10 Tanda Teman Tidak Tulus, Jangan Abaikan Sinyalnya
- Pertemanan seharusnya menjadi ruang yang aman untuk bertumbuh dan saling mendukung. Namun, tidak semua orang yang terlihat dekat benar-benar hadir dengan niat tulus.
Ada kalanya seseorang bersikap manis di depan, tetapi diam-diam membawa energi negatif yang justru menguras emosi.
Psikolog berlisensi asal Santa Barbara, Dr. Pauline Yeghnazar Peck menjelaskan, tidak semua orang yang mendekat memiliki niat pertemanan yang sehat.
“Tidak semua orang yang berteman dengan kita benar-benar seorang teman, artinya mereka tidak selalu mengutamakan kepentingan terbaik kita,” jelasnya, seperti disadur Seventeen, Senin (18/5/2026).
Senada dengan itu, neuropsikolog Dr. Sanam Hafeez mengatakan, tekanan sosial sering kali membuat seseorang sulit menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam pertemanan yang tidak sehat.
Baca juga: Dilema Pertemanan, Harus Menjauh atau Tetap Dekat dengan Teman yang Berselingkuh?
Lalu, bagaimana cara mengenali tanda-tandanya? Berikut 10 ciri teman fake yang perlu kamu waspadai.
10 Tanda teman palsu yang perlu diwaspadai
1. Selalu sulit diajak bertemu
Seorang teman yang tulus biasanya akan berusaha meluangkan waktu, meskipun kesibukan sedang padat.
Jika setiap ajakanmu selalu dibalas dengan alasan, ditunda, atau dibatalkan mendadak tanpa penjelasan yang masuk akal, ini bisa menjadi pertanda bahwa kamu bukan prioritas dalam hidup mereka.
“Jika ini terjadi berulang kali, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka memang tidak tertarik meluangkan waktu atau ada masalah mendasar dalam pertemanan tersebut,” kata Dr. Hafeez.
Sesekali menolak ajakan tentu wajar. Namun jika pola ini terus berulang, kamu patut mengevaluasi hubungan tersebut.
Baca juga: Sulit Bergaul, Gen Z Mengandalkan AI untuk Ngobrol dengan Teman
Ilustrasi teman. Orang dengan kecerdasan tinggi ternyata lebih mudah terganggu oleh kebiasaan tertentu yang sering dianggap biasa.
2. Mereka hanya muncul saat butuh
Teman palsu sering kali hadir hanya ketika mereka membutuhkan bantuan. Misalnya saat butuh tumpangan, tempat curhat, atau sekadar mencari teman agar tidak sendirian.
Dr. Peck menyebut pola ini sebagai hubungan yang didorong oleh kenyamanan sepihak.
Ketika mereka tidak membutuhkan apa pun, pesanmu diabaikan. Namun saat ada keperluan, mereka tiba-tiba sangat ramah dan intens menghubungi.
Baca juga: 5 Cara Mengakhiri Pertemanan Toxic dengan Tegas
3. Kamu selalu jadi rencana cadangan
Pernah merasa baru diajak setelah pilihan lain mereka batal? Ini adalah salah satu tanda klasik pertemanan tidak tulus.
Teman sejati tidak menempatkanmu sebagai opsi terakhir. Jika seseorang hanya menghubungimu ketika tidak punya teman lain, hubungan tersebut cenderung dibangun atas dasar kebutuhan, bukan kedekatan emosional.
4. Tidak pernah benar-benar bahagia atas pencapaianmu
Teman yang tulus akan ikut bangga ketika kamu berhasil. Sebaliknya, teman fake justru terlihat dingin, meremehkan, atau bahkan mencoba menyaingi pencapaianmu.
Misalnya saat kamu bercerita soal promosi kerja, mereka malah membalas dengan pencapaian mereka sendiri tanpa memberi ucapan selamat. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa mereka melihatmu sebagai kompetitor, bukan sahabat.
Baca juga: Punya Sahabat yang Baik Bisa Bikin Umur Lebih Panjang
5. Sering merendahkanmu di depan orang lain
Dr. Peck mengatakan, candaan yang terus-menerus menjatuhkan bukanlah bentuk keakraban.
“Mengkhianati kepercayaan, merendahkan, dan menjatuhkan seseorang bukan perilaku yang sehat serta dapat menimbulkan luka emosional,” kata dia.
Jika mereka sering mengomentari penampilan secara negatif, memotong pembicaraan, atau mempermalukanmu di depan orang lain, itu bukan sekadar bercanda.
6. Terus menghakimi
Teman yang baik memberi masukan dengan empati. Teman palsu cenderung mengkritik dengan nada merendahkan.
Mereka membuatmu merasa salah atas keputusan pribadi, mulai dari pilihan karier hingga hubungan asmara.
Jika setelah berbicara dengan mereka kamu justru merasa kecil dan tidak percaya diri, bisa jadi hubungan tersebut tidak sehat.
Baca juga: Naksir Sahabat? Ini Tips Mengubah Pertemanan Jadi Hubungan Asmara
7. Membocorkan rahasiamu
Kepercayaan adalah fondasi utama dalam pertemanan. Saat seseorang berulang kali menceritakan hal-hal pribadi yang kamu bagi secara rahasia, itu adalah bentuk pengkhianatan.
Kesalahan sekali mungkin bisa dimaklumi. Namun jika terus berulang, itu menunjukkan mereka tidak menghargai batasanmu.
8. Suka bergosip tentang semua orang
Jika topik obrolan mereka selalu dipenuhi cerita buruk tentang orang lain, besar kemungkinan kamu juga menjadi bahan pembicaraan saat tidak ada.
Kebiasaan ini menunjukkan kurangnya integritas dalam hubungan sosial. Orang yang nyaman menjatuhkan orang lain biasanya juga tidak segan melakukan hal yang sama kepadamu.
Baca juga: Tips Jadi Teman Curhat yang Baik tanpa Adu Nasib
9. Terlihat malu berteman denganmu
Teman fake terkadang bersikap berbeda ketika berada di depan orang lain. Mereka mungkin mengabaikanmu di keramaian, tidak pernah mengajakmu ke lingkaran sosial mereka, atau terkesan menjaga jarak demi citra tertentu.
Sikap ini bisa membuatmu merasa tidak cukup baik, padahal masalahnya terletak pada ketidakdewasaan mereka.
10. Menjadikanmu bahan lelucon terus-menerus
Bercanda adalah hal biasa dalam pertemanan. Namun jika candaan mereka selalu menyasar kelemahanmu dan membuatmu tidak nyaman, itu patut diwaspadai.
“Hubungan yang sehat dan penuh hormat harus dibangun atas kepedulian tulus dan rasa saling menghargai, bukan sekadar kenyamanan atau keuntungan pribadi,” terang Dr. Hafeez.
Jika kamu sudah menyampaikan keberatan tetapi mereka mengabaikannya, itu tanda bahwa perasaanmu tidak dihargai.
Pertemanan yang sehat seharusnya membuatmu merasa aman, diterima, dan didukung menjadi versi terbaik diri sendiri.
Jika kamu mulai merasa lelah secara emosional, terus-menerus mempertanyakan nilai dirimu, atau merasa hubungan itu lebih banyak menyakitkan daripada membahagiakan, mungkin sudah waktunya mengambil jarak.
Baca juga: 3 Zodiak yang Cocok Jadi Sahabat, Setia dan Selalu Mendukung
Tag: #tanda #teman #tidak #tulus #jangan #abaikan #sinyalnya