2 Jurnalis Republika Diculik Tentara Israel Saat Menuju Gaza, Minta DIselamatkan
Sebuah kapal dari armada kemanusiaan baru yang menuju Jalur Gaza melakukan keberangkatan simbolis dari Pelabuhan Vell Barcelona pada 12 April 2026 karena keberangkatan armada tersebut ditunda akibat cuaca buruk. Armada baru yang terdiri dari lebih dari 80 kapal dan 1.000 aktivis pro-Palestina internasional, yang mencoba mencapai Gaza tahun lalu, sedang mempersiapkan misi baru ke wilayah yang hancur tersebut dari Barcelona. Tanggapan Israel terhadap perjalanan pertama Armada Global Sumud?mencegat kapal
20:54
18 Mei 2026

2 Jurnalis Republika Diculik Tentara Israel Saat Menuju Gaza, Minta DIselamatkan

Pasukan Israel dilaporkan mencegat armada misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional dekat Siprus, Senin (18/5/2026).

Dalam rombongan tersebut terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk dua jurnalis Republika, yang disebut ikut menjadi korban penculikan oleh tentara Israel.

Koalisi aktivis pro-Palestina menyatakan, armada yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza itu dicegat sekitar 250 mil laut dari Gaza, di wilayah barat Siprus.

Baca juga: Militer Israel Kembali Cegat Armada Global Sumud Flotilla yang Angkut 500 Aktivis ke Gaza

Global Sumud Flotilla menyebut pasukan bersenjata Israel naik ke sejumlah kapal dalam tindakan yang mereka sebut sebagai “pembajakan ilegal” di perairan internasional.

Israel hingga kini belum memberikan komentar langsung terkait intersepsi terbaru tersebut. Namun sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Israel menyebut armada itu sebagai “provokasi demi provokasi” dan menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan blokade laut terhadap Gaza ditembus.

9 WNI diculik tentara Israel

Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengatakan, terdapat sembilan relawan asal Indonesia dalam rombongan Global Sumud Flotilla, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

“Dalam rombongan, terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” kata Andi dalam unggahan Instagram Republika.

Ia juga mengecam tindakan militer Israel yang melakukan intersepsi terhadap kapal bantuan kemanusiaan tersebut.

“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” ujarnya.

Sebelumnya, akun Instagram Republika juga mengunggah video Bambang Daryono alias Abeng yang mengaku menjadi peserta misi kemanusiaan tersebut.

“Saya Bambang Daryono alias Abeng. Saya warga Indonesia. Saya adalah partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026,” ujar Abeng sambil menunjukkan paspornya dalam video.

“Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajah Zionis Israel dan meminta pemerintah Indonesia agar selalu mendukung kemerdekaan Palestina,” tambahnya.

Republika menyebut intersepsi dilakukan sekitar pukul 11.00 waktu Turkiye di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza. Dalam unggahan itu juga disebutkan jurnalis Republika Bambang Noroyono yang berada di kapal Boralize ikut diculik tentara Israel.

Sebelum komunikasi terputus, Bambang dilaporkan sempat melihat kapal perang berada sangat dekat dengan kapal yang ditumpanginya.

Baca juga: Armada Global Sumud Flotilla Kembali Dicegat Israel, Laporkan Situasi Darurat

Dicegat di Laut Mediterania

BBC melaporkan, armada Global Sumud Flotilla terdiri dari lebih dari 50 kapal yang berlayar membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

Aktivis menyebut armada tersebut berangkat dari pelabuhan Marmaris, Turkiye, dan bergerak menuju Gaza melalui Laut Mediterania.

Mereka menilai bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan warga Gaza yang menghadapi kondisi kemanusiaan buruk di tengah blokade berkepanjangan.

PBB sebelumnya menyebut operasi kemanusiaan di Gaza masih terhambat pembatasan masuknya suku cadang penting, generator cadangan, bahan bakar, hingga perlengkapan lain. PBB juga menyatakan, sebagian bantuan yang telah disetujui Israel justru dikembalikan dan tidak masuk ke Gaza.

Bulan lalu, Israel juga mencegat 22 kapal dari armada yang sama di dekat Kreta, Yunani. Saat itu sekitar 175 aktivis ditahan, sebelum sebagian besar dibebaskan sehari kemudian setelah muncul kecaman internasional.

Tanggapan Kemlu RI

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

Kemlu menyebut sedikitnya 10 kapal telah ditangkap, termasuk Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Berdasarkan informasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang WNI bernama Andi Angga Prasadewa di kapal Josef. Sementara kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono hingga kini belum dapat dihubungi.

“Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/5/2026).

Kemlu RI juga menyatakan, telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan para WNI dan percepatan proses pemulangan jika diperlukan.

Baca juga: PBB Tekan Israel Bebaskan 2 Aktivis Global Sumud Flotilla

Tag:  #jurnalis #republika #diculik #tentara #israel #saat #menuju #gaza #minta #diselamatkan

KOMENTAR