Persib dan Borneo Berpotensi jadi 2 Tim Tersibuk Musim Depan
Starting Persib Bandung kala menghadapi Arema FC dengan penjaga gawang muda Fitrah Maulana, tanpa Ramon Tanque. Duel berakhir imbang 0-0 pada Jumat (24/4/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)
23:56
14 Mei 2026

Persib dan Borneo Berpotensi jadi 2 Tim Tersibuk Musim Depan

Persib Bandung dan Borneo FC berpotensi bakal sibuk pada musim depan.

Pasalnya, kedua tim tersebut berkesempatan tampil dalam empat kompetisi sekaligus.

Persib Bandung dan Borneo FC saat ini masih bersaing ketat di tangga juara Super League 2025-2026.

Hingga pekan ke-32, kedua tim sama-sama mengoleksi 75 poin.

Dengan laju positif Maung Bandung dan Pesut Etam, penentuan gelar diprediksi bakal berlanjut sampai pekan ke-34 alias pekan terakhir.

Baca juga: Theo Hernandez Buka Peluang Mudik ke Liga Italia, Juventus Memantau

Kendati demikian, siapa pun yang menjadi juara atau pun runner up, mereka dipastikan bakal menjalani kompetisi yang padat pada musim 2026-2027.

Sebab, keduanya berpotensi mengikuti empat kompetisi sekaligus, meliputi kompetisi Asia dan ASEAN, Piala Indonesia, dan juga Super League.

Tim juara Super League 2025-2026 akan turun di playoff AFC Champions League (ACL) 2 2026-2027. 

Sementara itu, tim yang finis sebagai runner-up akan turun di fase grup AFC Challenge League (ACGL) 2026-2027.

Selain itu, kedua tim juga akan berkompetisi di ASEAN Club Championship (ACC) musim depan.

Baca juga: Rekap Hasil Thailand Open, 6 Wakil Indonesia Rontok di Babak 16 Besar

Sejauh ini, AFF belum melakukan perubahan regulasi. Sehingga, I.League memprediksi bahwa mereka masih mewajibkan perwakilan peserta di ACC adalah klub juara dan runner up kompetisi domestik kawasan Asia Tenggara.

"Status (liga) kita musim depan tidak berubah, ya. Masih playoff ACL 2 dan juga AFC Challenge. Yang ASEAN (ACC), kalau berkaca kepada regulasi, entry regulation-nya dari kompetisi memang menyebutkan juara dan juga, next best place-nya. Jadi, tim peringkat 1, 2, 3 dan lain-lain," ujar Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, kepada awak media di Kantor I.League, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Jadi Tim Tersibuk

Ya, berkaca dari regulasi tersebut, Asep membuka potensi bahwa klub juara dan runner up Super League musim ini bakal menjalani musim yang sibuk.

Sebenarnya, pada musim 2024-2025, PT Liga Indonesia Baru (yang kini telah menjadi I.League) selaku operator kompetisi telah memutuskan untuk mengirim peringkat ketiga dan keempat, yakni Malut United dan Persebaya Surabaya, untuk menjadi peserta ACC.

Kala itu, operator beralasan bahwa Persib Bandung sebagai juara dan Dewa United yang menjadi runner up fokus di kompetisi Asia.

Baca juga: Marc Klok: Perjuangan Persib Tak Boleh Antiklimaks

Sehingga, perwakilan Indonesia di ACC dipercayakan kepada dua klub di bawahnya.

Namun, AFF menolak pengajuan PT LIB yang ingin mengirim Malut dan Persebaya. Imbasnya, klub Indonesia batal ambil bagian di edisi perdana ACC.

Tak hanya kompetisi internasional, kompetisi domestik pun bakal padat seiring kemungkinan digelarnya Piala Indonesia sebagai turnamen pendamping Super League.

Sementara, Super League sendiri baru berpeluang digulirkan pada September mendatang selepas Piala AFF 2026 atau ASEAN Championship 2026.

"Kemarin dalam pertemuan dengan klub-klub disampaikan memang agak berat musim depan. Juara ada potensi, sekali lagi, kalau tak terhindarkan juga harus bermain di banyak kompetisi, salah satunya adalah ASEAN (ACC)," ucap Asep.

"Tetapi dalam konteks kami juga sudah menyampaikan kepada anggota, klub owner, musim depan itu menjadi musim yang sangat panjang karena kita berpartisipasi di Piala Asia, ada break juga cukup panjang, lalu juga kompetisi AFC dan lain-lain."

"Belum lagi ada aspirasi soal turnamen liga (Piala Indonesia) dan lain-lain, kan. Jadi, memang itu bagaimana kami memastikan menyusun jadwal ini, bisa lebih baik," tutur dia.

Tag:  #persib #borneo #berpotensi #jadi #tersibuk #musim #depan

KOMENTAR