Industri Batu Bara RI-China Perkuat Kerja Sama Teknologi dan Tambang Hijau
Ilustrasi batu bara, pertambangan batu bara.(PIXABAY/ANATOLY STAFICHUK)
22:04
13 Mei 2026

Industri Batu Bara RI-China Perkuat Kerja Sama Teknologi dan Tambang Hijau

Indonesia Coal and Energy Expo 2026 (ICEE 2026) resmi dibuka di Jakarta International Expo pada 11 Mei 2026.

Pameran yang mempertemukan lebih dari 150 perusahaan energi dari Indonesia dan China ini menjadi ajang penguatan kerja sama industri batu bara dan energi di tengah perubahan struktur energi global.

ICEE 2026 menyoroti pemanfaatan batu bara bersih, pembangunan tambang hijau, peningkatan pertambangan cerdas, hingga integrasi energi baru.

Baca juga: KAI Uji Lokomotif Tarik 60 Gerbong Batu Bara, Kapasitas Angkut Siap Ditambah

Ilustrasi batu bara.PIXABAY/BEN SCHERJON Ilustrasi batu bara.

ICEE bukan hanya sekadar pameran industri, tetapi juga platform strategis untuk memperkuat komunikasi kebijakan, pertukaran teknologi, penjajakan kerja sama industri, serta realisasi proyek antara Indonesia dan China.

“ICEE hadir dengan pendekatan yang lebih terbuka, profesional, dan praktis, mempertemukan lembaga pemerintah, asosiasi industri, perusahaan terkemuka, penyedia teknologi, lembaga investasi, serta pembeli utama untuk bersama-sama mengeksplorasi jalur baru pengembangan industri batu bara dan energi yang berkualitas tinggi,” tulis penyelenggara ICEE 2026 dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).

Fokus pada batu bara bersih dan tambang hijau

Di tengah dorongan transisi energi global, sektor batu bara masih menjadi bagian penting dalam bauran energi Indonesia maupun kawasan Asia.

Karena itu, isu pemanfaatan batu bara bersih dan transformasi pertambangan hijau menjadi salah satu fokus utama dalam ICEE 2026.

Baca juga: Purbaya Tunda Bea Keluar Batu Bara dan Nikel, Potensi Penerimaan Rp 200 Triliun Melayang

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Tri Winarno, mengatakan forum energi internasional seperti ICEE menjadi penting untuk memperkuat kerja sama energi kedua negara.

Ilustrasi batu bara.SHUTTERSTOCK/SMALL SMILES Ilustrasi batu bara.

“Penyelenggaraan forum energi berstandar tinggi dengan karakter internasional sangat penting guna mendukung penguatan kerja sama energi Indonesia dan Tiongkok di tengah perubahan industri global,” kata Tri Winarno.

Dibandingkan penyelenggaraan perdana, ICEE 2026 mengalami peningkatan signifikan dari sisi skala maupun cakupan industri.

Area pameran mencapai 20.000 meter persegi atau meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: PELNI Perdana Angkut 55.000 Ton Batu Bara

Lebih dari 150 perusahaan ikut berpartisipasi dengan cakupan rantai industri mulai dari eksplorasi batu bara, penambangan, pencucian dan pengolahan, transportasi logistik, pengelolaan lingkungan, energi baru, hingga operasional dan pemeliharaan cerdas.

Perusahaan raksasa energi hadir

Sejumlah perusahaan besar turut hadir dalam ICEE 2026, termasuk perusahaan Fortune Global 500 dan China Top 500.

Beberapa di antaranya adalah China Coal, China Coal Technology & Engineering Group, Sinopec, Huawei, XCMG Group, Xukuang Group, Shandong Energy, CRRC Datong, LiuGong Machinery, Shaanxi Automobile Group, Taiyuan Heavy Industry, CCCC Tianhe, Longking Environmental Protection, dan Cidi Intelligent Driving.

Perusahaan-perusahaan tersebut menampilkan teknologi mutakhir, peralatan canggih, dan solusi terintegrasi untuk industri batu bara dan energi.

Baca juga: Tanpa Teknologi Carbon Capture, DME Batu Bara Dinilai Berisiko Tambah Emisi

Dalam forum utama Indonesia-China Coal and Energy Conference 2026, sejumlah pimpinan perusahaan energi dan teknologi membahas arah transformasi industri pertambangan.

Isu digitalisasi pertambangan juga menjadi salah satu perhatian utama dalam pameran tahun ini. Huawei dijadwalkan meluncurkan solusi digital dan cerdas untuk industri pertambangan Indonesia.

Penyelenggara menyebut solusi tersebut diharapkan dapat mendukung transformasi hijau dan rendah karbon di sektor pertambangan nasional.

Ilustrasi batu bara.iStockphoto/Indigo Division Ilustrasi batu bara.

Selain pameran teknologi, ICEE 2026 juga menjadi arena penjajakan implementasi kerja sama industri batu bara antara Indonesia dan China.

Baca juga: Dongkrak Penerimaan Negara, Purbaya Kaji Windfall Tax Nikel hingga Bea Keluar Batu Bara

Penyelenggara memperkirakan upacara pembukaan dan rangkaian konferensi ICEE 2026 diikuti lebih dari 300 tamu industri dengan hampir 50 pembicara, pemberi sambutan, dan peserta diskusi.

Pameran ini juga ditargetkan menarik 15.000 kunjungan profesional.

Menurut penyelenggara, audiens profesional yang diundang secara khusus mencakup sekitar 70 persen dari total produksi batu bara lokal melalui integrasi jaringan anggota dari dua asosiasi besar di Indonesia.

Selain itu, lebih dari 600 pembeli dari perusahaan produsen batu bara utama Indonesia dan perusahaan jasa pertambangan disebut hadir dengan kebutuhan bisnis yang jelas.

Baca juga: EBITDA Non-Batu Bara Naik Signifikan, Bagaimana Prospek Saham BUMI?

Kondisi tersebut dinilai dapat menciptakan jalur pertemuan yang lebih efisien antara peserta pameran, perusahaan tambang utama, penyedia jasa pertambangan, dan pengambil keputusan industri.

Indonesia dinilai strategis bagi industri energi China

Penyelenggara ICEE menyebut Indonesia merupakan salah satu pasar energi penting di Asia Tenggara.

Sementara itu, China dinilai memiliki pengalaman dan kemampuan industri yang kuat dalam pemanfaatan batu bara bersih, peralatan pertambangan, manajemen digital, dan transformasi hijau.

Ke depan, ICEE disebut akan terus memperkuat perannya sebagai platform industri energi antara Indonesia dan China.

Tag:  #industri #batu #bara #china #perkuat #kerja #sama #teknologi #tambang #hijau

KOMENTAR