Biar Tak Boncos! Ini 12 Tips Persiapan Keuangan Belanja Sebelum Ramadhan
tips sehat sebelum puasa Ramadhan biar badan fit dan ibadah khusyuk./Freepik/ tirachardz
16:52
5 Februari 2026

Biar Tak Boncos! Ini 12 Tips Persiapan Keuangan Belanja Sebelum Ramadhan

– Momen Ramadhan seringkali membuat pengeluaran membengkak jika tidak ada persiapan matang dalam mengatur keuangan keluarga.

Belanja kebutuhan selama bulan puasa memang meningkat drastis sehingga diperlukan strategi khusus untuk mengendalikan pengeluaran.

Tips mengatur uang dengan bijak akan membantu menjaga kondisi keuangan tetap stabil hingga hari raya tiba.

Dilansir dari laman bank OCBC dan Mega Syariah pada Rabu (4/2), dijelaskan bahwa terdapat 12 tips persiapan keuangan belanja sebelum Ramadhan.

  1. Mengatur Dana Secara Proporsional

Langkah awal yang harus dilakukan adalah mempertimbangkan kondisi finansial dan kebutuhan keluarga secara menyeluruh dan realistis.

Pisahkan pendapatan untuk pos-pos penting seperti pembayaran tagihan rutin, tabungan masa depan, dan keperluan selama bulan puasa.

Buatlah rancangan yang detail mencakup semua aspek pengeluaran agar pengelolaan dana lebih terarah dan terukur dengan baik.

Perhitungan matang ini akan mencegah terjadinya defisit atau pembengkakan pengeluaran yang tidak terduga di kemudian hari.

  1. Merancang Hidangan Sahur dan Berbuka Puasa

Rencanakan daftar hidangan untuk santap sahur dan berbuka selama tiga puluh hari penuh agar lebih terorganisir dan efisien.

Memasak sendiri di rumah jauh lebih ekonomis dibandingkan membeli makanan jadi dari luar yang harganya cenderung mahal.

Dengan adanya rencana menu yang jelas, Anda dapat memperkirakan bahan apa saja yang diperlukan untuk keseluruhan bulan.

Cara ini memastikan tidak ada kekurangan bahan masakan karena semuanya sudah disiapkan dan dibeli sejak awal.

  1. Cek Stok Bahan Masakan di Dapur

Sebelum bergegas ke pasar, periksa terlebih dahulu persediaan bahan masakan yang masih tersimpan di dapur atau kulkas rumah.

Manfaatkan sisa bahan yang belum terpakai agar tidak terbuang percuma dan bisa diolah menjadi hidangan yang lezat.

Langkah ini menghindarkan pembelian barang yang sebenarnya sudah ada sehingga dana bisa dialihkan untuk keperluan lain yang lebih mendesak.

Praktik ini juga membantu mengurangi pemborosan makanan dan membuat pengelolaan stok bahan menjadi lebih efisien dan teratur.

  1. Menyusun Daftar Barang dan Anggarannya

Tentukan daftar lengkap barang yang diperlukan mulai dari bahan masakan, bumbu dapur, parcel, hingga perlengkapan ibadah selama bulan puasa.

Tetapkan perkiraan dana untuk setiap item dalam daftar tersebut sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan sebelumnya dengan cermat.

Rancangan ini berfungsi sebagai panduan agar pengeluaran tidak melebihi batas yang telah ditentukan dan tetap terkendali sepanjang waktu.

Dengan begitu, Anda dapat mengantisipasi kemungkinan kelebihan pengeluaran dan menjaga kondisi finansial tetap stabil hingga akhir bulan.

  1. Membeli Barang dalam Kuantitas Besar Sekaligus

Harga barang eceran biasanya lebih tinggi dibandingkan pembelian grosir, apalagi saat bulan puasa tiba dimana harga cenderung naik.

Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional menunjukkan kenaikan harga sembako berkisar kurang dari satu hingga lebih dari tiga puluh lima persen.

Membeli dalam jumlah banyak sekaligus akan menghemat uang dan waktu karena tidak perlu bolak-balik ke toko saat berpuasa.

Pastikan melakukan penyimpanan yang benar agar bahan pokok tetap awet dan tidak cepat rusak selama disimpan dalam waktu lama.

  1. Membandingkan Harga dari Berbagai Tempat

Harga bahan masakan di pasar tradisional, toko kelontong, dan supermarket modern tentu memiliki perbedaan yang cukup signifikan untuk dipertimbangkan.

