Rupiah Anjlok, Apa yang Sebaiknya Dilakukan Masyarakat dengan Tabungannya?
Ilustrasi tabungan(Dok. SHUTTERSTOCK)
16:08
15 Mei 2026

Rupiah Anjlok, Apa yang Sebaiknya Dilakukan Masyarakat dengan Tabungannya?

- Masyarakat dapat memanfaatkan momentum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS untuk memulai perjalanan menabung atau investasi berbasis valuta asing (valas).

Perencana keuangan sekaligus Founder Finante.id, Rista Zwestika mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak panik ataupun buru-buru mengambil keputusan ekstrem saat dollar AS naik.

"Fokus utama tetap pada tujuan keuangan dan kebutuhan masing-masing," kata dia kepada Kompas.com, Jumat (15/5/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot hari ini ditutup pada level 15.595 per dollar AS.

Baca juga: BI Rate Bisa Naik demi Jaga Rupiah, Apa Dampaknya ke Cicilan Kredit?

Angka ini masih melemah 67,5 poin atau setara 0,39 persen dibandingkan penutupan kemarin.

Rista menjelaskan, ketika kebutuhan sehari-hari dan dana darurat sudah aman, maka kenaikan dollar AS bisa menjadi momentum untuk mulai diversifikasi aset.

"Termasuk mempertimbangkan instrumen berbasis dollar AS secara bertahap," imbuh dia.

Reksadana berbasis dollar AS jadi pilihan

Dalam kondisi pelemahan rupiah, masyarakat kerap berpikir untuk mulai mengakumulasi instrumen investasi seperti reksadana berbasis dollar AS.

Rista bilang, untuk investasi seperti reksadana berbasis dollar AS, strategi yang lebih bijak adalah mencicil secara berkala atau dollar cost averaging (DCA).

"Bukan membeli sekaligus dalam jumlah besar karena berharap kurs akan terus naik," ungkap dia.

Dengan cara bertahap, Rista menyebut, risiko membeli di harga puncak bisa lebih ditekan.

Di sisi lain, sikap wait and see boleh dilakukan, terutama bagi masyarakat yang profil risikonya konservatif.

Namun demikian, terlalu lama menunggu juga bisa membuat seseorang kehilangan momentum untuk membangun aset dalam mata uang asing.

Kesalahan keputusan finansial ketika kurs rupiah loyo

Masyarakat juga diharapkan tidak terjerembah pada kesalahan-kesalahan yang lazim terjadi dalam perencanaan keuangan di tengah tren pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

Rista menjabarkan, kesalahan finansial yang paling sering terjadi adalah panic buying dollar AS hanya karena takut rupiah terus melemah.

Masyarakat yang tidak memiliki tujuan finansial juga cenderung akan menukar seluruh tabungan rupiah ke dollar tanpa perencanaan.

Hal tersebut merupakan akar dari kebiasaan masyarakat yang sering berinvestasi dengan hanya ikut tren.

Lebih parah lagi, ada juga masyarakat yang menggunakan dana kebutuhan harian atau dana darurat untuk spekulasi kurs.

Rista menekankan, pergerakan nilai tukar sangat fluktuatif dan sulit diprediksi dalam jangka pendek.

"Sehingga keputusan finansial sebaiknya tetap berbasis tujuan jangka panjang," ungkap dia.

Strategi membeli dollar AS sebagai investasi

Rista mengatakan membeli aset dollar saat rupiah melemah bisa tepat, tetapi sangat bergantung pada waktu.

Ketika pembelian dilakukan saat rupiah sudah berada di level lemah, lalu terjadi penguatan kembali, nilai dollar dalam rupiah bisa turun.

Sebagai ilustrasi, pembelian dollar di level Rp 16.500 yang kemudian diikuti penguatan rupiah ke Rp 15.800 dapat menimbulkan kerugian sekitar 4 persen.

Oleh karena itu, strategi yang lebih aman adalah membeli secara bertahap (dollar cost averaging) dan tidak menempatkan seluruh dana pada aset dollar AS.

“Karena itu biasanya lebih baik membeli bertahap atau dollar cost averaging dan tidak menaruh seluruh dana di dollar AS,” ucap dia.

ilustrasi investasifreepik ilustrasi investasi

Manfaat menabung valas

Menabung memang merupakan salah satu strategi penting dalam mengelola keuangan.

Menabung bertujuan untuk mempersiapkan dana cadangan di masa depan dan memberikan jaminan kestabilan finansial jika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Dalam menabung, terdapat berbagai pilihan produk tabungan yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan preferensi individu.

Beberapa produk tabungan tersebut di antaranya tabungan konvensional, tabungan berjangka, tabungan rencana, hingga tabungan untuk investasi.

Salah satu pilihan tabungan investasi, yaitu tabungan dalam mata uang asing atau valuta asing (valas).

Menabung valas dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat di tengah kondisi pelemahan rupiah yang saat ini terjadi.

Sama seperti tabungan pada umumnya, tabungan valas dapat membantu menyimpan uang dan melakukan transaksi keuangan nontunai.

Tabungan valas merupakan satu alternatif produk investasi karena kurs mata uang asing setiap tahunnya cenderung menguat sehingga memiliki potensi imbal hasil yang kompetitif.

Anda akan mendapatkan keuntungan dari fluktuasi pasar valas dan saldo pada tabungan akan bertambah saat dikonversikan.

Baca juga: Rupiah Melemah Mulai Hantam Dapur Warga: Harga Tahu, Tempe, hingga Mi Instan Terancam Naik

Alasan nilai tukar terus melemah

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan kurs rupiah disebabkan oleh dua faktor, yakni internal dan eksternal.

Untuk internal, adanya perdebatan terkait data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang tercatat 5,61 persen.

Angka itu berada di luar ekspektasi pemerintah, Bank Indonesia (BI), maupun mayoritas ekonom dan analis.

“Nah dari segi internal ya, kita tahu bahwa ada perdebatan tentang data pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama yang di luar ekspektasi pemerintah, Bank Indonesia maupun para ekonom atau analis yang semuanya itu adalah di bawah 5,61 persen,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi Kompas.com.

Di sisi lain, tekanan global meningkat akibat lonjakan harga minyak dan terganggunya distribusi energi karena konflik di Timur Tengah.

Ketegangan di Selat Hormuz hingga potensi perang terbuka antara Amerika Serikat dan Iran dinilai menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak dan penguatan indeks dollar.

“Saya melihat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan melemah karena menguatnya dollar AS pada perdagangan hari ini, ya bahkan kemarin pun juga pada memasuki pasar Amerika, indeks dollar terus mengalami penguatan,” ucap Ibrahim.

Di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, masih menjadi momok utama pasar keuangan global.

Ketegangan meningkat setelah muncul informasi mengenai penyerangan terhadap instalasi minyak Iran yang disebut melibatkan Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi.

Baca juga: Dampak Pelemahan Rupiah Mulai Terasa: Gaji Naik Kecil, Harga Kebutuhan Melonjak...

Tag:  #rupiah #anjlok #yang #sebaiknya #dilakukan #masyarakat #dengan #tabungannya

KOMENTAR