Sepanjang Januari 2026, Sebanyak 890.165 Pelanggan KAI Manfaatkan ''Face Recognition''
Pintu masuk Hall Selatan menggunakan Face Recognition di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).(Kompas.com/Krisda Tiofani)
14:04
5 Februari 2026

Sepanjang Januari 2026, Sebanyak 890.165 Pelanggan KAI Manfaatkan ''Face Recognition''

- Sepanjang Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 890.165 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh memanfaatkan layanan face recognition.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan face recognition saat ini tersedia di 22 stasiun, yaitu Bandung, Bekasi, Cirebon, Cirebon Prujakan, Gambir, Kiaracondong, Kutoarjo, Lempuyangan, dan Medan.

Kemudian, Malang, Madiun, Pekalongan, Pasarsenen, Purwokerto, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Solo Balapan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, dan Yogyakarta.

“Melalui fasilitas ini, pelanggan dapat melakukan proses boarding tanpa perlu menunjukkan tiket cetak maupun dokumen identitas secara manual,” kata Anne dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Sebanyak 748.855 Penumpang KAI Gunakan Face Recognition Selama Nataru

Dari perspektif pelanggan, face recognition menghadirkan pengalaman boarding yang lebih sederhana dan efisien. Proses verifikasi identitas berlangsung lebih cepat, antrean dapat ditekan, dan waktu tunggu di area boarding menjadi lebih singkat, sehingga perjalanan terasa lebih tertib dan nyaman.

Pemanfaatan layanan ini juga berdampak pada efisiensi pengelolaan sumber daya. Boarding tanpa tiket cetak mengurangi kebutuhan penggunaan kertas.

Dengan asumsi 1 roll kertas sepanjang 7.200 cm dapat mencetak sekitar 400 tiket, serta harga Rp 14.765 per roll, biaya pencetakan setara sekitar Rp 37 per tiket.

“Berdasarkan perhitungan tersebut, penggunaan face recognition oleh 890.165 pelanggan selama Januari 2026 berpotensi menghemat biaya pencetakan tiket hingga sekitar Rp 32,9 juta dalam ekuivalen penggunaan kertas dan material pendukung,” jelas Anne.

Anne bilang, efisiensi ini sejalan dengan upaya KAI dalam mengelola operasional secara lebih efektif dan bertanggung jawab. Pengurangan penggunaan kertas juga berkontribusi pada penurunan kebutuhan bahan baku dan distribusi logistik, sehingga mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Digitalisasi layanan boarding menjadi bagian dari strategi KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan.

“Bagi pelanggan, face recognition memberikan kemudahan karena proses boarding menjadi lebih cepat dan sederhana. Dari sisi KAI, layanan ini membantu kami menjaga kelancaran operasional sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan,” ujar Anne.

Anne menambahkan, menjelang mudik Lebaran, pemanfaatan face recognition akan semakin membantu pelanggan dalam mengoptimalkan waktu perjalanan.

“Kami mengajak pelanggan untuk memanfaatkan fasilitas ini agar proses boarding berjalan lebih lancar dan perjalanan dapat dinikmati dengan lebih nyaman,” tutup Anne.

Tag:  #sepanjang #januari #2026 #sebanyak #890165 #pelanggan #manfaatkan #face #recognition

KOMENTAR