Sang Mantan Pangeran

Perpindahan Andrew dari Royal Lodge tidak hanya simbol perubahan fisik, tetapi juga menandai fase baru dalam krisis yang telah berlangsung bertahun‑tahun. Meski ia masih tinggal di properti keluarga kerajaan, pengalihan tempat tinggal ini dilakukan di bawah sorotan global yang intens, di mana setiap langkahnya dipantau ketat oleh media, analis hukum, dan publik internasional.

Kasus ini tidak hanya menggambarkan dampak pribadi bagi satu individu, tetapi juga tekanan yang lebih luas terhadap institusi monarki dalam era di mana akuntabilitas publik dan transparansi hukum menjadi tuntutan tak terelakkan. 

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #mantan #pangeran #inggris #andrew #tinggalkan #royal #lodge #windsor #tengah #gelombang #baru #kontroversi #epstein

KOMENTAR