Iran Tuduh UAE Terlibat Aktif dalam Serangan AS ke Teheran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berpidato di acara PBB di Jenewa, 17 Februari 2026.(AFP/VALENTIN FLAURAUD)
18:48
14 Mei 2026

Iran Tuduh UAE Terlibat Aktif dalam Serangan AS ke Teheran

- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Uni Emirat Arab (UEA) memainkan peran aktif dalam perang AS-Israel melawan negaranya.

"UEA adalah mitra aktif dalam agresi ini, dan tidak ada keraguan tentang itu," kata Araghchi pada Kamis (14/5/2026) dalam unggahan Telegram saat menghadiri KTT BRICS di India, dilansir AFP.

UEA Bantah Laporan Kunjungan Rahasia Netanyahu

Araghchi juga merujuk pada apa yang digambarkan Israel sebagai pertemuan "rahasia" di UEA selama perang antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan, yang kemudian dibantah Abu Dhabi.

"Saya harus mengatakan bahwa UEA terlibat langsung dalam tindakan agresi terhadap negara saya. Ketika agresi ini dimulai, mereka bahkan menolak untuk mengutuknya," kata Araghchi.

"Juga menjadi jelas bahwa mereka berpartisipasi dalam serangan-serangan ini dan bahkan mungkin bertindak langsung melawan kami," tambahnya.

Baca juga: Iran Kecam Kunjungan Netanyahu ke UEA, Temuan Intelijen Teheran Makin Terbukti?


Ketegangan antara Iran dan UEA

Hubungan antara Iran dan UEA menjadi tegang sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari. Ini kemudian memicu serangan balasan Teheran ke Israel dan sekutu AS di Teluk, termasuk UEA.

Iran berulang kali menuduh negara-negara Teluk mengizinkan pasukan AS untuk melakukan serangan dari wilayah mereka.

Namun negara Teluk membantah dan mengatakan bahkan sebelum konflik mereka tidak akan mengizinkan wilayah atau ruang udara mereka digunakan untuk menyerang Iran.

Televisi pemerintah Iran juga sempat menayangkan analis yang menuduh UEA terlibat dalam serangan terhadap Iran.

UEA awal bulan ini menyalahkan Teheran atas serangan pesawat tak berawak di instalasi energi di emirat timur Fujairah, klaim yang dibantah Iran.

Baca juga: Terungkap, Kepala Mossad Diam-diam Kunjungi UEA Saat Perang Iran

Negara-negara Teluk mulai khawatirkan keamanan

Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.US NAVY/CHELSEA PALMER via AFP Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.

Seperti diketahui, negara-negara Teluk selama bertahun-tahun telah menjadi tuan rumah pangkalan militer AS dengan harapan pangkalan tersebut akan memberi mereka keamanan.

Namun serangan Iran selama perang, menjadi momen memalukan dalam konflik yang juga telah sangat merusak keamanan dan perekonomian mereka.

Dikutip dari Wall Street Journal, Jumat (8/5/2026), para pejabat senior Teluk mengatakan, mereka kini khawatir kesepakatan untuk mengakhiri konflik hanya akan berfokus pada kekhawatiran utama AS, yakni program nuklir Iran.

Sementara itu, justru membiarkan apa yang dianggap sebagai ancaman utama bagi keamanan mereka: rudal konvensional rezim tersebut dan milisi-milisi sekutunya.

Baca juga: Israel Kirim Pertahanan Udara Iron Dome ke UEA untuk Tahan Serangan Iran

“Adanya Iran yang marah, terluka, dan terpojok merupakan hal yang buruk bagi negara-negara Teluk, karena Iran tidak lagi dapat dikendalikan seperti sebelum perang,” kata Dania Thafer, direktur eksekutif Gulf International Forum, lembaga think tank yang berbasis di Washington.

Negara-negara Teluk telah lama mengandalkan hubungan keamanan dengan Amerika sebagai benteng pertahanan terhadap Iran.

Pangkalan-pangkalan tersebut menuai kontroversi di kalangan masyarakat Arab, dan justru menjadi beban ketika serangan balasan Iran menargetkan pangkalan-pangkalan tersebut.

Qatar, khususnya, mulai mempertanyakan kebijakan tersebut. Namun, menghentikan kemitraan militer dengan AS bukanlah hal yang mudah.

Sebab sistem pertahanan negara-negara Teluk sangat bergantung pada peralatan, pemeliharaan, dan pelatihan dari Washington.

Tag:  #iran #tuduh #terlibat #aktif #dalam #serangan #teheran

KOMENTAR