KTT AS-China: Xi Jinping Bakal 'Kulit' Trump Begitu Injak Kaki di Beijing
Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]
16:36
13 Mei 2026

KTT AS-China: Xi Jinping Bakal 'Kulit' Trump Begitu Injak Kaki di Beijing

Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran.

Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu malam untuk kunjungan selama tiga hari.

Lawatan ini menjadi kunjungan pertama presiden AS ke China sejak 2017, saat Trump menjalani masa awal periode pertamanya di Gedung Putih.

Pertemuan kedua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar dunia itu dipandang sangat penting karena berlangsung di tengah ketegangan geopolitik global, perang dagang, dan konflik di Timur Tengah.

Bagi Beijing, isu Taiwan dipastikan menjadi agenda utama.

Pemerintah China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayahnya, sementara Taiwan tetap menjalankan pemerintahan sendiri secara de facto.

Presiden China Xi Jinping (Instagram)Presiden China Xi Jinping (Instagram)

Amerika Serikat memang telah memutus hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan sejak lama, namun Washington tetap memberikan bantuan pertahanan kepada pulau tersebut berdasarkan Taiwan Relations Act 1979.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS terus memasok senjata dan memperkuat kerja sama militer dengan Taiwan.

Langkah itu berulang kali memicu kemarahan Beijing yang menilai Washington mencampuri urusan dalam negeri China.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, bahkan menyebut Taiwan sebagai risiko terbesar dalam hubungan AS-China saat berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, bulan lalu.

Kedutaan Besar China di Washington juga kembali menegaskan Taiwan sebagai salah satu dari “empat garis merah” yang tidak boleh dilanggar Amerika Serikat.

Di sisi lain, Trump baru-baru ini mengungkap bahwa penjualan senjata AS ke Taiwan akan menjadi salah satu topik pembicaraan dengan Xi Jinping.

Pernyataan itu memunculkan spekulasi mengenai nasib paket penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS yang masih menunggu persetujuan akhir Gedung Putih.

Analis dari Crisis Group, William Yang, menilai Beijing kemungkinan besar akan berusaha membujuk Trump agar mengurangi bahkan menghentikan penjualan senjata ke Taiwan.

“China ingin memengaruhi keputusan Trump terkait Taiwan dan menciptakan situasi yang membuat pemerintah Taiwan kesulitan meminta tambahan anggaran pertahanan,” ujarnya dilansir dari Al Jazeera.

Selain Taiwan, perang dagang juga menjadi fokus utama China. Hubungan ekonomi kedua negara terus mengalami tekanan setelah AS dan China saling menaikkan tarif impor hingga di atas 100 persen dalam 18 bulan terakhir.

Meski kedua negara sempat menyepakati jeda perang dagang selama satu tahun pada pertemuan sebelumnya di Korea Selatan, Washington masih memberlakukan sejumlah sanksi baru terhadap perusahaan China yang dituduh membeli minyak Iran dan membantu pengembangan drone serta rudal Teheran.

China disebut ingin mendapatkan kepastian mengenai arah kebijakan ekonomi AS hingga akhir masa jabatan Trump pada 2029.

Beijing juga berharap hubungan kedua negara kembali stabil demi menjaga pertumbuhan ekonomi domestik.

Di tengah situasi itu, perang Iran turut membayangi pertemuan Xi dan Trump.

Penutupan Selat Hormuz akibat konflik disebut memberi dampak besar terhadap pasokan energi global, termasuk bagi China yang sangat bergantung pada impor minyak kawasan Timur Tengah.

China sendiri terus menyerukan dialog dan gencatan senjata sejak konflik pecah.

Xi Jinping diperkirakan kembali mendorong solusi diplomatik saat bertemu Trump di Beijing.

“Perang ini berdampak besar terhadap dunia, negara-negara Asia, dan Amerika Serikat. Karena itu dialog harus dilakukan,” ujar analis keamanan internasional Universitas Tsinghua, Jodie Wen.

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #china #jinping #bakal #kulit #trump #begitu #injak #kaki #beijing

KOMENTAR