Pemerintah Kebut Swasembada Energi Guna Sokong PKPN 2026-2029
ilustrasi energi surya(freepik)
05:04
8 Mei 2026

Pemerintah Kebut Swasembada Energi Guna Sokong PKPN 2026-2029

- Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menjelaskan jika pemerintah ingin mempercepat swasembada energi untuk menyokong PKPN (Program Kerja Prioritas Nasional) tahun 2026.

Presiden Prabowo Subianto memberi pengarahan khusus atas swasembada energi ini.

"Ada 8 kluster dan ada 60 program. Programnya sudah jelas yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi sampai dengan pemerataan ekonomi di perdesaan," jelas Juda dikutip dari Kontan, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Krisis Global Picu Percepatan Swasembada Energi RI

Skema pembiayaan untuk menyelesaikan PKPN peran fiskal negara dilibatkan untuk fokus pada public goods dan welfare.

Sementara Danantara, untuk investasi dengan hasil jangka panjang.

Diverisifikasi ini diharapkan mempercepat PKPN periode 2026.

Baca juga: Kejar Swasembada Energi, Bahlil Mau Intervensi Sumur Tua

"Yang dulunya investasi pemerintah dilakukan melalui fiskal, sekarang ini dilakukan melalui Danantara," jelasnya.

Namun, bila proyek strategis yang membutuhkan pembiayaan besar maka dibiayai oleh anggaran negara dan Danantara lalu melibatkan Bank Indnesia untuk menjaga likuiditas.

"Bank Indonesia tentu saja akan menyediakan likuiditas yang cukup bagi perbankan dan juga biaya modal yang rendah di sektor swasta," jelasnya.

Baca juga: Pertamina Kejar Swasembada Energi

Berikut 15 daftar ketahanan enegri dalam PKPN 2026-2029.

  • Mandatori Biodiesel 50 (B50)
  • Mandatori Bioetanol 20 (E20)
  • Program PLTS 100 GW
  • Implementasi Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM)
  • Konversi 6 Juta Unit Motor BBM ke Motor Listrik
  • Pembangunan Jaringan Gas Kota (Jargas) untuk 1 Juta Sambungan Rumah
  • Peningkatan Lifting Minyak dan Gas Bumi
  • Small Scale Green Modular Refinery and 6 Storage
  • Eksplorasi 10 Ladang Migas Baru
  • Listrik Pedesaan
  • Pengelolaan Sampah menjadi Energi (PSEL)
  • PLTA Skala Besar Terintegrasi
  • Kompor Listrik untuk 2-5 Juta Rumah Tangga
  • Optimalisasi 45.000 Sumur Minyak Masyarakat
  • Optimalisasi 13.000 Sumur Minyak Tua

Baca juga: Sawit, Swasembada Energi, dan Pertaruhan Masa Depan Papua

Krisis global percepat Indonesia swasembada energi

Krisis global rupanya menjadi sebab utama pemerintah mempercepat gerak langkah swasembada energi.

“Menurut saya, krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat,” ujar Prabowo dikutip dari Kompas.com, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Produksi Migas PHE Naik, Swasembada Energi 2045 Kian Dekat

Swasembada harus didukung dengan transisi enegri terbarukan. Misalnya mengubah komoditi minyak sawit jadi solar dan lain sebagainya.

"Kita punya kelapa sawit, bisa kita ubah menjadi solar, bisa menjadi etanol. Kita bisa dari tebu, kita bisa dari singkong, kita bisa dari jagung. Ini kita punya semua. Kita punya geotermal yang banyak. Kita bisa pakai kekuatan air, hidro, mini hidro, banyak sekali," tutur Prabowo.

Baca juga: Pembangunan 100 GW PLTS, Langkah Indonesia Menuju Swasembada Energi

Tag:  #pemerintah #kebut #swasembada #energi #guna #sokong #pkpn #2026 #2029

KOMENTAR