Waspada Nvidia, Intel Mau Bikin GPU Khusus untuk Server AI
Ilustrasi logo Intel. Saham Intel melonjak hingga 28 persen pada pembukaan pasar Kamis (18/9/2025) setelah Nvidia mengumumkan akan membeli saham senilai 5 miliar dollar AS sebagai bagian dari kemitraan kedua perusahaan pembuat chip itu. (Reuters)
14:09
5 Februari 2026

Waspada Nvidia, Intel Mau Bikin GPU Khusus untuk Server AI

- Persaingan di industri chip kecerdasan buatan (artificial Intelligence, AI) dipastikan bakal semakin sengit tahun ini.

Intel, raksasa teknologi yang selama ini dikenal sebagai raja prosesor PC, secara terbuka mengumumkan rencana besarnya untuk masuk ke wilayah kekuasaan Nvidia.

CEO Intel, Lip-Bu Tan, mengungkap bahwa perusahaannya kini tengah serius membangun unit pemrosesan grafis (GPU) yang dikhususkan untuk pusat data (data center) AI.

Langkah ini diambil untuk memecah dominasi Nvidia yang selama beberapa tahun terakhir menguasai pasar infrastruktur AI global.

Baca juga: Wajib Tonton, Video Jensen Huang 14 Tahun Lalu soal Blueprint Nvidia di Era AI

Keseriusan Intel ini dibuktikan dengan perekrutan talenta kelas kakap.

Tan mengungkapkan bahwa dirinya baru saja merekrut mantan eksekutif Qualcomm, Eric Demmers, sebagai kepala arsitek GPU (chief GPU architect) Intel.

"Saya baru saja merekrut kepala arsitek GPU, dan dia sangat bagus. Saya sangat senang dia bergabung dengan saya," ujar Tan di sela-sela acara Cisco AI Summit, dikutip KompasTekno dari Reuters.

Tan mengakui butuh usaha ekstra untuk membujuk Demmers agar mau bergabung.

Nantinya, Demmers akan melapor langsung ke bos chip data center Intel, Kevork Kechichian, untuk merancang GPU yang benar-benar dibutuhkan oleh pelanggan data center.

Fokus utama pengembangan GPU baru ini adalah data center. Tan menjelaskan bahwa pihaknya sedang bekerja intensif dengan para pelanggan untuk mendefinisikan spesifikasi produk yang benar-benar dibutuhkan industri saat ini.

"Ini (pengembangan GPU) terkait erat dengan pusat data," tegas Tan.

Baca juga: Pengakuan CEO Intel, Kami Tak Lagi Masuk 10 Besar Semikonduktor Dunia

Yang menarik, dalam kesempatan yang sama, Tan juga menyinggung ancaman kompetisi dari China, khususnya Huawei.

Ia mengaku "kaget" saat mengetahui Huawei berhasil merekrut sekitar 100 desainer chip kelas kakap.

Padahal, Huawei selama ini dikekang habis-habisan oleh sanksi AS dan tidak punya akses ke software desain chip canggih, seperti Cadence atau Synopsys.

Ketika Tan bertanya kenapa mereka mau gabung Huawei yang tools-nya terbatas, jawaban para desainer itu bikin merinding.

"Mereka bilang, 'Meskipun kami tidak punya akses ke tools terbaik... kami punya cara 'orang miskin' untuk melakukannya, dan kami bisa melakukannya,'" cerita Tan menirukan ucapan mereka.

Tan pun memperingatkan bahwa Huawei sebenarnya cuma tertinggal sedikit di belakang. "Kalau kita tidak hati-hati, mereka akan melompat maju menyalip kita," tegasnya.

Baca juga: Jenius AI 24 Tahun Tolak Dibajak, Zuckerberg Datang Sendiri Tawari Rp 4 Triliun

Selain fokus mendesain GPU, bisnis pabrik (foundry) Intel juga mulai bergeliat.

Tan membocorkan bahwa ada "beberapa pelanggan" yang kini sedang terlibat intens dengan Intel Foundry, khususnya untuk teknologi manufaktur 14A mereka yang rencananya akan digenjot produksinya akhir tahun ini.

Jadi, peta persaingan chip dunia makin seru saja. Ada Intel yang mau merebut takhta GPU Nvidia, sambil was-was dilibas oleh Huawei dari belakang.

Baca juga: Intel Tuntut Mantan Karyawan Loyal Rp 4 Miliar, Ini Alasannya

Tag:  #waspada #nvidia #intel #bikin #khusus #untuk #server

KOMENTAR