Koruptor Dana Negara Malaysia Minta Pengampunan Trump, PM Anwar Ibrahim Bereaksi
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pemerintahnya tidak akan menentang upaya buronan kasus korupsi dana negara Malaysia, Jho Low, untuk mencari pengampunan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
13:30
15 Mei 2026

Koruptor Dana Negara Malaysia Minta Pengampunan Trump, PM Anwar Ibrahim Bereaksi

Upaya buron kasus korupsi dana negara Malaysia 1MDB, Jho Low, untuk mencari pengampunan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tidak mendapat tentangan dari Pemerintah Malaysia.

“Sejauh ini, kami tidak akan menempuh jalur itu,” kata Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Jumat (15/5/2026), saat ditanya apakah pemerintah Malaysia akan secara resmi menolak permohonan tersebut.

“Bahkan jika dia sudah mengajukan, itu bukan isu yang perlu kami bahas karena dia masih menjalani proses ini di pengadilan,” lanjutnya.

Baca juga: Malaysia Marah Norwegia Batal Kirim Rudal, padahal Sudah Bayar 95 Persen

Namun, sikap berbeda disampaikan Menteri Perdagangan Malaysia Johari Abdul Ghani, yang memimpin gugus tugas pemulihan aset terkait kasus 1MDB di seluruh dunia.

Pada Rabu (13/5/2026), Johari mengatakan, permohonan pengampunan itu seharusnya ditolak dan Jho Low dipulangkan untuk menjalani persidangan.

Menurut situs Departemen Kehakiman AS, pengusaha yang bernama asli Low Taek Jho itu memang telah secara resmi mengajukan permohonan “pengampunan setelah menyelesaikan hukuman."

Tokoh sentral skandal korupsi 1MDB

Dilansir AFP, Jho Low diketahui menjadi sosok yang lama dikaitkan dengan skandal dana investasi negara Malaysia, 1MDB, yang didirikan pada 2009 oleh mantan Perdana Menteri Najib Razak tidak lama setelah menjabat.

Jho Low, seorang pebisnis dengan koneksi luas yang tidak memiliki jabatan resmi, dituduh membantu membentuk dana investasi tersebut dan mengambil keputusan-keputusan keuangan penting sebelum menghilang sekitar satu dekade lalu.

Atas tuduhan tersebut, ia telah didakwa di AS, tetapi membantah melakukan kesalahan. Hingga kini, ia masih buron.

Baca juga: Kapal Pembawa WNI Tenggelam di Malaysia, 14 Orang Hilang

Penyelidik menuduh lebih dari 4,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 79 triliun) dialihkan dari 1MDB antara 2009 hingga 2015 oleh pejabat dana investasi dan para pihak terkait, termasuk Jho Low.

Najib Razak sendiri telah divonis bersalah dalam sejumlah kasus, dipenjara, dan didenda 2,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 49 triliun) atas perannya dalam penyelewengan dana tersebut.

Tim kuasa hukum Najib menyalahkan Jho Low dan menyebutnya sebagai otak utama skema itu.

Mengguncang politik Malaysia

Ilustrasi negara Malaysia.Dok. UNSPLASH/Mohd Jon Ramlan Ilustrasi negara Malaysia.

Malaysia sebelumnya gagal memulangkan Jho Low melalui ekstradisi. Media juga lama berspekulasi bahwa ia bersembunyi di China.

Skandal 1MDB mengguncang politik Malaysia dan turut menyebabkan jatuhnya koalisi penguasa pada 2018, setelah memerintah sejak kemerdekaan negara itu pada 1957.

Kasus tersebut juga berujung pada vonis terhadap dua mantan bankir Goldman Sachs.

Penyelidik menyebut para pejabat tinggi menggunakan uang hasil penyelewengan untuk membeli berbagai aset mewah di seluruh dunia, termasuk kapal pesiar, properti kelas atas, lukisan Monet dan Van Gogh, hingga mendanai film Hollywood The Wolf of Wall Street.

Aktor Leonardo DiCaprio bahkan sempat memberikan kesaksian di pengadilan mengenai pesta-pesta mewah dan gaya hidup glamor Jho Low.

Baca juga: Disebut Diktator, Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad Tak Peduli

Tag:  #koruptor #dana #negara #malaysia #minta #pengampunan #trump #anwar #ibrahim #bereaksi

KOMENTAR