Waspadai Hantavirus, Menkes Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan dari Tikus
– Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran hantavirus di Indonesia.
Meski demikian, ia menegaskan, virus ini memiliki karakteristik penularan yang sangat berbeda dengan Covid-19 dan tingkat fatalitasnya di Indonesia tidak tergolong tinggi.
Menurut dia, masyarakat tidak perlu panik berlebihan, karena risiko penularan hantavirus di Indonesia relatif rendah apabila lingkungan tetap terjaga kebersihannya.
Baca juga: Penumpang Kapal Pesiar Awalnya Dikira Cemas, Ternyata Positif Hantavirus
Karakter virus berbeda dengan di luar negeri
Budi menjelaskan, hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan varian yang beredar di sejumlah negara lain, terutama di kawasan Amerika Selatan yang diketahui memiliki tingkat penularan dan fatalitas lebih tinggi.
“Virus ini berbeda dengan Covid, varian virus ini berbeda antara di luar negeri dan yang di Indonesia, sehingga fatalitasnya juga tidak tinggi,” jelasnya saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).
Ia menuturkan, perbedaan jenis varian tersebut memengaruhi pola penyebaran maupun tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan.
Di Indonesia sendiri, kasus hantavirus yang ditemukan selama beberapa tahun terakhir lebih banyak masuk kategori Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni tipe hantavirus yang umum ditemukan di kawasan Asia.
Berbeda dengan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang lebih banyak ditemukan di wilayah Amerika dan memiliki risiko gangguan pernapasan berat, tipe HFRS di Indonesia sejauh ini belum menunjukkan pola penularan antarmanusia.
Penularan mayoritas melalui tikus
Menkes menegaskan bahwa mekanisme penularan hantavirus sangat berbeda dibandingkan virus pernapasan seperti SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
“Virus ini menularnya sangat susah. Sampai sekarang penularannya terbukti terjadi melalui tikus. Jadi dugaan kami karena di kapal itu kurang bersih, sehingga ada tikusnya,” ungkap Budi.
Baca juga: Kemenkes Ingatkan Bahaya Hantavirus, Tikus dan Banjir Jadi Faktor Risiko
Ia menjelaskan, tikus yang terinfeksi dapat menjadi sumber penyebaran melalui cairan tubuh maupun kotorannya.
“Tikus ini kalau terkena Hantavirus, dia bisa ngeluarin kotoran. Kemudian kalau dia gigit kita, di situ penularan terjadi,” ujarnya.
Penularan juga dapat terjadi apabila seseorang bersentuhan dengan area yang terkontaminasi kotoran tikus, terutama jika kebersihan lingkungan tidak terjaga dengan baik.
Budi menilai, faktor sanitasi yang buruk menjadi salah satu risiko utama yang perlu diperhatikan masyarakat.
Bukan menular lewat interaksi biasa
Budi kembali menekankan, masyarakat tidak perlu khawatir tertular hantavirus hanya karena berinteraksi dengan orang lain.
“Jadi bukan seperti Covid yang kita ngomong dan langsung tertular. Hanya di Amerika Selatan ada satu varian yang benar-benar kalau kita setiap hari ketemu, seperti keluarga yang tidur satu ranjang, itu bisa tertular,” imbaunya.
Menurutnya, tipe tersebut disebabkan oleh strain Andes virus, salah satu varian hantavirus tipe HPS yang dalam sejumlah penelitian memang menunjukkan potensi penularan antarmanusia melalui kontak erat dan berkepanjangan.
Namun, kondisi tersebut tidak ditemukan pada kasus yang selama ini terdeteksi di Indonesia.
“Tapi sebagian besar, 99 persen penularannya terjadi melalui tikus. Cara yang paling baik menghindari adalah pastikan rumah, restoran, tempat kerja kita bersih dari tikus,” tandas dia.
Imbauan tersebut menjadi penekanan penting agar masyarakat lebih fokus pada langkah pencegahan berbasis kebersihan lingkungan.
Indonesia catat 23 kasus sejak 2024
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia mencatat 23 kasus HFRS sepanjang periode 2024 hingga 2026, tanpa adanya temuan kasus tipe HPS.
Temuan ini menunjukkan bahwa pola penyebaran hantavirus di Indonesia masih sesuai karakteristik regional Asia, yaitu dominan berasal dari paparan hewan pengerat dan belum terbukti menular antarmanusia.
Oleh karenanya, upaya pencegahan dinilai lebih efektif dilakukan melalui pengendalian populasi tikus, menjaga sanitasi lingkungan, serta memastikan area tempat tinggal dan fasilitas umum bebas dari sarang hewan pengerat.
Menurut dia, langkah paling sederhana sekaligus paling efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan sehari-hari agar risiko paparan hantavirus dapat ditekan semaksimal mungkin.
Baca juga: Vaksin Hantavirus Sedang Dikembangkan, Ahli Sebut Prosesnya Bisa Bertahun-tahun
Tag: #waspadai #hantavirus #menkes #imbau #masyarakat #jaga #kebersihan #dari #tikus