Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran
tas lululemon (lululemon)
16:06
15 Mei 2026

Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran

Nama tas Lululemon belakangan ramai diperbincangkan publik setelah kasus pencurian produk tersebut di kawasan kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta terungkap.

Peristiwa itu menyita perhatian karena nilai kerugian yang dialami perusahaan eksportir disebut menembus lebih dari Rp1 miliar.

Di tengah mencuatnya kasus tersebut, banyak masyarakat mulai penasaran dengan merek Lululemon dan alasan produknya memiliki nilai jual tinggi.

Tidak sedikit pula yang baru mengetahui bahwa tas yang dicuri merupakan bagian dari lini produk olahraga premium asal Kanada.

tas lululemon (lululemon)tas lululemon (lululemon)

Apa Itu Tas Lululemon?

Lululemon merupakan perusahaan apparel dan perlengkapan olahraga yang berasal dari Vancouver, Kanada. Brand ini didirikan pada 1998 oleh Chip Wilson dan awalnya fokus memproduksi pakaian yoga wanita.

Gerai pertama Lululemon dibuka di kawasan Kitsilano, Vancouver, yang dikenal sebagai salah satu pusat komunitas yoga di kota tersebut. Seiring perkembangan bisnisnya, perusahaan kemudian memperluas lini produk ke pakaian pria, jaket olahraga, sepatu, aksesori, hingga tas premium.

Tas Lululemon sendiri merupakan bagian dari produk athleisure, yakni konsep fesyen yang memadukan fungsi olahraga dengan gaya kasual modern. Karena itu, desain tas produksi Lululemon umumnya dibuat simpel, ringan, namun tetap terlihat stylish untuk digunakan sehari-hari.

Beberapa produk tas Lululemon dirancang untuk kebutuhan olahraga seperti gym bag, yoga bag, hingga running backpack. Namun, ada pula model sling bag dan tote bag yang populer digunakan untuk aktivitas harian maupun traveling ringan.

Salah satu alasan tas Lululemon memiliki harga relatif mahal adalah penggunaan material premium dan desain ergonomis. Produk-produk mereka juga dikenal memiliki detail fungsional seperti banyak kompartemen, bahan tahan air, hingga tali yang nyaman digunakan dalam waktu lama.

Selain fokus pada kualitas produk, Lululemon juga membangun citra merek melalui komunitas kebugaran dan gaya hidup sehat.

Perusahaan aktif mengadakan kelas olahraga, menggandeng ambassador fitness, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan wellness di banyak negara.

Saat ini, perusahaan dipimpin oleh CEO Calvin McDonald dan sahamnya diperdagangkan di bursa Nasdaq dengan kode LULU. Bisnis Lululemon juga telah berkembang ke berbagai kawasan seperti Amerika Utara, Asia, Eropa, Australia, hingga Timur Tengah.

Meski belum memiliki gerai resmi di Indonesia, produk Lululemon sudah dapat dibeli melalui situs internasional maupun toko pihak ketiga. Karena statusnya sebagai brand premium dan belum banyak tersedia secara resmi di pasar domestik, harga produk Lululemon di Indonesia cenderung lebih tinggi dibanding merek olahraga biasa.

Kronologi Pencurian Tas Lululemon di Bandara Soetta

Kasus pencurian tas Lululemon di kawasan kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian setelah diduga berlangsung sejak 2024. Dalam perkara tersebut, perusahaan ekspor PT Pungkook Indonesia One disebut mengalami kerugian lebih dari Rp1 miliar akibat aksi pencurian berulang.

Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menyebut para pelaku telah beberapa kali melakukan pencurian dalam jumlah besar. Polisi kemudian menetapkan tiga tersangka berinisial R alias K, A, dan F.

Menurut hasil penyelidikan, salah satu aksi pencurian terjadi pada April 2026 saat PT Pungkook Indonesia One mengirimkan 4.749 tas Lululemon dari Grobogan, Jawa Tengah. Barang tersebut dikirim melalui jalur kargo maskapai Garuda Indonesia menuju Shanghai, China.

Pengiriman dilakukan pada 10 April 2026 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 13 April 2026. Selanjutnya, tas-tas tersebut dijadwalkan diterbangkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 0894 rute Jakarta-Shanghai pada 14 April 2026.

Namun, beberapa hari kemudian pihak perusahaan menerima laporan dari pelanggan di Shanghai bahwa terdapat 108 tas yang hilang dari total pengiriman. Akibat kejadian tersebut, perusahaan disebut mengalami kerugian sekitar Rp213 juta.

Polisi lalu melakukan pemeriksaan rekaman CCTV di area RA BST dan Pergudangan Soewarna. Dari hasil penelusuran, ditemukan adanya 40 karton dari total 512 karton yang sengaja dipisahkan saat proses pemeriksaan X-Ray berlangsung.

Dalam kasus ini, tersangka R disebut berperan sebagai otak sindikat sekaligus eksekutor lapangan karena bekerja sebagai tim operasional ekspor di salah satu perusahaan kawasan bandara.

Sementara itu, tersangka A membantu proses pencurian dan F bertugas mengatur barang agar bisa dipisahkan dari jalur pemeriksaan.

Polisi juga mengungkap sebagian tas hasil curian dijual kepada penadah berinisial BO dengan harga sekitar Rp300 ribu per buah. Dari penjualan 80 tas curian tersebut, para pelaku memperoleh uang sekitar Rp24 juta.

Sebagai barang bukti, polisi menyita dokumen pengiriman ekspor, data manifest penerbangan, rekaman CCTV, satu unit mobil Avanza, serta satu unit truk box Isuzu. Ketiga pelaku kini dijerat Pasal 477 KUHP huruf g tentang pencurian yang dilakukan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Editor: Chyntia Sami Bhayangkara

Tag:  #mengenal #lululemon #premium #yang #dicuri #bandara #soetta #sampai #rugi #miliaran

KOMENTAR