Hiking Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya
Di tengah berbagai upaya menjaga kesehatan mental, hiking menjadi salah satu aktivitas sederhana namun sangat efektif untuk memperbaiki suasana hati.
Hiking ternyata tidak perlu mendaki gunung tinggi. Berjalan di ruang hijau atau alam, sudah memberi dampak besar.
Kombinasi sempurna: Olahraga dan alam
Hiking menggabungkan dua hal yang paling ampuh untuk memperbaiki mood: aktivitas fisik dan paparan alam.
Menurut Brad Zehring, MD, psikiater di Serenity Mental Health Centers, aktivitas fisik meningkatkan produksi serotonin, dopamin, norepinefrin, dan endorfin.
Ini adalah serangkaian “bahan kimia bahagia” dalam tubuh yang berperan dalam memperbaiki mood, mengurangi stres, serta menciptakan pola pikir yang lebih sehat lewat neuroplastisitas.
Baca juga: 5 Gunung yang Ramah Pemula, Cocok untuk Solo Hiking
Selain itu, olahraga juga membantu meningkatkan kualitas tidur, faktor krusial dalam stabilitas emosi.
Di sisi lain, paparan alam terbukti mampu mengurangi stres, meningkatkan rasa tenang, serta memberi rasa terhubung dengan lingkungan sekitar.
Berada di alam merangsang seluruh pancaindra, melihat pepohonan, mencium aroma tanah dan dedaunan, mendengar suara angin dan burung, yang secara alami menarik kita kembali ke masa kini dan menjauhkan dari pikiran negatif.
Mindfulness secara alami
Salah satu manfaat terbesar dari hiking adalah mindfulness yang muncul tanpa perlu dipaksa. Saat menapaki jalur, tubuh dan pikiran terdorong untuk fokus pada langkah, pernapasan, dan arah yang dituju.
Pikiran yang biasanya dipenuhi kekhawatiran tentang masa depan atau penyesalan akan masa lalu pun ikut teralihkan.
Ilustrasi forest bathing
Hiking bisa menjadi cara ampuh mengubah mood negatif menjadi rasa syukur. Dengan minimnya gangguan, bahkan tanpa ponsel, pikiran dapat beristirahat dari rutinitas yang menekan.
Lebih dari itu, berada di alam kerap memunculkan rasa kagum dan takjub. Pengalaman menyaksikan keindahan alam yang berjalan harmonis tanpa kebutuhan akan validasi membuat masalah terasa lebih kecil dan lebih mudah dihadapi.
Membangun koneksi sosial
Selain manfaat fisik dan mental, hiking juga membuka peluang untuk membangun hubungan sosial.
Berjalan bersama teman atau kelompok hiking membantu mengurangi rasa terisolasi dan menciptakan komunitas di luar dunia kerja maupun teknologi—sesuatu yang penting untuk kesehatan mental jangka panjang.
Cara memulai hiking untuk kesehatan mental
Tidak semua orang memiliki akses ke pegunungan, tetapi itu bukan masalah. Manfaat hiking dapat diraih lewat berbagai cara:
1. Mulailah dari yang mudah
Tetapkan target kecil dan realistis. Berjalan di taman dekat rumah atau jalur kompleks perumahan pun sudah cukup.
Puncak Argo Belah di Wisata Deles Indah, Klaten.
Ada beberapa tempat yang pas untuk fun hiking, seperti di Deles Indah dan Kalitalang (Klaten), hingga Bukit Mongkrang (Tawangmangu)
2. Aktivitas lain juga boleh
Jika hiking bukan favorit, coba alternatif seperti bersepeda, berenang, berkebun, atau jalan santai.
3. Simpan hp
Jika aman, tinggalkan ponsel atau setidaknya hindari memeriksanya selama berjalan. Ini membantu kamu hadir sepenuhnya di momen tersebut.
4. Manfaatkan ruang hijau terdekat
Hiking tidak harus di gunung. Taman kota, jalur hijau, taman lingkungan, hingga area hijau di tengah kota dapat memberikan manfaat yang hampir sama.
Baca juga: Sensasi Hiking di Hutan Baturraden, Diakhiri Berenang di Curug Tirtasela
5. Buat aktivitas ini senyaman mungkin
Jika jarak terlalu jauh atau butuh banyak persiapan, Anda cenderung malas melakukannya. Carilah tempat yang mudah dijangkau.
6. Tingkatkan intensitas secara bertahap
Jika ingin tantangan lebih, naikkan tingkatkan intensitas sedikit demi sedikit. Bisa dengan memilih jalur yang lebih menanjak atau menggunakan rompi pemberat.
Tag: #hiking #ternyata #bagus #untuk #kesehatan #mental #penjelasannya