SRC Bina Ribuan UMKM Cirebon Lewat Digitalisasi Toko
Ilustrasi toko Sampoerna Retail Community (SRC).(SHUTTERSTOCK/ARIES HENDRICK APRIYANTO)
21:12
18 Mei 2026

SRC Bina Ribuan UMKM Cirebon Lewat Digitalisasi Toko

Upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

Salah satu program yang berfokus pada pengembangan UMKM dijalankan melalui jaringan toko kelontong Sampoerna Retail Community (SRC).

Dikutip dari siaran pers, Senin (18/5/2026), program yang berada di bawah inisiatif keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia oleh PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) itu berfokus pada peningkatan daya saing toko tradisional melalui digitalisasi dan pendampingan usaha.

Baca juga: Punya Omzet Tahunan Rp 236 Triliun, Bagaimana Cara Toko Kelontong Gabung SRC?

Ilustrasi toko Sampoerna Retail Community (SRC).SHUTTERSTOCK/ARIES HENDRICK APRIYANTO Ilustrasi toko Sampoerna Retail Community (SRC).

Sebagai jaringan toko kelontong masa kini, SRC dibentuk untuk membantu toko tradisional beroperasi lebih rapi dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui penerapan digitalisasi dan integrasi layanan seperti Pojok Bayar, program tersebut turut mendukung transformasi pengelolaan usaha para pelaku UMKM.

Hingga kini, perseroan telah membina lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia melalui program SRC.

Tidak hanya melalui pengembangan jaringan toko, komitmen pemberdayaan UMKM juga diperkuat lewat program Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).

Baca juga: Toko SRC Kini Jual Bright Gas dan Pelumas Pertamina

Program inkubasi yang telah berjalan lebih dari 17 tahun itu menyediakan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha.

Melalui SETC, lebih dari 108.000 pelaku wirausaha telah diberdayakan. Sejumlah UMKM binaan bahkan disebut telah berhasil mengekspor produk dan bersaing di pasar global.

Fokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha

SRC mendorong daya toko kelontong untuk mengembangkan rakyat langsung di akarnya. Dok. Sampoerna Retail Community SRC mendorong daya toko kelontong untuk mengembangkan rakyat langsung di akarnya.

Program pemberdayaan UMKM juga dijalankan melalui berbagai kegiatan komunitas dan penguatan jejaring antarpelaku usaha.

Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan Halal Bihalal Paguyuban SRC yang digelar di sejumlah daerah di Indonesia.

Baca juga: Omzet Warung Kelontong SRC Tembus Rp 236 Triliun

Di Kabupaten Cirebon, kegiatan tersebut dihadiri 150 perwakilan toko anggota SRC dari tiga paguyuban besar SRC di wilayah tersebut.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan itu juga diisi dengan sejumlah agenda untuk meningkatkan kapasitas anggota paguyuban.

Acara kemudian ditutup dengan berbagai aktivitas yang bertujuan mempererat kekompakan antarpelaku usaha.

Wabup Cirebon apresiasi kontribusi SRC

Kehadiran paguyuban SRC di Cirebon mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Cirebon. Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi SRC yang ke-18.

Baca juga: SRC dan Kemendag Perkuat Digitalisasi dan Distribusi Produk UMKM

"Saya ucapkan selamat ulang tahun yang ke-18 untuk SRC. Semoga semakin memberikan manfaat bagi perkembangan Cirebon baik bagi ekonomi maupun masyarakat banyak," ujar Agus.

Ia juga mengapresiasi kontribusi program pembinaan UMKM yang dinilai telah memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi lokal di wilayahnya.

"Saya sangat berterima kasih kepada PT HM Sampoerna Tbk karena begitu peduli dengan UMKM di Kabupaten Cirebon. Tadi disampaikan ada kurang lebih 2.000 UMKM. Ini angka yang luar biasa. Dan seperti yang disampaikan SRC ini bisa menjadi standard UMKM yang sudah naik kelas dan modern di Cirebon," kata Agus.

Tag:  #bina #ribuan #umkm #cirebon #lewat #digitalisasi #toko

KOMENTAR