Waspadai Sengatan Listrik, Ini Protokol Aman Saat Banjir
Ilustrasi listrik. (Unsplash/Kelly Sikkema)
21:36
5 Februari 2026

Waspadai Sengatan Listrik, Ini Protokol Aman Saat Banjir

Masuknya musim penghujan selalu diikuti oleh kekhawatiran klasik mengenai banjir.

Namun, statistik menunjukkan bahwa korban jiwa dalam peristiwa banjir tidak hanya disebabkan oleh arus air, melainkan akibat kegagalan sistem kelistrikan hunian.

Air yang bersifat konduktif mampu menghantarkan arus listrik dari kabel yang terkelupas atau stop kontak rendah ke seluruh ruangan yang tergenang.

Baca juga: Punya Rumah di Bali dengan Listrik 150.000 Watt, Hashim Tak Rela Rakyat Tinggal di Gubuk

Kondisi lembap yang ekstrem pada dinding rumah juga dapat memicu arus bocor yang tak terlihat, namun mematikan saat tangan manusia menyentuh permukaan tersebut.

Protokol Darurat Sebelum Genangan Tinggi

Langkah pertama yang mutlak dilakukan saat air mulai merayap masuk ke area permukiman adalah memutus aliran dari sumbernya.

1. Lumpuhkan Panel Utama

Mematikan aliran listrik dari panel utama (MCB pusat) adalah satu-satunya cara memastikan tidak ada arus sisa yang terjebak di dalam instalasi rumah.

Namun perlu dicatat jika panel listrik sudah terlanjur terendam atau berada di area yang sulit dijangkau saat air meninggi, jangan memaksakan diri.

Baca juga: Kenapa Tiba-tiba AC di Rumah Jadi Boros Listrik? Ketahui Penyebabnya

Segera hubungi petugas PLN atau otoritas berwenang untuk pemutusan jalur luar.

2. Sterilisasi Peralatan Elektronik

Peralatan yang sudah terendam air secara otomatis menjadi "bom waktu". Meski air sudah surut, komponen dalam peralatan elektronik seringkali masih menyimpan kelembapan atau arus statis.

Jangan pernah menyalakan kembali televisi, kulkas, atau mesin cuci tanpa melalui pemeriksaan teknisi profesional.

Pasca-Banjir: Bahaya yang Tersisa di Balik Dinding

Setelah banjir surut, aktivitas bersih-bersih rumah seringkali dilakukan secara terburu-buru. Padahal, ini adalah fase yang paling rawan.

Stop kontak yang terlihat kering di permukaan mungkin masih menyimpan air di bagian dalamnya.

Baca juga: ITS Indonesia Bidik 10.000 Bus Listrik Beredar di Jakarta Tahun 2030

Sangat disarankan untuk melakukan pengecekan instalasi kabel di area-area rendah. Kabel yang terendam air kotor (banjir) berisiko mengalami degradasi isolasi lebih cepat.

Pastikan Anda selalu menggunakan alas kaki berbahan karet (isolator) saat beraktivitas di dalam rumah pasca-banjir guna meminimalisir risiko jika terjadi arus bocor yang tidak terdeteksi.

Evolusi Proteksi: Dari MCB ke Sistem Anti-Setrum

Mayoritas rumah di Indonesia masih hanya mengandalkan Miniature Circuit Breaker (MCB).

Padahal, MCB hanya bertugas memutus aliran jika terjadi beban berlebih atau korsleting (hubungan arus pendek).

MCB tidak dirancang untuk melindungi manusia dari sengatan listrik akibat arus bocor.

Di sinilah pentingnya Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) atau yang lebih dikenal sebagai RCCB/RCBO.

Perangkat ini bekerja dengan mendeteksi selisih arus; jika ada arus yang bocor misalnya melalui tubuh manusia ke tanah, perangkat ini akan memutus aliran dalam hitungan milidetik.

Baca juga: Nambah Lagi, 204 Investor Kepincut Proyek Sampah Disulap Listrik

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menekankan bahwa keselamatan listrik adalah fondasi utama hunian yang aman.

Dia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik dan memastikan instalasi serta perangkat proteksi di rumah menggunakan produk kelistrikan yang asli dan berkualitas.

"Peningkatan kesadaran dan penerapan sistem kelistrikan yang tepat dapat membantu melindungi lebih banyak keluarga dari risiko sengatan listrik,” tegas Martin, dikutip Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

Salah satu solusi yang jamak digunakan pada hunian modern adalah RCCB Domae. Perangkat ini hadir dengan dua spesifikasi utama.

Baca juga: Proyek Sampah Jadi Listrik Meluncur November, Libatkan 192 Perusahaan

Sensitivitas 30 mA yang dirancang khusus untuk memproteksi manusia dari risiko sengatan listrik, dan Sensitivitas 300 mA yang ditujukan untuk mendeteksi arus bocor yang berpotensi memicu percikan api dan kebakaran.

Jadi, menghadapi musim hujan bukan sekadar soal menyediakan pompa air atau meninggikan perabotan.

Keamanan sejati terletak pada sistem proteksi yang mampu bekerja secara otomatis saat logika manusia kalah oleh kepanikan di tengah bencana.

Investasi pada perangkat proteksi arus sisa seperti RCCB adalah bentuk asuransi nyawa bagi seluruh penghuni rumah di tengah ketidakpastian iklim saat ini.

Tag:  #waspadai #sengatan #listrik #protokol #aman #saat #banjir

KOMENTAR