Harapan Damai AS-Iran Kian Memudar, Harga Minyak Dunia Melonjak
Ilustrasi kilang minyak.(FREEPIK/ARTPHOTO_STUDIO)
08:52
13 Mei 2026

Harapan Damai AS-Iran Kian Memudar, Harga Minyak Dunia Melonjak

- Harga minyak dunia ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (12/5/2026) waktu setempat atau Rabu (13/5/2026) pagi WIB, seiring memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kekhawatiran pasar meningkat karena gangguan pasokan energi global diperkirakan berlangsung lebih lama akibat ketegangan di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 3,56 dollar AS atau 3,42 persen menjadi 107,77 dollar AS per barrel.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 4,11 dollar AS atau 4,19 persen menjadi 102,18 dollar AS per barrel.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun di Tengah Memudarnya Harapan Damai AS-Iran

Kedua acuan harga minyak tersebut sebelumnya juga telah menguat hampir 3 persen pada perdagangan Senin.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam kondisi "sangat kritis" setelah muncul perbedaan tajam terkait syarat penghentian konflik.

Iran disebut meminta penghentian permusuhan di seluruh kawasan, pencabutan blokade laut AS, dimulainya kembali ekspor minyak Iran, serta kompensasi atas kerusakan perang.

Iran juga kembali menegaskan kedaulatannya atas Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

"Pasar mulai meragukan bahwa kesepakatan damai bisa segera tercapai," kata analis StoneX Alex Hodes.

Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Selasa menyatakan bahwa mereka memperkirakan Selat Hormuz akan efektif tertutup hingga akhir Mei 2026.

Perkiraan tersebut lebih lama dibanding proyeksi sebelumnya yang memperkirakan gangguan hanya berlangsung hingga akhir April 2026.

EIA juga memperingatkan bahwa meski arus pengiriman energi kembali dibuka, pasar minyak global diperkirakan baru pulih ke kondisi sebelum konflik pada akhir 2026 atau awal 2027.

Gangguan distribusi energi di kawasan Timur Tengah pun membuat sejumlah produsen memangkas ekspor minyak mereka.

Survei Reuters menunjukkan produksi minyak OPEC pada April turun ke level terendah dalam lebih dari dua dekade.

EIA memperkirakan sekitar 10,5 juta barrel per hari produksi minyak hilang selama April akibat gangguan di Selat Hormuz.

Namun sejumlah pihak memperkirakan kehilangan pasokan jauh lebih besar.

Kepala global minyak dan gas Houlihan Lokey, J.P. Hanson, mengatakan konflik tersebut telah menciptakan kekurangan pasokan hingga 14 juta barrel per hari.

"Pasar kini menghadapi defisit gabungan hingga miliaran barrel minyak, diperparah oleh cadangan strategis yang terkuras dan kapasitas pengganti yang terbatas," ujarnya.

CEO Saudi Aramco Amin Nasser juga memperingatkan bahwa gangguan ekspor minyak melalui Selat Hormuz dapat menunda pemulihan stabilitas pasar hingga 2027.

Menurutnya, dunia kehilangan sekitar 100 juta barrel minyak per pekan akibat konflik tersebut.

Di sisi lain, gangguan pasokan Timur Tengah membuat negara-negara mulai menguras cadangan minyak dan gas mereka.

EIA kini memperkirakan persediaan minyak global akan turun sekitar 2,6 juta barrel per hari tahun ini, jauh lebih besar dibanding proyeksi sebelumnya sebesar 300.000 barrel per hari.

Di AS, persediaan minyak mentah diperkirakan turun sekitar 2,1 juta barrel pekan lalu.

"Pasokan minyak global terus mengetat setiap hari karena kehilangan suplai jauh lebih besar dibanding penurunan permintaan akibat kenaikan harga," kata firma konsultan perdagangan minyak Ritterbusch and Associates.

Firma tersebut menilai harga minyak masih berpotensi naik lagi sekitar 10-12 dollar AS per barrel apabila belum ada kompromi signifikan dari AS maupun Iran.

Pelaku pasar juga mencermati rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis dan Jumat pekan ini.

Pertemuan itu berlangsung setelah Washington menjatuhkan sanksi kepada tiga individu dan sembilan perusahaan yang dituduh membantu pengiriman minyak Iran ke China.

Baca juga: Proyeksi Harga Minyak Dunia Tetap Tinggi, Purbaya Genjot Mobil Listrik

Tag:  #harapan #damai #iran #kian #memudar #harga #minyak #dunia #melonjak

KOMENTAR