Intip Interior Misterius Rumah Jeffrey Epstein di New York yang Penuh Jaringan Elite dan Artefak Kontroversial
— Fotografi dan surat-surat pribadi yang tercantum dalam dokumen Epstein akhirnya mengungkap interior rumah mewah Jeffrey Epstein di Manhattan, New York.
Rumah itu menjadi lokasi jamuan dan pertemuan bagi tokoh-tokoh politik, bisnis, dan budaya dunia, sekaligus memajang koleksi dan artefak yang memicu kontroversi terkait kehidupan pribadi Epstein.
Dilansir The New York Times, Kamis (5/2/2026), dokumen baru ini memberikan gambaran kehidupan Epstein pada tahun-tahun terakhirnya sebelum meninggal di sel tahanan federal pada 2019.
Rumah Epstein di Upper East Side, Manhattan, merupakan townhouse tujuh lantai dengan luas sekitar 2.000 meter persegi. Properti ini dibeli dari miliarder Leslie H. Wexner pada 1998 dan direnovasi dengan dekorasi campuran yang unik, memadukan berbagai gaya dan elemen yang mencerminkan kepribadian penghuninya.
Meski terlihat sebagai simbol prestise, interior dan fungsi rumah itu mencerminkan kontradiksi antara kehidupan sosial elit dan jejak gelap yang kemudian menjadi fokus penyelidikan publik.
Hal ini tercermin dalam surat-surat ulang tahun yang ditujukan kepada Epstein pada usia 63 tahun pada 2016, yang memperlihatkan luasnya jaringan sosialnya. Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan istrinya menulis, “Tidak ada batasan untuk rasa ingin tahumu… Kamu seperti buku tertutup bagi banyak orang tetapi kamu tahu segalanya tentang semua orang.”
Surat lain dari media mogul Mortimer Zuckerman menyarankan menu yang “akan meningkatkan performa seksual Jeffrey.” Selain itu, sutradara hollywood Woody Allen menggambarkan jamuan makan di rumah itu seperti berada di “istana Dracula, di mana Lugosi memiliki tiga vampir perempuan muda yang melayani tempat itu.”
Begitu memasuki rumah, pengunjung disambut oleh puluhan bola mata prostetik yang dibingkai rapi. Di atrium utama tergantung sebuah patung perempuan berpakaian pengantin yang sedang memegang tali. Dekorasi ini bukan sekadar estetika, tetapi juga menjadi simbol yang menimbulkan kontroversi terkait kehidupan pribadi Epstein.
Tak hanya itu, ruang makan di lantai dasar menampilkan ragam foto Epstein bersama tokoh dunia, termasuk Pope John Paul II, Mick Jagger, Elon Musk, Fidel Castro, Larry Summers, dan mantan Presiden Bill Clinton. Di antara koleksi itu, sebuah dollar AS bertanda tangan Bill Gates dengan tulisan ‘I was wrong!’ turut dipajang, yang menimbulkan spekulasi mengenai konteks hubungan personal Epstein dengan tokoh-tokoh tersebut.
Di lantai atas, kantor berpanel kayu Epstein memuat rak buku besar dan meja kerja, serta seekor harimau yang diawetkan (taksidermi) tampak tergeletak santai di atas permadani. Di ruang ini juga dipajang edisi pertama buku ‘Lolita’ karya Vladimir Nabokov, novel kontroversial mengenai obsesi seksual pria dewasa terhadap anak perempuan berusia 12 tahun, yang memunculkan pertanyaan serius terkait kasus kriminal Epstein sebagai pedofil.
Foto-foto terbaru juga mengungkap adanya kamera tersembunyi di sudut kamar tidur utama dan ruang kantor yang berdekatan, sejalan dengan kesaksian beberapa korban yang menyebut rumah itu dilengkapi jaringan kamera untuk merekam aktivitas di dalamnya. Namun, foto ruang pijat tidak menunjukkan adanya kamera yang terlihat.
Ruang pijat itu menampilkan lukisan perempuan telanjang, bola perak besar tergantung, dan rak berisi pelumas dan peralatan pijat. Dokumen dan kesaksian korban menunjukkan remaja direkrut Epstein untuk memijatnya dalam keadaan telanjang, dan beberapa korban mengalami pelecehan seksual atau pemerkosaan.
Rumah itu juga berfungsi sebagai ruang pertemuan intelektual, tempat ia menjamu ilmuwan, akademisi, pebisnis, dan tokoh budaya dunia. Para tamu menggambarkan Epstein sebagai pribadi yang cerdas dan penuh rasa ingin tahu, sementara kesempatan untuk hadir di rumah itu dianggap sangat eksklusif, menegaskan posisinya sebagai pusat jaringan elit global.
Namun, setelah kematiannya, properti itu dijual pada 2021 seharga sekitar USD 51 juta, atau sekitar Rp 857 miliar dengan kurs Rp 16.810, yang sebagian digunakan sebagai kompensasi bagi korban. Rumah Epstein menjadi simbol kontroversi yang menunjukkan bagaimana hubungan dengan elite dunia dapat bertahan meskipun pemiliknya terjerat skandal kriminal serius.
Pada akhirnya, pengungkapan foto dan surat ini memperdalam pemahaman publik tentang rumah Epstein sebagai ruang sosial sekaligus panggung rahasia. Interior dan koleksi artefak yang kini terbuka menjadi bahan diskusi global mengenai moral dan tanggung jawab sosial elite yang pernah bergaul dengan Epstein.
Tag: #intip #interior #misterius #rumah #jeffrey #epstein #york #yang #penuh #jaringan #elite #artefak #kontroversial