Trump Boyong 18 CEO ke China, Mau Bertemu Xi Jinping
Presiden AS Donald J. Trump dan anggota delegasinya, termasuk CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk dan Presiden dan CEO Nvidia Jensen Huang, disambut oleh Wakil Presiden China Han Zheng dan lainnya saat mereka tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing pada 13 Mei 2026. (BRENDAN SMIALOWSKI)
22:48
13 Mei 2026

Trump Boyong 18 CEO ke China, Mau Bertemu Xi Jinping

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membawa 18 CEO dan eksekutif perusahaan besar AS dalam kunjungannya ke China pekan ini.

Delegasi bisnis yang ikut ke Beijing mencakup bos perusahaan teknologi, keuangan, penerbangan, hingga pembayaran digital seperti Elon Musk, Tim Cook, dan Jensen Huang.

Kunjungan ini menjadi lawatan pertama presiden AS ke China dalam hampir satu dekade.

Baca juga: Trump Tiba di Beijing untuk Bertemu Xi Jinping: Kami 2 Negara Adidaya

Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan tingkat tinggi selama dua hari setelah tiba di Beijing pada Rabu (13/5/2026).

Delegasi diisi bos perusahaan raksasa AS

Selain Huang, Cook, dan Musk, delegasi resmi AS juga diisi sejumlah tokoh bisnis papan atas seperti Larry Fink dari BlackRock, Stephen Schwarzman dari Blackstone, hingga Kelly Ortberg dari Boeing.

Eksekutif lain yang ikut dalam rombongan, sebagaimana dilaporkan Business Times, antara lain:

  • Dina Powell McCormick dari Meta
  • Ryan McInerney dari Visa
  • Jane Fraser dari Citi
  • David Solomon dari Goldman Sachs
  • Larry Culp dari GE Aerospace
  • Sanjay Mehrotra dari Micron Technology
  • Cristiano Amon dari Qualcomm
  • Brian Sikes dari Cargill
  • Jim Anderson dari Coherent
  • Jacob Thaysen dari Illumina
  • Michael Miebach dari Mastercard.

Menurut pejabat Gedung Putih kepada BBC, lebih dari selusin eksekutif AS ikut dalam lawatan tersebut.

Jensen Huang jadi tambahan mendadak

Kehadiran CEO Nvidia, Jensen Huang, menjadi sorotan karena awalnya ia tidak masuk daftar delegasi resmi.

Nvidia merupakan salah satu perusahaan yang berada di pusat persaingan AS-China dalam bidang kecerdasan buatan dan semikonduktor.

BBC melaporkan Huang akhirnya naik ke Air Force One tujuan Beijing saat pesawat itu mengisi bahan bakar di Anchorage, Alaska.

“Jensen menghadiri pertemuan puncak atas undangan Presiden Trump untuk mendukung Amerika dan tujuan pemerintahan,” kata juru bicara Nvidia kepada BBC.

BBC juga menyebut Trump menelepon Huang secara langsung pada Selasa pagi setelah mengetahui bos Nvidia itu belum masuk daftar delegasi.

Baca juga: Trump Anggap Menghentikan Nuklir Iran Lebih Penting, Warga AS Bukan Prioritas

Trump kemudian menyerang laporan media yang menyebut Huang tidak diundang.

“Faktanya, Jensen saat ini berada di Air Force One dan, kecuali saya memintanya turun, yang kemungkinan besar tidak akan terjadi, laporan CNBC salah atau, seperti yang dikatakan dalam politik, BERITA PALSU!” tulis Trump di media sosial.

Semikonduktor dan perang dagang jadi fokus

Perusahaan semikonduktor Nvidia resmi merampungkan pembelian saham Intel senilai 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 83,8 triliun.Samuel Boivin/NurPhoto via Getty Images Perusahaan semikonduktor Nvidia resmi merampungkan pembelian saham Intel senilai 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 83,8 triliun.

Isu semikonduktor diperkirakan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan AS-China.

Kehadiran Mehrotra dari Micron Technology juga dinilai penting setelah Beijing pada 2023 membatasi penggunaan sebagian chip Micron untuk infrastruktur penting dengan alasan keamanan nasional.

Micron sebelumnya mengatakan kebijakan tersebut berdampak negatif terhadap bisnis perusahaan di China.

Selain teknologi, sejumlah perusahaan disebut ingin mendorong kepentingan bisnis mereka di China. Boeing bahkan disebut tengah membidik kesepakatan besar penjualan sekitar 500 pesawat 737 MAX ke China.

Pertemuan Trump dan Xi juga menjadi ujian penting bagi gencatan perang dagang yang rapuh antara kedua negara setelah saling mengenakan tarif impor tinggi pada 2025.

Tarif tersebut sempat mencapai lebih dari 100 persen sebelum akhirnya ditangguhkan pada Oktober 2025 usai pertemuan Trump dan Xi di Korea Selatan.

Baca juga: Trump Ngamuk Iran Disebut Masih Kuat Usai Digempur AS-Israel

Tag:  #trump #boyong #china #bertemu #jinping

KOMENTAR