Lebih dari 470.000 KPM Baru Akan Terima Bansos pada Triwulan Kedua 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai Rapat Tingkat Menteri Evaluasi Capaian Pelaksanaan Inpres Nomor 8 Tahun 2025 di Gedung BP Jamsostek, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026). (KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
22:22
8 Mei 2026

Lebih dari 470.000 KPM Baru Akan Terima Bansos pada Triwulan Kedua 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, ada lebih dari 470.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang akan menerima bantuan sosial (bansos) pada triwulan kedua 2026.

Gus Ipul menyebutkan, perubahan ini terjadi karena adanya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Setiap triwulan pasti ada perubahan-perubahan penerima manfaat.

"Untuk triwulan kedua ini, ada lebih dari 470.000 Keluarga Penerima Manfaat baru yang mendapatkan bantuan di triwulan kedua, di mana mereka belum mendapatkan bantuan pada triwulan pertama," kata Gus Ipul di Gedung BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Luhut Akui 2,7 Juta Bansos Salah Sasaran Karena Data

Gus Ipul menjelaskan, setiap triwulan, Kemensos menyalurkan bansos berdasarkan DTSEN yang telah dimutakhirkan oleh BPS.

Ia mengatakan, perubahan data penerima bantuan merupakan hal yang wajar.

"Pasti perubahan-perubahan Keluarga Penerima Manfaat. Meskipun sebagian besar masih tetap pada KPM-KPM yang sudah menerima sebelumnya," ujar Gus Ipul.

Ia melanjutkan, Kemensos bersama Badan Pusat Starstik. dan pemerintah daerah terus berkolaborasi memutakhirkan DTSEN yang menjadi pedoman dalam penyaluran bantuan.

Hingga kini, sudah ada lebih dari 70.000 Operator Data Desa yang terlibat dalam pembaruan data tersebut.

Baca juga: Cara Cek Pencairan PKH BPNT Mei 2026, Ada 475.821 Penerima Bansos Baru

"Dengan adanya operator data desa ini, di samping kami memperoleh data langsung, masyarakat bisa lebih cepat jika memerlukan aktivasi atau reaktivasi atau untuk memperbarui data," ujar Gus Ipul/

Data-data penerima bansos yang telah diperbarui kemudian dimasukkan ke Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Kemensos.

Aplikasi ini telah terhubung dengan dinas sosial kabupaten/kota dan provinsi, Kemensos, serta DTSEN yang dikelola langsung oleh BPS.

"Jadi lewat aplikasi ini kami bisa mengukur usulan-usulan dari daerah, pembaruan-pembaruan data dari daerah dan sekaligus juga tentu melihat perkembangan sosial ekonomi setiap keluarga menerima manfaat," ucap Gus Ipul.

Tag:  #lebih #dari #470000 #baru #akan #terima #bansos #pada #triwulan #kedua #2026

KOMENTAR