Elite PKB Ungkap Isi Pertemuan 3 Jam dengan Prabowo
- Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda mengungkapkan sejumlah isi pertemuan jajaran pimpinan PKB dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (4/2/2026).
Ia mengatakan ada dua substansi yang dibahas. Pertama, menyampaikan aspirasi PKB terkait implementasi Pasal 33 dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Situasi ekonomi global, geopolitik yang cukup mencekam. Ini satu hal yang penting dan ini jadi konten dan jadi pegangan PKB kan yaitu menyangkut soal komitmen Presiden untuk menjalankan pasal 33 dan itu yang disampaikan ke Pak Prabowo,” papar Huda pada Kompas.com, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Rombongannya PKB Diterima Prabowo, Bambang: Sudah Tidak Ada Keraguan untuk Diawasi
Ia menyebutkan, Pasal 33 UUD 1945 itu mesti dijalankan dengan cara, pemerintah memberikan akses dan pemerataan ekonomi pada semua masyarakat.
Huda menuturkan, pemerintah harus memastikan masyarakat kecil juga menikmati kekayaan negara.
“Artinya memberi akses, memproteksi kepentingan masyarakat kecil itu tidak ditunda. Di saat liberalisme ekonomi yang luar biasa itu,” ucap dia.
Substansi kedua, lanjut Huda, PKB menyadari upaya Prabowo mewujudkan Pasal 33 itu tak mudah.
Baca juga: PKB Sebut Prabowo Simpulkan Pilkada Lebih Baik Lewat DPRD
Sebab, pemerintah harus berhadap-hadapan dengan sekelompok pihak yang selama ini sudah menikmati kekayaan negara dalam jumlah besar.
Maka, PKB menyatakan komitmennya untuk terus bersama Prabowo dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
“Beban pemerintah dengan berbagai rencana perubahan fundamental baik dalam konteks kebijakan terkait dengan ekonomi butuh teman, PKB siap jadi teman,” imbuh dia.
Diketahui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar membawa sejumlah pengurus DPP dan DPW PKB menemui Prabowo dan jajarannya.
Pertemuan itu pun berlangsung hampir tiga jam.
Baca juga: Cak Imin: PKB Puas dengan Kepemimpinan Prabowo
Setelah menemui Prabowo, Cak Imin menyatakan PKB bakal mendukung Prabowo hingga dua periode.
Sementara urusan siapa calon wakil presiden (cawapres) ke depan belum ditentukan.
Tak hanya itu, Cak Imin juga kembali menyatakan PKB mendukung wacana untuk melaksanakan pilkada tak langsung.