Kasus Pelecehan di Ponpes Pati, Cak Imin: Bukan Kiai, Tapi Dukun Berkedok Kiai
Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan bahwa pendiri sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kiai Ashari (51), bukanlah kiai yang sesungguhnya.(KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
21:34
18 Mei 2026

Kasus Pelecehan di Ponpes Pati, Cak Imin: Bukan Kiai, Tapi Dukun Berkedok Kiai

- Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan bahwa pendiri sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kiai Ashari (51), bukanlah kiai yang sungguhan.

Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka usai ditangkap oleh tim gabungan Polresta Pati dan Polda Jateng atas kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santri di Ponpes Ndholo Kusumo.

"Tapi saya berani menyatakan, apa yang terjadi di Pati, apa yang terjadi di Jawa Barat, bukan kiai yang sesungguhnya. Dukun macak kiai, kira-kira gitu. Dukun berkedok kiai," kata Cak Imin dalam pembukaan agenda Temu Nasional Pondok Pesantren di Grand Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Kemenag Resmi Cabut Izin Ponpes Ndolo Kusumo Imbas Kasus Pencabulan Santriwati

Cak Imin memperingatkan masyarakat tidak mudah percaya dengan pondok pesantren yang mengiming-imingin pendidikan gratis tanpa biaya apapun.

"Kepada masyarakat, jangan mudah percaya dengan istilah mondok gratis, dengan istilah tanpa biaya tapa dilakukan pengecekan," jelasnya.

Sebagai Menteri Koodinator Pemberdayaan Masyarakat, Cak Imin telah berkoordinasi dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk mengatasi masalah kekerasan, baik itu fisik maupun seksual di pesantren.

Baca juga: Mensos Janji Pulihkan dan Jamin Pendidikan Korban Pencabulan Ponpes Pati

Menurut Cak Imin, permasalahan kasus kekerasan fisik maupun pelecehan seksual yang terjadi di pesantren tidak akan bisa diatasi sendiri tanpa adanya kerja sama dengan masyarakat.

"Kita antisipasi supaya tidak terjadi dukun ngaku kiai, gitu-gitu berat itu. Pencari sumbangan ngaku pesantren itu banyak. Mari kita bareng-bareng kepada semua pihak, seluruh masyarakat kalau melihat ketidakberesan jangan diam, segera laporkan," ucapnya.

Ia menyarankan seluruh daerah-daerah membuka hotline agar para santri dapat langsung melaporkan jika mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari oknum-oknum kiai.

"Insya Allah Polri dan kita semua akan mengawal. Kepada semua pemerintah daerah saya berharap betul buka hotline, buka hotline. Buka hotline sehotline-hotlinennya," jelas dia.

Baca juga: Update Kasus Pencabulan Oknum Kiai di Ponpes Pati, Korban Baru Bongkar Modus Doktrin Kepatuhan

Diberitakan sebelumnya bahwa pendiri sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kiai Ashari (51) telah ditetapkan sebagai tersangka usai ditangkap oleh tim gabungan Polresta Pati dan Polda Jateng di Wonogiri pada Kamis (7/5/2026) setelah melarikan diri.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah memastikan hak pendidikan puluhan santri yang terdampak kasus kekerasan seksual tetap terpenuhi.

Proses pembelajaran bagi para santri tetap dilanjutkan melalui skema pembelajaran yang disiapkan meski izin operasional pesantren telah dicabut sejak 5 Mei 2026.

Tag:  #kasus #pelecehan #ponpes #pati #imin #bukan #kiai #tapi #dukun #berkedok #kiai

KOMENTAR