Jepang Kembangkan Ruang Shalat Portabel untuk Wisatawan Muslim
- Jepang mengembangkan ruang shalat portabel guna memudahkan wisatawan Muslim saat bepergian. Layanan tersebut dikembangkan oleh perusahaan OM Kiki Co. yang berbasis di Soja, Prefektur Okayama.
Ruang shalat bernama “Prayer Room” itu dibuat untuk membantu tempat wisata dan pelaku usaha untuk menyediakan fasilitas ibadah yang praktis bagi pengunjung Muslim.
"Ketersediaan ruang ibadah bisa menjadi faktor yang sangat penting dalam memilih tujuan wisata," kata pengembang produk tersebut, dilansir dari Dawn, Selasa (12/5/2026).
- Wisata di Jepang yang Paling Diminati Turis Asing, Ada Kyoto
- Punya Masjid Ikonis hingga Kuliner Minang, Sumbar Diproyeksikan Jadi Magnet Wisata Muslim
Jepang kembangkan ruang shalat portabel
Berawal dari kesulitan menemukan tempat shalat
Perusahaan di Jepang membuat ruang shalat ringkas dan mudah dipasang untuk mendukung kenyamanan wisatawan Muslim.
Ide pengembangan produk ini muncul setelah salah satu staf perusahaan melakukan perjalanan ke Prefektur Okayama bersama temannya yang berasal dari Malaysia dan beragama Islam.
Dalam perjalanan tersebut, temannya kesulitan menemukan tempat untuk shalat.
Perusahaan tersebut kemudian mulai memasarkan produk tersebut pada Desember lalu. Secara desain, ruang shalat ini dibuat ringkas dan mudah dipasang.
Struktur kayunya memiliki tinggi sekitar 180 sentimeter dengan ukuran lantai 150 sentimeter persegi. Bagian lantai dilengkapi alas tahan air agar mudah dibersihkan.
Fitur ini dibuat untuk mendukung kebutuhan Muslim yang harus membersihkan tangan, kaki, wajah, dan rambut sebelum melaksanakan shalat.
Selain itu, penanda arah kiblat di bagian langit-langit dapat diputar untuk menunjukkan arah Mekkah.
- Jepang Luncurkan Kartu Prabayar untuk Turis, Bikin Liburan Lebih Praktis
- Ini Strategi Jepang agar Warganya Punya Paspor dan Rajin ke Luar Negeri
Diharapkan perluas akses tempat ibadah
Perusahaan di Jepang membuat ruang shalat ringkas dan mudah dipasang untuk mendukung kenyamanan wisatawan Muslim.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan hasil survei terhadap wisatawan Muslim yang pernah berkunjung ke Jepang.
Survei itu menanyakan apakah ketersediaan tempat ibadah menjadi prioritas dalam memilih destinasi wisata. Hasilnya, sebanyak 72 persen responden laki-laki dan 79 persen responden perempuan menjawab “ya”.
Pengembang produk tersebut berharap produk ini dapat memperluas akses tempat ibadah bagi wisatawan Muslim.
“Saya berharap dapat meningkatkan jumlah tempat di mana orang dapat berdoa seperti biasanya, mempermudah perjalanan mereka, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah di daerah setempat, dimulai dari Okayama,” ujarnya.
- 10 Negara dengan Wisata Ramah Muslim 2025, Bisa Jadi Ide Liburan
- Pariwisata Ramah Muslim: Bukan Mengubah Karakter Destinasi, tapi Meningkatkan Standar Layanan
Tag: #jepang #kembangkan #ruang #shalat #portabel #untuk #wisatawan #muslim