Rupiah Melemah Lagi, Harga Minyak dan Sentimen Global Jadi Beban
Ilustrasi rupiah dan dollar AS(THINKSTOCKS)
13:12
18 Mei 2026

Rupiah Melemah Lagi, Harga Minyak dan Sentimen Global Jadi Beban

Pelemahan mata uang Garuda pada siang hari ini, Senin (18/5/2026), disebabkan oleh sejumlah faktor dari luar dan dalam negeri.

Sebagai informasi, mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah pada pukul 12.26 WIB berada di level terendahnya Rp 17.680 per dollar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah pada sesi pagi ke siang ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal, yaitu kembali menguatnya sentimen risk off global pada Jumat.

Baca juga: Rupiah Anjlok ke Level Terendah, Apa Penyebabnya?

Ilustrasi dollar AS.PIXABAY/PASJA1000 Ilustrasi dollar AS.

Dollar AS menguat cukup signifikan di tengah aksi jual di berbagai instrumen investasi, mulai dari obligasi, saham, kripto, hingga mata uang negara berkembang.

Menurutnya, tekanan pasar muncul setelah investor kecewa terhadap hasil pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump yang dinilai belum memberikan solusi berarti terkait konflik AS-Iran.

"Hal ini juga membuat harga minyak mentah dunia kembali naik. Range Rp 17.550 sampai Rp 17.650," ujarnya kepada Kompas.com, Senin.

Selain faktor eksternal, Lukman menilai faktor internal juga turut menyebabkan rupiah melemah hari ini.

Baca juga: DPR Tanya BI: Semua Instrumen Dipakai, Rupiah Kok Melemah?

Adapun sentimen negatif berasal dari pidato Presiden Prabowo Subianto terkait rupiah.

"Pidato tersebut umumnya direspons negatif investor," kata Lukman.

Terpisah, analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut, pidato Prabowo pada Sabtu (16/5/2026), yang menyebut orang desa tak menggunakan dollar sehingga pelemahan rupiah tak jadi masalah, dinilai negatif oleh pasar.

Kondisi tersebut, kata dia, memperkuat pandangan investor bahwa pemerintah belum memiliki langkah yang cukup jelas untuk menahan tekanan terhadap rupiah.

Baca juga: IHSG Merosot Tajam, Sentimen Global dan Rupiah Jadi Beban

"Rupanya pernyataan dari Presiden Prabowo ini juga berakibat fatal terhadap pelemahan mata uang rupiah," ucap Ibrahim, Senin.

Ilustrasi rupiah. Shutterstock/Travis182 Ilustrasi rupiah.

Ibrahim juga menyoroti pentingnya komunikasi pemerintah dalam menjaga kepercayaan pasar.

Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih fokus menjelaskan langkah konkret untuk memperkuat rupiah, seperti pengendalian impor energi, pengembangan program biodiesel B50, serta strategi menghadapi tekanan global.

"Apa yang dikatakan oleh Prabowo ini mungkin kesalahan dari pembantu presidennya yang di sini adalah Sekretaris Kabinet mungkin tidak memberikan satu informasi yang positif tentang masyarakat yang ada di desa. Karena masyarakat yang ada di desa sekarang itu lebih pintar dibandingkan dengan masyarakat yang ada di kota," ungkapnya.

Baca juga: Rupiah Anjlok ke Rp 17.675, Ketegangan Timur Tengah Jadi Biang Kerok

Sementara dari sisi eksternal, Ibrahim menilai pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi sejumlah faktor eksternal dan domestik, mulai dari penguatan dollar AS, kenaikan harga minyak mentah dunia, tingginya impor minyak Indonesia yang mencapai sekitar 1,5 juta barrel per hari, hingga perpindahan simpanan masyarakat dari rupiah ke valuta asing.

Tag:  #rupiah #melemah #lagi #harga #minyak #sentimen #global #jadi #beban

KOMENTAR