Thomas Djiwandono Geser ke BI, Benarkah Juda Agung Jadi Wamenkeu Baru Pilihan Prabowo?
Juda Agung dikabarkan bakal mengisi kursi Wamenkeu. (Suara.com/Achmad Fauzi)
15:24
5 Februari 2026

Thomas Djiwandono Geser ke BI, Benarkah Juda Agung Jadi Wamenkeu Baru Pilihan Prabowo?

Baca 10 detik
  • Pelantikan Wamenkeu baru akan dilaksanakan segera di Istana Negara menyusul mundurnya Thomas Djiwandono ke Bank Indonesia.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi rencana pengisian jabatan penting di Kementerian Keuangan tersebut untuk menjaga ritme kerja.
  • Juda Agung mencuat sebagai kandidat terkuat pengganti Thomas Djiwandono, didukung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) disebut bakal segera diisi orang baru. Informasinya bahkan bakal ada pelantikan dalam waktu dekat ini, atau bahkan pada Kamis (5/2/2026) sore atau malam nanti.

Pergeseran posisi di kementerian teknis paling vital ini memicu spekulasi tinggi setelah Thomas Djiwandono dipastikan meninggalkan jabatannya untuk mengemban tugas baru di Bank Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan sinyal kuat mengenai adanya prosesi pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis hari ini.

Pelantikan ini bertujuan untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh Thomas Djiwandono. Langkah cepat ini dinilai penting agar ritme kerja di Kementerian Keuangan tetap terjaga, terutama dalam mengawal APBN dan kebijakan strategis lainnya.

Sinyal dari Istana Negara

Kepastian mengenai pelantikan ini disampaikan langsung oleh Prasetyo Hadi di sela-sela aktivitasnya. Meski belum merinci secara detail mengenai nama yang akan muncul, ia mengonfirmasi bahwa agenda pengisian jabatan tersebut memang sudah masuk dalam rencana pemerintah.

"Rencananya ada, tetapi sampai tadi malam (Rabu, 4/2) belum diputuskan sehingga kalau misalnya ada, kemungkinan hanya menambah atau mengisi jabatan yang ditinggalkan oleh Bapak Thomas Djiwandono, yang sekarang bertugas untuk menjadi Deputi (Gubernur) Bank Indonesia," kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas menghadiri acara rapat koordinasi tingkat menteri di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis.

Thomas Djiwandono sendiri resmi melepas posisinya setelah pencalonannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia mendapat restu dari DPR RI pada 27 Januari 2026 lalu.

Kepindahan Thomas ke bank sentral dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Sosok Juda Agung: Kandidat Terkuat Pengganti Thomas

Di tengah teka-teki siapa yang akan mendampingi Menteri Keuangan, nama Juda Agung mencuat sebagai kandidat paling potensial.

Juda bukan orang baru di dunia keuangan nasional. Sebagai mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, ia memiliki rekam jejak yang panjang dalam menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia.

Prasetyo Hadi sendiri masih menutup rapat informasi mengenai kepastian nama Juda Agung, meski ia tidak menampik kemungkinan tersebut.

"Nanti akan diumumkan pada waktunya," kata Pras sebagaimana dilansir Antara.

Dukungan terhadap Juda Agung tidak hanya datang dari lingkaran Istana. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terang-terangan menyebut nama Juda sebagai figur yang sangat kompeten untuk mengisi posisi Wamenkeu.

Kedekatan dan kesamaan visi dalam mengelola ekonomi menjadi alasan utama mengapa nama Juda begitu santer terdengar.

"Kelihatannya (Juda Agung). Kan saya sudah ketemu dengan beliau, dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya," kata Purbaya saat ditemui selepas acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/1).

Rekam Jejak dan Transisi Strategis

Langkah Juda Agung menuju kursi Wamenkeu tampaknya sudah dipersiapkan dengan matang. Tercatat, Juda telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026.

Jeda waktu ini dinilai sebagai masa transisi sebelum ia resmi masuk ke jajaran eksekutif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, Thomas Djiwandono telah mengamankan posisi barunya. Berdasarkan hasil Rapat Paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 27 Januari 2026, Thomas ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031.

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #thomas #djiwandono #geser #benarkah #juda #agung #jadi #wamenkeu #baru #pilihan #prabowo

KOMENTAR