Tips Menemukan Personal Style yang Cocok di Usia 30 Tahun
- Memasuki usia 30 tahun sering kali membuat banyak orang mulai mempertanyakan gaya berpakaian mereka. Seiring dengan kedewasaan yang meningkat, banyak orang justru lebih berhati-hati mengekspresikan diri lewat gaya busana. Padahal, ini bisa menjadi fase terbaik untuk menemukan personal style.
“Saya tidak butuh izin siapa pun untuk memakai sesuatu. Saya mengenakan apa yang saya mau, dan orang merespons karena itu terasa autentik,” kata peramal tren fesyen Mandy Lee, disadur Coveteur, Senin (18/5/2026).
Lalu, bagaimana cara menemukan personal style yang benar-benar mencerminkan diri sendiri di usia 30 tahun?
Baca juga: Steal the Look: Gaya Edgy Amna Al Qubaisi di Wardah Lip Paddock
Tips menemukan personal style di usia 30 tahun
1. Mulai dari isi lemari yang sudah kamu punya
Saat ingin mengubah penampilan, kebanyakan orang langsung tergoda membeli pakaian baru. Langkah pertama untuk menemukan personal style justru dengan berdamai dengan isi lemari sendiri.
Lee menyarankan untuk jeda berbelanja dan mulai memperhatikan pakaian apa yang benar-benar sering dipakai. Cara ini membantu mengenali pola berpakaian secara jujur.
Misalnya, apakah kamu lebih nyaman memakai oversized shirt? Apakah kamu ternyata selalu kembali pada warna netral? Atau justru sering merasa percaya diri saat mengenakan warna terang?
Dengan memperhatikan kebiasaan ini, kamu bisa melihat mana pakaian yang memang merepresentasikan dirimu dan mana yang hanya impulsive buying karena sedang tren.
Mendokumentasikan outfit harian lewat foto juga bisa menjadi cara sederhana untuk melihat pola tersebut.
Baca juga: Stylist Beberkan 10 Tanda Pakaian Tak Cocok dengan Bentuk Badan
Ilustrasi dress motif abstrak.
2. Definisikan basic fashion versimu sendiri
Banyak orang menganggap personal style harus dibangun dari item-item klasik seperti blazer hitam, kemeja putih, atau loafers. Padahal, kebutuhan dasar setiap orang berbeda.
“Setiap orang memiliki kebutuhan basic yang berbeda. Basic harus sesuai gaya hidup, minat, dan keseharian masing-masing,” ungkap Lee
Jika keseharianmu lebih banyak bekerja kreatif atau mobile, mungkin basic item-mu justru berupa wide-leg jeans, sneakers nyaman, atau outerwear statement.
Personal style bukan soal mengikuti daftar pakaian wajib punya, melainkan menemukan item yang benar-benar terasa seperti diri sendiri.
Baca juga: Warna Pakaian yang Bikin Kita Terlihat Kredibel, Kata Studi
3. Jangan asal mengikuti tren
Salah satu kesalahan terbesar saat membangun gaya personal adalah terlalu sibuk mengejar tren.
Hari ini balletcore, besok office siren, minggu depan clean girl aesthetic. Jika terus mengikuti arus, gaya berpakaianmu akan terasa seperti identitas pinjaman.
“Saya ingin penampilan menjadi perpanjangan diri saya, bukan sesuatu yang sedang saya coba tampilkan,” ujar penulis mode Alison Syrett Cleary.
Tren sebaiknya hanya dijadikan referensi, bukan aturan mutlak. Kalau ada tren yang terasa cocok dengan kepribadianmu, silakan adopsi. Namun jika tidak sesuai, tak perlu memaksakan diri.
Baca juga: Tren Makeup Met Gala 2026, dari Inner Corner Glow hingga Kuku Metalik
4. Fokus pada kualitas dan repetisi gaya
Personal style yang kuat biasanya punya benang merah yang konsisten. Bukan berarti harus memakai pakaian yang itu-itu saja, melainkan memiliki elemen khas yang berulang.
Bisa berupa siluet favorit, warna tertentu, bahan favorit, atau detail khas seperti aksesori emas atau oversized blazer.
Menurut Mandy Lee, repetisi justru membangun ciri khas. Ketika kamu konsisten dengan elemen tertentu, orang akan mulai mengenali identitas visualmu.
Selain itu, usia 30-an adalah waktu tepat mulai berinvestasi pada kualitas. Pilih bahan yang nyaman, potongan yang pas di tubuh, dan jahitan yang rapi.
Pakaian berkualitas tidak hanya tahan lama, tetapi juga membantu penampilan terlihat effortless.
Baca juga: Bukan Lagi Flower Crown, Ini 5 Tren Fashion Coachella 2026
5. Lupakan konsep berpakaian sesuai usia
Banyak orang memasuki usia 30-an lalu merasa harus meninggalkan warna cerah, crop top, sneakers chunky, atau item eksperimental lainnya.
Padahal, para ahli sepakat bahwa konsep berpakaian sesuai usia sudah tidak relevan.
“Pertanyaannya bukan apakah ini cocok untuk usia saya, tapi apakah ini cocok untuk saya,” tutur Cleary.
Jika kamu merasa percaya diri memakai rok mini di usia 35 atau tetap nyaman dengan gaya edgy di usia 40, tidak ada alasan untuk berhenti. Personal style yang paling menarik selalu lahir dari kejujuran terhadap diri sendiri.
Baca juga: Psikolog Ungkap Warna Pakaian yang Bikin Seseorang Terlihat Lebih Ramah
6. Biarkan gaya berpakaianmu berkembang
Menemukan personal style bukan tujuan akhir, melainkan proses yang terus berkembang.
Gaya berpakaianmu di usia 30 mungkin berbeda saat 35 atau 40 nanti. Itu bukan berarti kamu kehilangan identitas, melainkan sedang bertumbuh.
Seiring perubahan pekerjaan, tubuh, rutinitas, dan cara pandang, style pun akan ikut berevolusi. Yang terpenting adalah memastikan setiap perubahan tetap terasa autentik.
Baca juga: 10 Warna Baju yang Tak Cocok Dipakai Bersamaan, Ada Ungu dan Merah
Tag: #tips #menemukan #personal #style #yang #cocok #usia #tahun