Daftar Saham Buyback Januari-April 2026, Emiten Konglomerat Diborong
Arsip-Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
14:11
5 Februari 2026

Daftar Saham Buyback Januari-April 2026, Emiten Konglomerat Diborong

Baca 10 detik
  • Sejumlah emiten besar BEI melakukan share buyback masif pada kuartal I 2026 untuk menstabilkan harga saham yang dianggap undervalue.
  • Emiten perbankan seperti BBCA dan BBNI, serta energi seperti BREN, mengalokasikan dana triliunan rupiah untuk program pembelian saham internal.
  • Selain buyback institusional, direksi beberapa perusahaan juga melakukan insider buying sebagai sinyal optimisme terhadap nilai fundamental jangka panjang.

Memasuki kuartal I 2026, sejumlah emiten kakap di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau masif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau share buyback. Langkah ini diambil sebagai respons strategis atas tingginya volatilitas pasar, sekaligus upaya manajemen untuk menjaga stabilitas harga saham yang dinilai sudah berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalue).

Secara teknis, buyback dilakukan perusahaan dengan menggunakan kas internal untuk menyerap saham yang beredar di publik. Aksi ini bertujuan mengurangi jumlah lembar saham beredar, sehingga secara teoritis dapat meningkatkan rasio laba per saham (earnings per share) dan memberikan sinyal positif mengenai kesehatan likuiditas perusahaan kepada investor.

## Daftar Emiten dengan Program Buyback Terbesar
Berdasarkan data terbaru per Februari 2026, beberapa emiten sektor perbankan, energi, dan infrastruktur telah mengalokasikan dana triliunan rupiah untuk menyerap saham mereka sendiri di pasar reguler.

Sektor Perbankan & Finansial:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Merencanakan dana jumbo sebesar Rp5,0 triliun pasca persetujuan RUPST pada 12 Maret 2026.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Mengalokasikan Rp5,0 triliun dengan periode pelaksanaan mulai 9 Maret 2026 hingga satu tahun ke depan.

PT Bank Allo Indonesia Tbk (BBHI): Periode pelaksanaan 30 Januari – 29 April 2026.

Sektor Energi, Tambang & Industri:

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Menyiapkan dana sebesar Rp2,0 triliun untuk periode 4 Februari – 3 Mei 2026.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Mengalokasikan dana Rp2,0 triliun pada periode yang sama.

PT United Tractors Tbk (UNTR): Menyiapkan dana Rp2,0 triliun hingga pertengahan April 2026.

PT Astra International Tbk (ASII): Melakukan aksi serap saham senilai Rp2,0 triliun hingga akhir Februari 2026.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): Menyiapkan anggaran Rp2,49 triliun dengan durasi pelaksanaan hingga November 2026.

Sektor Konsumer & Teknologi:

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Melanjutkan program buyback senilai Rp3,3 triliun hingga Juni 2026.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Menyiapkan dana Rp1,5 triliun yang berakhir pada Maret 2026.

Selain aksi korporasi secara institusi, optimisme terhadap masa depan emiten juga ditunjukkan melalui pembelian saham secara pribadi oleh jajaran direksi dan pemegang saham pengendali.

Nama-nama besar seperti Prajogo Pangestu tercatat menambah kepemilikan di saham CUAN.

Langkah serupa diikuti oleh Lianawati Suwono (Direktur BBCA), Aditya Sasmito (AMMN), dan Suhendra Prawirawidjaja (ULTJ).

Pembelian oleh orang dalam (insider buying) ini sering kali dianggap pasar sebagai indikasi kuat bahwa harga saham saat ini sudah cukup murah dibandingkan potensi bisnis jangka panjangnya.

Meskipun banjir buyback memberikan sentimen positif bagi pergerakan indeks harian, para analis menekankan bahwa investor tidak boleh hanya terpaku pada aksi serap saham ini.

Faktor eksternal, seperti langkah regulator dalam menangani kekhawatiran terkait indeks MSCI, dinilai jauh lebih krusial untuk dicermati.


DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan data publikasi keterbukaan informasi emiten per Februari 2026. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi. Investor disarankan melakukan analisis mendalam mengenai laporan keuangan dan profil risiko masing-masing emiten sebelum bertransaksi.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #daftar #saham #buyback #januari #april #2026 #emiten #konglomerat #diborong

KOMENTAR