Bandingkan harga dari beberapa tempat berbeda sebelum memutuskan membeli agar mendapatkan penawaran terbaik dan paling ekonomis untuk kantong.

Cobalah datang ke pasar di pagi hari atau saat toko baru dibuka untuk mendapatkan barang dengan kondisi paling segar.

Alternatif lain adalah mencari produk dengan merek berbeda yang memiliki kualitas serupa namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

  1. Fokus pada Kebutuhan Utama Terlebih Dahulu

Banyak orang tergoda dengan barang yang dipajang di toko terutama ketika ada diskon besar-besaran yang sangat menggiurkan mata.

Akibatnya mereka mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli barang yang sebenarnya tidak benar-benar diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Prioritaskan pembelian barang yang sudah masuk dalam daftar kebutuhan pokok sebelum melihat produk lain yang tersedia di toko.

Jika masih ada sisa dana setelah membeli semua kebutuhan pokok, barulah Anda boleh membeli barang lain yang menarik perhatian.

  1. Manfaatkan Penawaran Diskon dan Promosi

Pusat perbelanjaan dan bank-bank tertentu biasanya mengadakan promosi besar-besaran seperti potongan harga, paket bundling, atau beli satu gratis satu.

Pantau informasi promosi melalui media sosial, situs web resmi, atau aplikasi mobile yang sering memberikan notifikasi penawaran menarik setiap hari.

Namun tetap ingat untuk memprioritaskan pembelian kebutuhan pokok terlebih dahulu sebelum tergiur dengan promosi barang lain yang kurang penting.

Jangan sampai terjebak membeli barang hanya karena ada diskon padahal barang tersebut tidak masuk dalam daftar kebutuhan utama.

  1. Batasi Frekuensi Berbuka di Luar Rumah

Tidak ada salahnya sesekali berbuka bersama teman atau rekan kerja di restoran untuk mempererat hubungan silaturahmi antar sesama.

Namun terlalu sering melakukannya dapat menguras kantong dengan cepat mengingat harga makanan di restoran cenderung lebih mahal berkali lipat.

Tetapkan batasan maksimal berapa kali Anda akan berbuka di luar dan hitung anggaran yang akan dikeluarkan setiap kalinya.

Sisanya sebaiknya berbuka di rumah bersama keluarga yang jauh lebih hemat dan tetap memberikan kehangatan serta kebersamaan yang berkualitas.

  1. Sisihkan Dana untuk Keperluan Lebaran

Pisahkan anggaran untuk keperluan selama bulan puasa dengan dana yang dibutuhkan untuk perayaan Idul Fitri agar tidak tercampur aduk.

Mulailah menabung sejak awal bulan untuk keperluan THR, hampers lebaran, dan berbagai persiapan hari raya yang membutuhkan dana besar.

Buat target tabungan yang realistis dan sesuai dengan kemampuan finansial agar tidak memberatkan kondisi ekonomi keluarga saat ini.

Cara ini akan menghindarkan Anda dari pengeluaran berlebihan saat lebaran tiba dan menjaga stabilitas finansial tetap terjaga dengan baik.

  1. Alokasikan Dana untuk Berbagi Kebaikan

Bulan suci adalah waktu yang tepat untuk berbagi kepada sesama melalui donasi, sedekah, dan infaq kepada yang membutuhkan bantuan.

Salurkan dana amal melalui lembaga terpercaya atau berikan langsung kepada orang yang benar-benar memerlukan uluran tangan dari Anda.

Pastikan jumlah yang diberikan sesuai dengan kemampuan dan tidak melebihi anggaran yang sudah ditetapkan di awal perencanaan keuangan.

Jangan lupa juga untuk memperhitungkan zakat fitrah yang wajib dikeluarkan dan masukkan dalam perhitungan anggaran bulan suci ini.

  1. Konsisten dengan Rencana yang Dibuat

Berkomitmen dengan perencanaan awal adalah kunci utama agar semua strategi pengelolaan finansial dapat berjalan dengan lancar dan maksimal.

Jika melanggar rencana yang sudah dibuat dengan susah payah, maka seluruh upaya dan persiapan akan menjadi sia-sia belaka.

Tetap konsisten dan disiplin mengikuti rencana yang telah disusun agar terhindar dari pengeluaran yang membengkak dan tidak terkontrol dengan baik.

Komitmen yang kuat akan membuat kondisi finansial tetap sehat hingga bulan suci berakhir dan memasuki hari raya dengan tenang.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #biar #boncos #tips #persiapan #keuangan #belanja #sebelum #ramadhan

KOMENTAR