IHSG Merosot Tajam, Sentimen Global dan Rupiah Jadi Beban
Ilustrasi IHSG. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
12:36
18 Mei 2026

IHSG Merosot Tajam, Sentimen Global dan Rupiah Jadi Beban

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan pagi ini dengan pelemahan mendalam hingga lebih dari 4 persen.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menjelaskan, anjloknya indeks bursa domestik ini dipicu oleh perpaduan faktor eksternal dan internal.

“Pelemahan IHSG hingga lebih dari 4 persen pagi ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik,” ujar Reydi saat dihubungi, Senin (18/5/2026).

Baca juga: IHSG Anjlok 4,35 Persen, Asing Jual Masif Saham Big Caps

Ilustrasi IHSGANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Ilustrasi IHSG

Menurut Reydi, ada beberapa faktor utama yang menjadi motor penggerak merosotnya IHSG, mulai dari aksi lepas saham oleh investor internasional hingga fluktuasi nilai tukar.

“Tekanan datang dari masih tingginya aksi jual asing, kekhawatiran terhadap arus keluar dana dari emerging market, serta sentimen risk-off akibat ketidakpastian global, melemahnya rupiah terhadap dollar AS dan isu pasar domestik terkait likuiditas serta saham-saham dengan kategori HSC,” kata dia.

Di tengah penurunan tajam IHSG ini, muncul kekhawatiran di kalangan pelaku pasar mengenai potensi penghentian perdagangan sementara waktu atau trading halt.

Namun demikian, Reydi menilai skenario tersebut cenderung minim terjadi.

Baca juga: IHSG Anjlok 4,64 Persen Jelang Penutupan Sesi 1, Ini Penyebabnya

“Potensi trading halt tetap ada apabila tekanan jual semakin dalam dan IHSG menyentuh batas auto rejection bawah secara luas, tapi kemungkinannya kecil,” ucap dia.

Di tengah situasi pasar yang bergejolak, Reydi mengimbau para investor untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara impulsif.

“Dalam kondisi seperti ini investor sebaiknya tidak panik melakukan panic selling,” tutur Reydi.

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG hari ini ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026).Freepik Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG hari ini ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026).

Ia menyarankan pelaku pasar untuk menyusun ulang strategi investasi mereka dengan memprioritaskan ketersediaan dana segar dan beralih ke saham-saham yang berkinerja solid.

Baca juga: IHSG Anjlok 4,30 Persen dalam 1,5 Jam, Pasar Waspadai Trading Halt

“Fokus utama adalah menjaga cash flow dan memilih saham dengan fundamental kuat, likuiditas besar, serta memiliki daya tahan terhadap gejolak global seperti sektor perbankan besar, energi, dan saham defensif,” tutup dia.

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan pada sesi satu perdagangan, Senin (18/5/2026).

IHSG menutup sesi pertama di level 6.470,34 atau melemah 3,76 persen setara 252 poin dibandingkan pembukaannya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, pada pukul 11.22 WIB, indeks anjlok 292,363 poin atau 4,35 persen ke level 6.430,956.

Baca juga: IHSG Anjlok dan Rupiah Terjun: Ini Penyebab Tekanan Pasar Keuangan RI

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di posisi 6.628,976 dan sempat menyentuh area tertinggi harian di 6.631,282.

Namun setelah pembukaan, tekanan jual terus mendominasi hingga indeks menyentuh angka terendah di 6.398,786.

Tag:  #ihsg #merosot #tajam #sentimen #global #rupiah #jadi #beban

KOMENTAR