Bank Mandiri Cetak Laba Rp 56,3 Triliun Sepanjang 2025
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, saat konferensi pers secara daring, Kamis (5/2/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI BANK MANDIRI )
16:44
5 Februari 2026

Bank Mandiri Cetak Laba Rp 56,3 Triliun Sepanjang 2025

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Bank berkode emiten BMRI ini membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun, tumbuh 0,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 55,78 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan menyebut laba yang diatribusikan kepada pemilik tercatat Rp 56,3 triliun. Kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 106 triliun, seiring pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan yang tetap solid.

Penguatan profitabilitas juga ditopang oleh diversifikasi sumber pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan non-bunga meningkat 14,5 persen YoY menjadi Rp 48,5 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem.

“Pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas Bank Mandiri kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang,” ujar Riduan saat konferensi pers secara daring, Kamis (5/2/2026).

“Dengan struktur pendanaan yang sehat, kualitas pembiayaan yang terjaga, serta diversifikasi sumber pendapatan yang terus diperkuat, Bank Mandiri berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan peran intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Tanah Air,” paparnya.

Baca juga: Tabel KUR Mandiri Februari 2026: Pinjaman hingga Rp 500 Juta, Cicilan Mulai Rp 860 Ribuan

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen secara tahunan menjadi Rp 2.829,9 triliun. Pertumbuhan itu sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit sebesar 13,4 persen YoY menjadi Rp 1.895,0 triliun.

Realisasi kredit ditopang oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis. Di mana kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik 4,88 persen YoY, di saat pertumbuhan kredit UMKM industri melambat.

Riduan mengatakan, pertumbuhan yang merata mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan.

“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” paparnya.

Pertumbuhan kredit turut ditopang oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 2.105,8 triliun, tumbuh 23,9 persen YoY.

Baca juga: HUT Ke-11, Bank Mandiri Taspen Tegaskan Fokus Layanan bagi Pensiunan

Struktur pendanaan Bank Mandiri juga tetap terjaga dengan pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 12,6 persen YoY menjadi Rp 1.431,4 triliun, sehingga likuiditas perseroan tetap memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi yang terintegrasi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang unggul dan berkelanjutan,” beber Riduan.

Kualitas aset Mandiri tetap terjaga selama 2025. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross sebesar 0,96 persen di akhir 2025, yang berada di bawah rata-rata industri dan menunjukkan tren perbaikan secara gradual.

Tag:  #bank #mandiri #cetak #laba #triliun #sepanjang #2025

KOMENTAR