Diisukan Jadi Calon Ketua OJK, Misbakhun: Saya Tidak Berandai-andai
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (tengah) memimpin uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di ruang Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
22:27
5 Februari 2026

Diisukan Jadi Calon Ketua OJK, Misbakhun: Saya Tidak Berandai-andai

Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mukhamad Misbakhun buka suara soal kabar yang menyebut dirinya akan menjadi calon Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terkait kabar itu, ia mengaku tidak mau berandai-andai.

Bahkan, ia juga mengaku belum tahu karena sejauh ini partainya masih menugaskan dirinya sebagai Ketua Komisi XI DPR RI.

"Saya belum tahu (dicalonkan sebagai Ketua OJK). Sampai saat ini tugas partai saya, saya adalah Ketua Komisi XI," kata Misbakhun kepada awak media di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Kamis (5/2).

"Tugas dari partai saya, Ketua Umum saya menugaskan saya Ketua Komisi XI," tambahnya.

Saat ditanya lebih lanjut apakah dirinya akan menerima posisi baru jika ditunjuk sebagai Ketua OJK. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya tidak ingn berandai-andai.

"Saya tidak berandai-andai," tukasnya singkat.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan proses pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera berjalan. Saat ini, Kementerian Keuangan telah mengirimkan surat kepada sejumlah pihak untuk mengusulkan perwakilan yang akan duduk sebagai anggota pansel.

Purbaya menyebut, surat tersebut dikirimkan kepada Bank Indonesia (BI) serta institusi terkait lainnya yang akan terlibat dalam susunan Pansel OJK.

“Ini kami sedang mengirim surat ke BI dan pihak-pihak terkait untuk mengirimkan perwakilan sebagai anggota Pansel,” kata Purbaya kepada awak media usai menghadiri Indonesia Economic Summit 2026, ditulis Rabu (4/2).

Ia menjelaskan, Pansel OJK akan diisi oleh perwakilan pemerintah, Bank Indonesia, OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sektor keuangan, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dimaksudkan untuk menjaga independensi dan profesionalisme proses seleksi.

Selain unsur otoritas keuangan, Purbaya menegaskan pihaknya juga akan melibatkan perwakilan masyarakat dan sektor swasta. Untuk unsur tersebut, pendekatan akan dilakukan secara langsung. “Untuk yang private dari masyarakat, kami akan mengontak satu per satu untuk menjadi anggota Pansel,” jelasnya.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #diisukan #jadi #calon #ketua #misbakhun #saya #tidak #berandai #andai

KOMENTAR